lafadz saja, tetapi itu adalah pengungkapan dari pemahaman dan argumen yang sifatnya faktual yang akal bisa mengetahui secara langsung.Buku ini juga mencakup sebagian mafahim yang akal tidak bisamengetahui dan mendapatkannya secara langsung, tetapi akal bisamendeteksi atsar / indikasinya, atau mengetahui madhohir /penampakannya, seperti mafahim di dalam diri manusia itu ada potensisumber daya /
khosiyyah
yang dis
ebut gharizah nau‟ maka akal manusia
tidak akan bisa mengetahui dan mendapatkan secara langsung pada
gharizah nau‟ , karena indera tidak bisa mencapainya, tetapi manusia bisamengetahui dengan penampakan gharizah nau‟ itu yaitu terindera dengan
bukti manusia mencintai anaknya, dan anak cederung sayang kepada orangtuanya dan punya kecenderungan mencintai lawan jenis, dan madhohirnya yang bisa diketahui dan di dapatkan ini adalah untuk membantu penjagaan /
muhafadhoh
kepada keturunan manusia, maka akal manusia mampumendapatkan dan mengetahui bahwa di dalam diri manusia ada
khosiyyah
yang akan bisa memenuhi
muyul
/ kecenderungan-kecenderungan itu, dan ini
disebut dengan gharizah nau‟.
Juga dari mafahim ini dipaparkan pemahaman tentang “
ruh sirru al- hayah
” s
ungguh manusia mampu mengetahui eksistensi ruh dari eksistensi
madhohir
nya (penampakan / indikasinya), yaitu kesanggupan dankecenderungan menjadi banyak, berkembang dan bergerak, dan telah datangayat karimah yang menjelaskan tentang ketidakmampuan manusia untukmengetahui dzat dari ruh itu sendiri.
“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sekdikit.”
(QS. Al Israa 85)
.Sebagai pengecualian dalam buku ini tidak mencakup mafahimIslamiyyah, mengenai mafahim yang berhubungan dengan hal-hal yang ghaib,seperti surga, neraka dan malaikat. Hal tersebut adalah mafahim yang akaltidak akan bisa mendapatkan dan mengetahui secara langsung, dan jugatidak akan bisa menjangkau dan menemui secara langsung baik itu indikasiataupun penampakannya. Sesungguhnya akal hanya bisa mengetahui danmendapatkan dari informasi naqli / wahyu yang pasti dan shahih yaitu dariayat-ayat Al-
Qur‟an dan hadits
-hadits nabawiyyah yang mutawatir, yangmenunjukan secara
dilalah qot‟iyyah
(petunjuk yang pasti) atas bukti-buktinya, maka petunjuk itu tidak difahami dari lafadznya kecuali arti satusaja (yakni surga dan neraka itu ada).Maka bagi seorang Muslim, neraka dengan siksanya serta surga dengan
ni‟matnya adalah mafahim „aqidah dan sungguh dalil realitas neraka telah
didapatkan dari wahyu, Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya orang-orang kafir pada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab,sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana .Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci,
dan Kami masukkan mereka ke dalam tempat yang teduh lagi nyaman.”
(QS. An
Nisaa’ 56
-57)
.Adapun wujud Malaikat bisa difahami bagi kaum muslimin dari firmanAllah SWT:
“Segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat
sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga dan empat., Allah menambahkan pula ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya
Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Faathir 1)
.
Leave a Comment