antagonisme-antagonisme yang tak dapat dipersatukan dan tak berdaya untuk mengenyahkannya”.
3
Berdasarkan pendapat Engles tersebut sangat jelas kita lihat bahwa, negaramemang terus akan mengalami perubahan demi perubahan dalam perjalanansejarahnya. Hal ini disebabkan karena realitas kehidupan masyarakat itu sendiri penuh dengan
pluralitas
dan konflik-konflik yang tidak akan pernah bisadihilangkan, baik vertikal maupun horizontal. Sehingga hal ini jugalah yangmenyebabkan dinamisnya demokrasi.Selanjutnya dalam diagram politik Eastondigambarkan, sebuah sistem mempunyai dukungan dan permintaan yang berfungsisebaga input sistem,kemudian apa yang telah di
input
tersebut akandiproses untuk menghasilkan
output
yang kemudian akan mendapat
feed back
.Selanjutnya
feed back
iniakan dikembalikan sebagaiinputuntuk kembali di prosesdan begitu seterusnya.
4
Sementara itu mengenai demokrasi,Schumpeter menafsirkan demokrasihanya terbatas sebagai mekanisme memilih pemimpin melalui pemilu yangkompetitif dan adil.
5
Selanjutnya Samuel P. Hutington juga berpendapat bahwa,kualitas demokrasi diukur oleh pemilihan umum yang kompetitif, adil, jujur, dantingginya partisipasi rakyat selama pemilu.
6
Ini artinya cita-cita demokrasi hanyadireduksi sebatas hal-hal yang prosedural dan teknis. Akibatnya, demokrasi hanyadiwujudkan dalam pemilu. Suara rakyat dibutuhkan dan ditambang hanya ketika pemilu datang. Setelah itu, suara rakyat akan dikhianati dan di tendang, kebijakan publik tidak lagi memihak kepada rakyat, harga-harga semakin meningkat, penggusuran meraja-lela, pendidikan dan kesehatan dikomersilkan, penganggurandan kemiskinan tetap saja berkembang biak, selanjutnya demokrasi dan cita-citaakan mati secara perlahan-lahan.
7
Berdasarkan pemaparan-pemaparan diatas,tulisan iniakan mencoba melihat dan menganalisis pemilu di Indonesia sebagaisebuah bagianyang tidak dapat dipisahkandari proses demokrasibangsa ini.
3
Engels dalam Ronald H. Chilcote, 2003,
Teori Perbandingan Politik
,Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada.Hal. 258.
4
Lihat
ibid
. Hal. 200.
5
Joseph Schumpeter dalam Coen Pontoh, 2005,
Malapetaka Demokrasi Pasar
, Yogyakarta:Resist Book. Hal. vii.
6
Ibid
. Hal. viii.
7
Ibid
.
Leave a Comment