Afifi Fauzi Abbas, Zakat Untuk Kesejahteraan Bersama
2
B. Pengertian Zakat
Zakat secara bahasa berarti suci
(ath-thaharah),
tumbuh dan berkembang
(al-
fikih, zakat diartikan sebagai "sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allahuntuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan
persyaratan tertentu".Rumusan definisi tersebut bila dihubungkan dengan pengertian secarakebahasaan menunjukkan bahwa harta yang dikeluarkan untuk berzakat akanmenjadi berkah, tumbuh, berkembang dan bertambah, suci dan baik. Hal inisebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 103; Al-An'amayat 141 dan; Ar-Rum ayat 39. Di samping diungkapkan dengan kata-kata
zaka,
prinsip zakat juga disampaikan dengan kata
shadaqah
dan
infak,
seperti dalam suratAt-Taubah ayat: 60,34, dan 103Zakat adalah rukun Islam yang ketiga. Di dalam zakat terkandung potensisosial yang cukup besar berupa pembagian kemakmuran yang merata sehinggaberkuranglah rasa iri hati dan rasa tidak puas di antara mereka yangberkekurangan terhadap mereka yang berkelebihan, di antara simiskin dengansikaya.Dengan zakat, harta/kekayaan tidak akan dimonopoli dalam penguasaanorang-orang kaya dan berada saja. Al-Quran menyatakan “
Agar supaya harta itutidak hanya berputar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu (Al-Hasyr : 7).
Dengan zakat terjalin pula rasa kasih sayang dan hidup tolong-menolong antarakalangan orang yang berada dengan kalangan orang yang tidak berada. Ia jugaakan memupuk iman, memupuk kesadaran beribadah, membina watak danmental, menghindari sikap kikir dan perbuatan dhalim.
C. Kewajiban Berzakat
.Kenapa kita harus berzakat ? Kewajiban adanya zakat berkaitan dengan
konsep
istikhlaf, al-maal,
dan
al-milk
dalam Islam. Ketiga konsep tersebut salingberkaitan dan memiliki implikasi fungsional bagi manusia. Di samping fungsi
untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga juga untuk meningkatkan
pengabdian kepada Allah SWT melalui sarana beramal, baik yang
mahdhah
(hubungan vertikal) dengan Allah maupun
ghair mahdhah
(hubungan horisontal)
dengan sesama ciptaan-Nya.
Tugas kekhalifahan/
istikhlaf
manusia secara umum adalah tugas mewujud-kan kemakmuran dan kesejahteraan dalam hidup dan kehidupan (QS Al-
An'am:165) serta tugas pengabdian atau ibadah dalam arti luas (QS Adz-Dzariyat:56). Untuk menunaikan tugas tersebut, Allah memberikan manusia anugerahsistem kehidupan dan sarana kehidupan (QS Luqman: 20).
Harta sebagai sebuah sarana bagi manusia, dalam pandangan Islam merupa-kan hak mutlak milik Allah SWT. Kepemilikan oleh manusia hanya bersifat relatif,
sebatas untuk melaksanakan amanah mengelola dan memanfaatkan sesuai dengan
ketentuannya (QS Al-Hadid: 7 dan QS An-Nur: 33). Harta yang dianggap sebagai
Add a Comment