Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
47Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dinamika Hukum Islam Di Brunei Darussalam: Dr. Afifi

Dinamika Hukum Islam Di Brunei Darussalam: Dr. Afifi

Ratings:

4.0

(2)
|Views: 4,241 |Likes:
Published by Abdullah Arifianto
Kesultanan Brunei Darussalam mempunyai sejarah yang cukup panjang. Secara kultural, hukum yang berlaku di Brunei Darussalam tidak jauh berbeda dengan tetangganya Malaysia, karena keduanya memang mempunyai akar budaya yang sama. Meskipun sejak 1888 - 1984 Brunei menjadi negara protektorat Inggeris, namun hal tersebut tidak menyebabkan hukum Islam tidak berlaku di Brunei Darussalam.
Kesultanan Brunei Darussalam mempunyai sejarah yang cukup panjang. Secara kultural, hukum yang berlaku di Brunei Darussalam tidak jauh berbeda dengan tetangganya Malaysia, karena keduanya memang mempunyai akar budaya yang sama. Meskipun sejak 1888 - 1984 Brunei menjadi negara protektorat Inggeris, namun hal tersebut tidak menyebabkan hukum Islam tidak berlaku di Brunei Darussalam.

More info:

Published by: Abdullah Arifianto on Jul 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

 
 Afifi Fauzi Abbas, Dinamika Hukum Islam di Brunei Darussalam 
1
DINAMIKA HUKUM ISLAM DIBRUNEI DARUSSALAM
(Studi tentang Undang Undang Ugama Islam dan Mahkamah Qadi 1955)
Oleh : Afifi Fauzi Abbas 
Kesultanan Brunei Darussalam mempunyai sejarah yang cukup panjang.Secara kultural, hukum yang berlaku di Brunei Darussalam tidak jauh berbeda dengantetangganya Malaysia, karena keduanya memang mempunyai akar budaya yang sama.Meskipun sejak 1888 - 1984 Brunei menjadi negara protektorat Inggeris, namun haltersebut tidak menyebabkan hukum Islam tidak berlaku di Brunei Darussalam. SikapInggeris terhadap Islam sangat berbeda dengan sikap Belanda, terutama terhadappenduduk negeri jajahannya. Kalaupun Inggeris ikut campur tangan, yang merekalakukan adalah menempatkan Islam di bawah wewenang para Sultan, sehingga agamamenjadi kekuatan yang konservatif.Pola hukum Islam yang dianut oleh penduduk Brunei lebih banyak dipengaruhi oleh mazhab Syafii. Sistem Hukum dan Pengadilan mereka lebih banyak dipengaruhi oleh hukum adat Inggeris Sampai dekade sekarang ini sistem hukumnya,kecuali hukum-hukum agama Islam, masih didominasi oleh sistem hukum Inggeris.Bahkan Mahkamah Agung/Hakim Agungnya masih dirangkap oleh Mahkamah Agung/Hakim Agung Hongkong. Hukum Perdata Islam bagaimanapun juga dapatterhindar dari upaya modernisasi (baca
westernisasi 
 ).Pengadilan Syariah (Mahkamah Qadi) secara tradisional mengurus masalah-masalah perdata Islam (perkawinan, perceraian, hubungan keluarga, amanahmasyarakat, nafkah dsb) berdasarkan mazhab Syafii. Sistem ini tetap dipertahankansebagai pranata hukum dan politik Sultan.Sejak tahun 1898 setidak-tidaknya telahterjadi 6 kali perubahan (penyempurnaan) peraturan perundang-undangan yang mengatur kehidupan keagamaan masyarakat Brunei Darussalam, yaitu Undang-Undang tahun 1898, 1955, 1956, 1957, 1960, 1961 dan 1967. Hal ini secara sepintasmengesankan adanya dinamika dalam kehidupan hukum Islam di Brunei Darussalam.Hanya saja seberapa jauh dinamika itu terjadi perlu mendapat kajian lebih lanjut danlebih mendalam.Kesan adanya dinamika tersebut, ternyata sifatnya lebih konservatif. Hal inidisebabkan oleh kultur masyarakat Melayu (Brunei), terutama struktur kelasmasyarakat tidak mengalami perubahan secara tajam. Jika perubahan struktur
 
