• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 1
AKU INGIN MENJADI LUAR BIASA
*
 
Oleh : Afifi Fauzi Abbas
"Untuk apa kita bekerja?"
Umumnya orang bekerja untuk menghasilkan uang. Namun, benarkahbekerja itu sekadar untuk mencari uang? Bagaimana dengan sebagian orangyang hartanya melimpah ruah, cukup untuk tujuh turunan, apakah benar mereka bekerja untuk mencari uang? Bagaimana pula dengan para relawan dan pekerja sosial, yang bekerja tanpa mengharapkan gaji? Mereka menghabiskanwaktu dan umurnya demi mengabdi pada kemanusiaan, bahkan terkadang tanpaimbalan yang jelas. Apakah kelompok ini juga dapat dikatakan bekerja untukuang?
Islam memerintahkan umatnya untuk selalu bekerja yang berman-faat/produktif sepanjang hayatnya meskipun besok hari kiamat akandatang. Manusia harus berbuat yang terbaik untuk dirinya dan untukmasyarakat. Tujuan bekerja dalam Islam adalah dalam rangkamewujudkan pengabdian kita kepada Allah SWT.Dalam kehidupan ini ditengarai banyak tujuan orang untukbekerja, antara lain :
1. Bekerja untuk Hidup;
 Kehidupan merupakan anugerah Tuhan yang sangat berharga.Apakah kita pernah mensyukuri nikmat Tuhan yang sangat berhargaini? Apakah kita sudah menyadari betul besarnya anugerah Tuhanyang diberikan kepada kita, dari bangun tidur sampai memejamkanmata kembali? Mungkin sebagian kita telah menyadarinya. Namun,
*
Bahan obrolan dan bincang-bincang pada acara "Ngopi Pagi", Pimpinan dan KaryawanFakultas Syari'ah dan Hukum, Jum'at, 20 Maret 2009, di ruang Teater Lt.6 Fakultas Syari'ah danHukum.
Kata Kata Bijak :
 
Prestasi puncak itu hanya dapat diraih jika ada hasrat yang kuat.
David C. McClelland
 
Dalam jangka panjang, orang hanya mencapai apa yang mereka tuju.
Henry David Thoreau
 
Daripada mencemaskan tentang masa depan, lebih baik kita bekerjakeras untuk mewujudkannya.
Hubert H.Humprey
 
Kesuksesan lahir bukan karena kebetulan, atau keberuntungan semata.Kesuksesan terwujud karena diikhtiarkan melalui perencanaan yangmatang, keyakinan, kerja keras, keuletan dan niat baik.
 Anonim
 
 2
banyak pula yang hanya menganggap hidup sebagai bagian darirutinitas yang harus dilewati, tanpa memberikan makna yang berarti.Memaknai hidup bukanlah perkara yang sulit dilakukan. Andahanya diminta meluangkan waktu untuk berpikir dan merenungkanapa saja yang telah Anda lakukan selama ini : Jika Anda tidakmempunyai satu hari penuh untuk merenung cobalah mengingat apayang telah Anda lakukan hari ini saja. Sesaat sebelum memejamkanmata menjelang tidur, Anda dapat melakukan itu.Dengan merenungkan yang kita kerjakan hari ini, kita dapatmenilai apakah hari ini kita mengerjakan sesuatu yang positf atautidak. Jika hari ini kita sudah melakukan hal yang positif esok kitaharus berusaha untuk melakukan hal yang lebih positif lagi. Jika hariini kita belum melakukan suatu hal yang positif, mulailah hari ini juga. Dengan demikian, kehidupan yang kita jalani tidak akan lewatbegitu saja. Dalam arti, kita telah melakukan sesuatu yangbermanfaat.Apa yang akan Anda lakukan saat mendapat warisan harta yangcukup untuk tujuh turunan? Mungkin Anda berpikir, 'santai-santaisaja, berfoya-foya', dan tidak perlu bekerja lagi. Mungkin Anda akanmenyimpannya di bank dan mengambil bunganya setiap bulan,tanpa harus melakukan pekerjaan apa pun. Apakah hal ini salah?Tidak seratus persen salah. Semua orang punya cara untukmenikmati hidupnya masing-masing. Berfoya-foya mungkm salahsatu pilihan dalam mengisi kehidupan ini. Namun, apakah denganmelakukan hal itu, kita telah memaknai hidup? Kita baru memaknaihidup dengan melakukan dan menghasilkan sesuatu yang positif,baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Salah satupilihan untuk mengisi kehidupan ini dengan positif dan bergunaadalah dengan bekerja.Mengapa bekerja menjadi sesuatu yang sangat penting dalamhidup ini? Salah satu alasannya adalah banyak orang tidak memilikikesempatan mendapat warisan harta yang melimpah. Dengan begitu,bekerja sangat penting untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.Motivasi bekerja agar dapat melangsungkan hidup inilah yangmenghinggapi banyak orang.Memang wajar, jika banyak orang menganggap bekerja adalahuntuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebab, dengan bekerja akanmendapatkan upah yang dapat dipergunakan untuk memenuhikebutuhan hidup sehari-hari. Tanpa bekerja, akan sulit memenuhikebutuhannya sendiri, dan justru menjadi parasit bagi orang-orangterdekatnya. Namun, marilah sejenak kita berhenti berpikir bahwabekerja itu sekadar untuk mencukupi kebutuhan hidup. Marilahsejenak kita mengalihkan perhatian kita untuk berpikir bahwabekerja bisa membuat kita menghargai hidup. Dengan bekerja, kitaakan meninggalkan jejak dalam perjalanan hidup. Kita akan
 
