Afifi Fauzi Abbas, Dinamika Hukum Islam di Brunei Darussalam
3
memeluk Islam adalah Awang Alak Betatar, yang bergelar Sultan Muhammad Syah(1368)-1415).
6
Islam berkembang atas jasa seorang keturunan Saidina Hasan bernamaSyarif Ali dari Thaif, yang kemudian kawin dengan anak saudara Sultan MuhammadSyah. Samapi saat ini Sultannya telah berjumlah 29 orang, dan yang terakhir adalahSultan Hasanal Bolkiah, yang telah memerintah sejak 1967.Penduduk Brunei saat ini lebih kurang 300.000 orang, tahun 1989 baru267.000 jiwa,
7
padahal sebelumnya tahun 1960 baru 83.877 jiwa, 1971 - 136.251 jiwa,1973 - 145.170 jiwa dan 1982 - 230.390 jiwa
8
yang menyebar di seluruh wilayahBrunei, terutama di daerah perkotaannya; 44% di daerah muara (Sri Begawan), 31%di kota Sria dan Kuala Bekait, 12 % di daerah Tutong dan 3% di daerah Tamburay.Mayoritas penduduk merupakan suku Melayu (61%), duk pribuni lain (Melanau,Kedayan, Iban dll) 8,3%, Cina % dan sisanya etnis lain. Agama : Islam 63,4 %, Budha14 %, Kristen 9,7 %, lain-lain 12,9 %. Lebih dari 80 % penduduknya yang berusia 15tahun ke atas sudah bebas dari buta aksara.
9
Mayoritas penduduknya adalah generasimuda; 40 % berumur sekitas 20 tahun, 35 % 21-40 tahun dan 25 % di atas 40 tahun.Sejak tahun 1950 an telah dikirim pelajar-pelajar ke luar negeri, terutama kemadrasah Al-Junaid di Singapura adan al-Azhar Cairo. Pada tahun 1960 an, telah ada60 lulusan al-Azhar (Lc dan MA). Sejak adanya alumni-alumni Al-Junaid dan Al- Azhar tersebut dibuatlah Madrasah. Pendidikan sampai tingkat Universitas diberikansecara cuma-cuma. Beasiswa kerajaan diberikan kepada mereka yang dianggap layak ke luar negeri, sampai dengan tahun 1984 sudah ada lebih kurang 2000orang yang belajar di luar negeri.Sampai dengan tahunn 1972 pendidikan guru Brunei masih mengacu kepadasistem pendidikan guru di Johor Malaysia).
10
Cirinya penekanan pada pelajaran al-Quran dan ibadah Shalat. Barulah pada tahun 1972 mereka mulai melakukanpendidikan agama sendiri. SLTA agama baru ada pada tahun 88 Semula di Bruneiberlaku hukum Kanun Brunei yang mempunyai banyak persamaan dengan hukumKanun Malaka, Johor, Pahang, Kedah, Riau dan Pontianak.
11
Hukum Kanun Malaka
6
Ibid
., h.64. Lihat juga Pg.Muhammad,
Op.Cit
.,h.68 dan 88
7
Ensiklopedi Indonesia,
seri Geografi Asia, h.48
8
Djalinus Syah, Mengenal ASEAN dan Negara-negara Anggotanya, (Jakarta, PTKreasi Jaya Utama, 1988), h.163. Lihat juga Ensiklopedi, h.49
9
Ensiklopedi,
Op.Cit.,
h.49
10
Pentadbiran Hal Ihwal Ugama Islam
, Jabatan Hal Ugama, 30 Mei 1983, h.8-11
11
Pg.Muhammad,
Op.Cit.,
h.234. Lihat juga M.Yusuf Hashim
, Kesultanan Melayu Malaka
, (Kuala Lumpur, Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementrian Pendidikan Malaysia,1990), h.235
Add a Comment