Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Zakat Untuk Kesejahteraan Bersama: Dr. Afifi

Zakat Untuk Kesejahteraan Bersama: Dr. Afifi

Ratings: (0)|Views: 2,497 |Likes:
Published by Abdullah Arifianto
Zakat adalah ibadah maaliyah ijtima'iyyah yang memiliki posisi sangat penting, strategis, dan menentukan bagi pembangunan kesejahteraan umat. Ajaran zakat ini memberikan landasan bagi tumbuh dan berkembangnya kekuatan sosial ekonomi umat. Kandungan ajaran zakat ini memiliki dimensi yang luas dan kompleks, bukan saja mengandung nilai-nilai ibadah, moral, spiritual, dan ukhrawi, melainkan juga nilai-nilai ekonomi dan duniawi.
Zakat adalah ibadah maaliyah ijtima'iyyah yang memiliki posisi sangat penting, strategis, dan menentukan bagi pembangunan kesejahteraan umat. Ajaran zakat ini memberikan landasan bagi tumbuh dan berkembangnya kekuatan sosial ekonomi umat. Kandungan ajaran zakat ini memiliki dimensi yang luas dan kompleks, bukan saja mengandung nilai-nilai ibadah, moral, spiritual, dan ukhrawi, melainkan juga nilai-nilai ekonomi dan duniawi.

More info:

Published by: Abdullah Arifianto on Jul 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2012

pdf

text

original

 
 Afifi Fauzi Abbas, Zakat Untuk Kesejahteraan Bersama 
1
ZAKAT UNTUK KESEJAHTERAAN BERSAMA
 
Oleh : Afifi Fauzi Abbas
A. Pendahuluan
Zakat adalah ibadah
maaliyah ijtima'iyyah
yang memiliki posisi sangat penting,strategis, dan menentukan bagi pembangunan kesejahteraan umat. Ajaran zakat ini
 
memberikan landasan bagi tumbuh dan berkembangnya kekuatan sosial ekonomiumat. Kandungan ajaran zakat ini memiliki dimensi yang luas dan kompleks,bukan saja mengandung nilai-nilai ibadah, moral, spiritual, dan
ukhrawi,
melainkan
 
 juga nilai-nilai ekonomi dan duniawi.Beragamnya nilai-nilai yang terkandung dari ajaran zakat tersebut, memberi-
 
kan landasan
(hujjah)
yang kuat dan rasional bagi pemberdayaan dan pengem-
 
bangan kehidupan masyarakat secara menyatu dan menyeluruh dari potensizakat. Teraktualisasikannya nilai-nilai tersebut, dapat memberikan manfaat yang
 
sangat besar bagi pembangunan dan peningkatan harkat dan martabat manusia
 
serta membangun peradaban secara
hanif.
 Namun, tentu saja kita menyadari bahwa dalam perjalanan sejarah masyara-
 
kat Islam, kandungan nilai-nilai tersebut baik secara teoritis maupun aplikatif
 
mengalami dinamika sesuai dengan situasi dan kondisi
(dhuruf wa zaman).
Bahkan
 
tidak bisa dipungkiri bahwa pada sebagian masyarakat terjadi stagnasi atau
 
kebekuan dalam pengungkapan kandungan nilai-nilai tersebut. Akses informasi
 
dan pembelajaran yang tidak merata menimbulkan
"kejumudan"
yang berkepan-
 
 jangan sehingga mengakibatkan pemahaman yang parsial dari hakikat ditetap-
 
kannya ajaran zakat ini.
 
Kita mengetahui bahwa Tuhan memberikan suatu kewajiban pada umat
 
manusia bertujuan untuk membawa kebaikan bagi manusia itu sendiri. Begitu
 
pula konsep zakat, terdapat tujuan dan hikmah secara
intrinsik
dari ajaran itu.
 