 3
merasakan bahwa diri kita sebagai manusia yang berarti, dan bisamenunjukkan eksistensi diri sebagai manusia
2. Bekerja untuk Status
 Dari zaman ke zaman, status yang disandang seseorang agaknyaterus-menerus menjadi perbincangan. Dalam setiap generasi, artipentingnya status terus dipertimbangkan oleh masyarakat. Statusmenjadi bagian dari kehidupan, yang tampaknya terus dikejar dandiraih.Status, bagi sebagian orang, bagaikan merek yang mempre-sentasikan diri mereka. Bagaikan baju, sebuah merek mewakilikualitas bahan, jahitan, dan menimbulkan gengsi bagi pemakainya.Begitu pula dengan status yang melekat pada manusia. Seseorangdikatakan memiliki status yang
 
tinggi di tengah-tengah masyarakat jika ia menyandang nilai, atau atribut-atribut yang dianggap tinggiatau bergengsi. Sebaliknya, mereka yang tidak mempunyai nilai atauatau gengsi tersebut, statusnya akan dicap rendah. Semakin banyaknilai dan atribut bergengsi yang dimiliki, semakin tinggi statusnya dimasyarakat. Begitu pula sebaliknya.Banyak faktor yang membuat seseorang memiliki status yangtinggi dalam pekerjaan. Salah satunya adalal jenis pekerjaannya itusendiri. Namun sebelum itu, lupakan dulu bahasan tentang jenispekerjaan. Marilah kita bandingkan status orang yang bekerja danyang tidak bekerja. Orang yang yang bekerja apa pun jenispekerjaannya, akan memiliki status yang lebih tinggi dibandingkandengan orang yang menganggur. Dalam pandangan umum, orangyang bekerja tentu lebih terhormat dibandingkan dengan yang tidakbekerja.Dengan memiliki pekerjaan, kita akan merasa lebih percayadiri dibandingkan dengan menganggur. Kita juga tidak akan lagimenjadi beban bagi orang lain. Kita tidak lagi dipandang sebelahmata, karena telah mempunyai penghasilan sendiri dan pada saatyang sama, kita bisa memulai hidup mandiri. Dengan bekerja, kitaakan memperoleh gelar baru, yaitu "si penghasil sesuatu", bukan "sipeminta". Ibaratnya, sebelum bekerja kita adalah baju tanpa merek.Setelah bekerja, kita adalah baju yang bermerek. Baju yang bermerektentu harganya lebih mahal dibandingkan dengan baju yang tanpamerek. Sebelum bekerja, "harga" kita lebih rendah dibandingkansetelah bekerja, karena sudah ber-"merek".Setelah kita memiliki label atau merek tertentu, tahapberikutnya adalah apa label atau merek yang melekat pada diri kita?Masyarakat akan menilai "merek" yang menempel pada kita adalah"merek" ternama atau tidak. "Merek" tersebut berkualitas bagus atautidak. Dengan kata lain, setelah mendapat pekerjaan, kita akan dinilaikembali oleh masyarakat, di mana dan apa jenis pekerjaan kita,pekerjaan yang kita lakukan bergengsi atau tidak, mempunyai karir
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...