 Afifi Fauzi Abbas, Dinamika Hukum Islam di Brunei Darussalam 
2
masyarakatnya terjadi secara tajam, tentu saja akan memberikan interpretasi yang lebih progresif terehadap Islam di Brunei. Persoalannya semakin menarik untuk dikaji, apakah dinamika itu terjadi sebagai akibat perubahan yang terjadi dalammasyarakat, ataukah sesungguhnya terjadi sebagai akibat terjadinya perubahankebijakan politik Sultan.Lebih lanjut dapat juga dicermati apakah dinamika itu terjadi masih dalamruang lingkup mazhab Syafii, ataukah sudah keluar dari mazhab Syafii atau bahkanmungkin telah menggunakan model-model pembaharuan yang dilakukan oleh duniamuslim pada umumnya yaitu dengan mengadopsi perundang-undangan Barat.Untuk menjawab persoalan di atas bukanlah pekerjaan yang mudah terutamakarena langka dan terbatasnya literatus yang dapat untuk dirujuk. Oleh sebab itu yang dapat kita lakukan adalah mencoba menjelaskan isi beberapa Undang-Undang yang disebutkan terdahulu, terutama Undang-Undang Ugama dan Mahkamah Qadi 1955dan selanjutnya membandingkan beberapa pasalnya dengan fatwa-fatwa MuftiKesultanan Brunei yang muncul kemudian.Brunei pra Islam pernah berada di bawah kekuasaan kerajaan Malaka, Cina,Sriwijaya dan Majapahit
1
yang beragama Hindu. Pengaruh kebudayaan Hinduterjelma dalam bentuk upacara, adat istiadat, bahasa ( 
Sanskrit 
 ); terutama untuk gelar-gelar pembesar negri, bahkan sampai sekarang penga-ruh bahasa Sanskrit itu masihterasa, Hal ini umpamanya masih terlihat ketika pelantikan pembesar-pembesar negri.Contohnya ketika Sultan Hasanal Bolkiah tahun 1967 dikukuhkan menjadi Sultanmasih menggunakan bahasa Sanskrit, meskipun ditambah dengan bahasa Arab.
2
Halyang sama terjadi kembali ketika pengukuhan putra mahkota oleh Sultan HasanalBolkiah beberapa waktu yang lalu. Sedangkan pengaruh Cina terlihat dalam tata caraberpakaian
3
Masuknya Islam ke Brunei sejalan dengan masuknya Islam ke Nusantara,dan setidak-tidaknya terjadi selepas Malaka jatuh ke tangan Portugisb tahun 1511 M.
4
 Kerajaan Brunei mempunyai warisan sejarah tua yang berkaitan dengansejarah tua kerajaan Melayu Islam, seperti Perlak, Pasai, Malaka, Demak dan Aceh.Puncak kekeuasaannya adalah sekitar abada 15, Brunei telah menguasai tidak sajaBorneo, bahkan seba gian kepulauan Pilipina termasuk Sulu.
5
Rajanya yang pertama
1
Pg. Muhammad bin Pg.H.Abd. Rahman,
Islamn di Brunei, Kemasukan dan Perkembangannya 
, (abad 13-17 M), tesis di Fakulti Pengajian Islam UKM, Bangi, 1985, h.6
Ibid 
., h.20-22.
3
 
Ibid 
., h.40
4
 
Ibid 
., h.66
5
Ibid 
., h.63
 
 Afifi Fauzi Abbas, Dinamika Hukum Islam di Brunei Darussalam 
3
memeluk Islam adalah Awang Alak Betatar, yang bergelar Sultan Muhammad Syah(1368)-1415).
6
Islam berkembang atas jasa seorang keturunan Saidina Hasan bernamaSyarif Ali dari Thaif, yang kemudian kawin dengan anak saudara Sultan MuhammadSyah. Samapi saat ini Sultannya telah berjumlah 29 orang, dan yang terakhir adalahSultan Hasanal Bolkiah, yang telah memerintah sejak 1967.Penduduk Brunei saat ini lebih kurang 300.000 orang, tahun 1989 baru267.000 jiwa,
7
padahal sebelumnya tahun 1960 baru 83.877 jiwa, 1971 - 136.251 jiwa,1973 - 145.170 jiwa dan 1982 - 230.390 jiwa
8
yang menyebar di seluruh wilayahBrunei, terutama di daerah perkotaannya; 44% di daerah muara (Sri Begawan), 31%di kota Sria dan Kuala Bekait, 12 % di daerah Tutong dan 3% di daerah Tamburay.Mayoritas penduduk merupakan suku Melayu (61%), duk pribuni lain (Melanau,Kedayan, Iban dll) 8,3%, Cina % dan sisanya etnis lain. Agama : Islam 63,4 %, Budha14 %, Kristen 9,7 %, lain-lain 12,9 %. Lebih dari 80 % penduduknya yang berusia 15tahun ke atas sudah bebas dari buta aksara.
9
Mayoritas penduduknya adalah generasimuda; 40 % berumur sekitas 20 tahun, 35 % 21-40 tahun dan 25 % di atas 40 tahun.Sejak tahun 1950 an telah dikirim pelajar-pelajar ke luar negeri, terutama kemadrasah Al-Junaid di Singapura adan al-Azhar Cairo. Pada tahun 1960 an, telah ada60 lulusan al-Azhar (Lc dan MA). Sejak adanya alumni-alumni Al-Junaid dan Al- Azhar tersebut dibuatlah Madrasah. Pendidikan sampai tingkat Universitas diberikansecara cuma-cuma. Beasiswa kerajaan diberikan kepada mereka yang dianggap layak ke luar negeri, sampai dengan tahun 1984 sudah ada lebih kurang 2000orang yang belajar di luar negeri.Sampai dengan tahunn 1972 pendidikan guru Brunei masih mengacu kepadasistem pendidikan guru di Johor Malaysia).
10
Cirinya penekanan pada pelajaran al-Quran dan ibadah Shalat. Barulah pada tahun 1972 mereka mulai melakukanpendidikan agama sendiri. SLTA agama baru ada pada tahun 88 Semula di Bruneiberlaku hukum Kanun Brunei yang mempunyai banyak persamaan dengan hukumKanun Malaka, Johor, Pahang, Kedah, Riau dan Pontianak.
11
Hukum Kanun Malaka
6
 
Ibid 
., h.64. Lihat juga Pg.Muhammad,
Op.Cit 
.,h.68 dan 88
7
 
Ensiklopedi Indonesia,
seri Geografi Asia, h.48
8
Djalinus Syah, Mengenal ASEAN dan Negara-negara Anggotanya, (Jakarta, PTKreasi Jaya Utama, 1988), h.163. Lihat juga Ensiklopedi, h.49
9
Ensiklopedi,
Op.Cit.,
h.49
10
 
Pentadbiran Hal Ihwal Ugama Islam 
, Jabatan Hal Ugama, 30 Mei 1983, h.8-11
11
Pg.Muhammad,
Op.Cit.,
h.234. Lihat juga M.Yusuf Hashim
 , Kesultanan Melayu  Malaka 
, (Kuala Lumpur, Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementrian Pendidikan Malaysia,1990), h.235

Activity (47)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Bang Adex's liked this
Siti Rahmawati liked this
Yhani Zha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->