Menelaah konsep zakat dari sisi tujuan dan hikmahnya akan membuat zakat lebih
 
relevan aktualisasinya dalam masyarakat. Kurangnya pemahaman terhadap
 
tujuan dan hikmah dari pelaksanaan zakat dapat menghilangkan kekuatan dorong
 
(ghirah)
dari adanya konsep zakat itu sendiri. Dengan menjadikan tujuan dan
 
hikmah zakat sebagai pengembangan konsep zakat, maka kita mengharapkan
 
terjadinya sintesa di antara berbagai ketentuan yang bersifat parsial dalam
 
penentuan konsep zakat sehingga terwujud konsep yang integral tentang materi
 
zakat dan ahlinya.
 
Berkaitan dengan hal tersebut, pengkajian yang terus-menerus dan penerapanyang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pada zamannya, akan sangat berarti
 
bagi percepatan proses pemberdayaan dan pembangunan tersebut. Tulisan ini
 
merupakan kajian awal memahami konsep zakat khususnya berkaitan dengan
 
pendayagunaan zakat
(tasharruf al-zakah)
khususnya
 
untuk mengembangkan
 
perekonomian mayarakat.
 
 Afifi Fauzi Abbas, Zakat Untuk Kesejahteraan Bersama 
2
B. Pengertian Zakat
Zakat secara bahasa berarti suci
(ath-thaharah),
tumbuh dan berkembang
(al-
 
nama'),
keberkahan
(al-barakah),
dan baik
(thayyib).
Sedangkan dalam rumusan
 
fikih, zakat diartikan sebagai "sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allahuntuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan
 
persyaratan tertentu".Rumusan definisi tersebut bila dihubungkan dengan pengertian secarakebahasaan menunjukkan bahwa harta yang dikeluarkan untuk berzakat akanmenjadi berkah, tumbuh, berkembang dan bertambah, suci dan baik. Hal inisebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 103; Al-An'amayat 141 dan; Ar-Rum ayat 39. Di samping diungkapkan dengan kata-kata
zaka,
prinsip zakat juga disampaikan dengan kata
shadaqah
dan
infak,
seperti dalam suratAt-Taubah ayat: 60,34, dan 103Zakat adalah rukun Islam yang ketiga. Di dalam zakat terkandung potensisosial yang cukup besar berupa pembagian kemakmuran yang merata sehinggaberkuranglah rasa iri hati dan rasa tidak puas di antara mereka yangberkekurangan terhadap mereka yang berkelebihan, di antara simiskin dengansikaya.Dengan zakat, harta/kekayaan tidak akan dimonopoli dalam penguasaanorang-orang kaya dan berada saja. Al-Quran menyatakan “
 Agar supaya harta itutidak hanya berputar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu (Al-Hasyr : 7).
Dengan zakat terjalin pula rasa kasih sayang dan hidup tolong-menolong antarakalangan orang yang berada dengan kalangan orang yang tidak berada. Ia jugaakan memupuk iman, memupuk kesadaran beribadah, membina watak danmental, menghindari sikap kikir dan perbuatan dhalim.
C. Kewajiban Berzakat
.Kenapa kita harus berzakat ? Kewajiban adanya zakat berkaitan dengan
 
konsep
istikhlaf, al-maal,
dan
al-milk
dalam Islam. Ketiga konsep tersebut salingberkaitan dan memiliki implikasi fungsional bagi manusia. Di samping fungsi
 
untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga juga untuk meningkatkan
 
pengabdian kepada Allah SWT melalui sarana beramal, baik yang
mahdhah
(hubungan vertikal) dengan Allah maupun
 ghair mahdhah
(hubungan horisontal)
 
dengan sesama ciptaan-Nya.
 
Tugas kekhalifahan/
istikhlaf 
manusia secara umum adalah tugas mewujud-kan kemakmuran dan kesejahteraan dalam hidup dan kehidupan (QS Al-
 
An'am:165) serta tugas pengabdian atau ibadah dalam arti luas (QS Adz-Dzariyat:56). Untuk menunaikan tugas tersebut, Allah memberikan manusia anugerahsistem kehidupan dan sarana kehidupan (QS Luqman: 20).
 
Harta sebagai sebuah sarana bagi manusia, dalam pandangan Islam merupa-kan hak mutlak milik Allah SWT. Kepemilikan oleh manusia hanya bersifat relatif,
 
sebatas untuk melaksanakan amanah mengelola dan memanfaatkan sesuai dengan
 
ketentuannya (QS Al-Hadid: 7 dan QS An-Nur: 33). Harta yang dianggap sebagai
 
 Afifi Fauzi Abbas, Zakat Untuk Kesejahteraan Bersama 
3
perhiasan hidup yang memungkinkan manusia bisa menikmatinya dan sebagai
 
bekal ibadah dapat pula sebagai ujian keimanan. Adanya ujian merupakan satu
 
bentuk penilaian terhadap kesadaran kepatuhan dan pengakuan bahwa apa yang
 
dimilikinya benar-benar merupakan karunia dan kepercayaan dari Allah bagiyang menerimanya. Untuk itu kewajiban zakat merupakan suatu yang alamiah
 
bagi kehidupan manusia, karena zakat yang diberikan atau dikeluarkan oleh
 
seseorang dari harta yang diperolehnya, pada hakikatnya dikembalikan kepadapemilik utamanya yaitu Allah SWT.
 
Pada dasarnya, sebagai kelanjutan dari konsep
khilafah,
Allah sendiri memberi
 
kebebasan kepada manusia untuk menggunakan apa yang diperoleh dari karunia-Nya. Namun ditegaskan bahwa karena dia bukanlah satu-satunya
khalifah
dan
 
karenanya terdapat jutaan manusia lain yang berkedudukan sama sebagai
khalifah,
 
maka mereka itu pun mempunyai hak yang sama. Untuk itu dalam proses penda-ya-gunaan karunia Tuhan, perlu dilakukan dengan cara yang efisien dan adil agar
 
"saudara" yang lainnya mendapatkan kemakmuran sebagaimana yang diperoleh-
 
nya. Pada dataran ini, maka adanya solidaritas sosial
(al-ta'awwun al-ijtima'i)
 
merupakan bagian lain dari dasar adanya kewajiban zakat.
 
Pengabaian kewajiban seseorang terhadap sesamanya dipandang sebagai
 
kegagalan yang serius dalam memenuhi kewajibannya terhadap Tuhan.
1
Oleh
 
karenanya, menurut Al-Quran pembayaran zakat oleh
muzakki
atau
aghniya
bukan
 
merupakan bentuk pemihakan kepada si miskin. Karena si kaya bukanlah pemilikriil kekayaan itu (Al-Hadid : 7). Begitu pula sebaliknya,
mustahik/ 
penerima zakat
 
tidak boleh memandang penerimaan zakat sebagai perlakuan tidak baik karena
 
apa yang mereka terima sebenarnya adalah hak mereka yang telah ditentukanoleh Allah dalam kekayaan orang-orang kaya (QS Adz-Dzariyat: 91 dan Al-
 
Ma'arij: 25).
 
Dengan demikian, penolakan terhadap adanya kewajiban zakat merupakansikap yang bertentangan dengan
sunnatullah,
bahwa manusia sebagai
khalifah
dan
 
kekayaan adalah amanah Tuhan. Mereka yang melanggar
sunnatullah
dianggap
 
termasuk orang yang tidak mensyukuri karunia-Nya (Ali Imran: 180).
D. Harta yang Wajib Dizakati
Pada dasarnya zakat itu dapat dikelompokkan menjadi dua bahagian yaitu :1.
 
Zakat mal
(zakat harta)2.
 
Zakat Fitrah
(zakat jiwa).Dalam rangka intensifikasi zakat (infak dan sadakah) termasuk apa yangdisebut zakat profesi, memerlukan pemahaman yang utuh dan konprehensiftentang apa yang wajib dizakatkan. Untuk itu diperlukan pemahaman yang jelas dan mantap tentang
mal
atau
amwal
yang dibebani wajib zakat atasnya.Menurut Al-Quran dan al-Sunnah yang wajib dizakatkan itu adalah harta(
amwal-rizki-kanzun dan zira'at
) yang dimiliki oleh seseorang yang sudah sampai
1
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa shalat tetapi tidak membayar zakat, maka shalatnya tidak  bernilai". Lihat Abu Ubaid,
 Kitab al-Amwal,
h. 492.

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Faiiq Smart liked this
Eka Rahmawan liked this
nnutrien liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->