/  11
 
KURIKULUM KONSENTRASI HUKUM ISLAMYANG PROSPEKTIF DAN APLIKATIF
(
Beberapa Pokok Pikiran tentang Desain KurikulumKonsentarsi Hukum Islam yang Berbasis Konpetensi
)
1
 Oleh : Afifi Fauzi Abbas
2
 
A.
 
Iftitah
Pendidikan Tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yangdiselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggotamasyarakjat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yangdapat menerapkan, mengembang kan dan menciptakan pengetahuan,tekonologi, seni dan estetika. Tujuan akhir dari pendidikan adalah lahirnyaanggota masyarakat yang memiliki
survival system
untuk melanjutkankehidupannya. Lebih dari itu pendidikan juga didesain untuk menciptakanseseorang yang memiliki akhlak mulia, punya komitmen dengan nilai-nilaiagama yang diyakininya dan mampu melahirkan kreatifitas yang mandiri.Penyelenggaraan Perguruan Tinggi dilaksanakan atas dasar
kurikulum
 yang disusun oleh masing-masing Perguruan Tinggi sesuai dengan sasaranprogram studi.
3
Program Studi merupakan pedoman penyelenggaraanpendidikan akademik dan/atau profesional yang diselenggarakan atas dasarsuatu
kurikulum
serta ditujukan agar mahasiswa dapat menguasaipengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang sesuai dengan sasaran
kurikulum.
 
4
 
Kurikulum
Pendidikan Tinggi terdiri dari :1.
 
Kurikulum
Inti dan2.
 
Kurikulum
Institusional
1
Makalah disampaikan pada Acara SEMILOKA PENYUSUNAN KURIKULUMKONSENTRASI HUKUM ISLAM, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Darussalam BandaAceh, 26 Juli 2004
2
Lektor Kepala dalam bidang Fikih (Hukum Islam) dan Pembantu Dekan II di FakultasSyari’ah dan Hukum Uiniversitas Islam Negeri Jakarta.
3
Baca juga dalam konteks pembicaraan dalam makalah ini adalah : Bagian atauKonsentrasi
4
Lihat : PP.no 30 th 1990 Bab IV, Pasal 13 (1) dan (2).
 
Kurikulum
Inti merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yangharus dicakup dalam suatu program studi (bagian – konsentrasi. pen) yangdirumuskan dalam
kurikulum
yang berlaku secara nasional. Sedangkan
kurikulum
institusional adalah sekelompok bahan kajian dan pelajaran yangharus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam
kurikulum
untuk memperluas wawasan mahasiswa.
5
 Paradigma baru
kurikulum
, tidak lagi melihat lulusan PerguruanTinggi berdasarkan gelar kesarjanaannya, tapi lebih kepada kemampuannyaberadaptasi dengan lingkungannya melalui keahlian masing-masing(kompetensinya).Sesuai dengan SK Diknas No.232/U/2000 dan No. 045/U/ 2002,semua Perguruan Tinggi disarankan agar menerapkan
Kurikulum
BerbasisKompetensi (KBK), yang lebih berorientasi kepada peningkatan mutumahasiswa dengan pendekatan kepada keahlian dalam program studinyamasing-masing,Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki oleh seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampuoleh masyarakat dalam melaksanakan tugas di bidang pekerjaan tetentu.
6
 Kompetensi hasil didik suatu program studi terdiri dari :1.
 
kompetensi utama;2.
 
kompetensi pendukung, dan3.
 
kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut dengankompetensi utama.Sedangkan elemen-elemen kompetensi tersebut meliputi :a.
 
landasan kepribadian,b.
 
penguasaan ilmu dan ketrampilan,c.
 
kemampuan berkarya,d.
 
sikap dan prilaku, sertae.
 
memahami kaidah berkehidupan.
7
 
5
Lihat : Keputusan MENDIKNAS no. 232/U/2000, Pasal .7 s/d 9.
6
Lihat : Keputusan MENDIKNAS no. 045/U/2002 pasal 1
 
Kondisi objektif yang dihadapi oleh Fakultas Hukum UniversitasSyiah Kula Banda Aceh, berdasarkan hasil Evaluasi Diri tahun 2003,diketahui bahwa lulusan Fakultas Hukum Unsyiah masih sulit berssaingdalam dunia kerja. Dilihat dari waktu tunggu untuk mendapatkan kerjapertama bagi “produk” lulusan Fakultas Hukum Unsyiah yang rata-rata diatas 12 bulan, merupakan suatu priode waktu tunggu yang masih cukuppanjang bagi seorang lulusan untuk dapat memasuki dunia kerja.
8
 Ketika dilakukan analisis yang mendalam dari penyebab utamanya,diketahui antara lain adalah :1). Ketidak sesuaian konsentrasi ilmu hukum yang dikuasai oleh lulusandengan kebutuhan pasar kerja, khususnya kebutuhan lokal NAD saatini.2). Ketrampilan profesional lulusan yang masih sangat kurang (sebagianIPK < 2,5).3). Jiwa enterpreunership lulusan yang relatif rendah, dan4). Promosi ketenagakerjaan dan networking dengan dunia kerja masihbelum terbangun.
9
 Akan tetapi memang harus diakui bahwa “
menjadi kewajiban moral”
FHUnsyiahlah pertama dan utama untuk memenuhi kebutuhan lokal NAD untukmelahirkan lulusan yang punya kompetensi dalam bidang hukum Islam,sehingga pengembangan konsentrasi hukum Islam tidak dapat ditawar lagi.Untuk menjawab persoalan tersebut salah satu langkah strategis yangdapat dilakukan oleh FH Unsyiah adalah menyiap kan
kurikulum terpadu
untukFakultas Hukum Unsyiah, yang men cerminkan visi hukum umum (positif) disatu sisi dan visi hukum Islam di sisi lain. Jika itu belum dimungkinkan untuk
7
Ibid., Pasal 2 ayat (1) dan (2).
8
Baca Tor of Reference SEMILOKA Kurikulum Konsentrasi Hukum Islam yang BerbasisKompetensi, h.1
9
Catatan penulis adalah bahwa, apa yang menjadi penyebab pertama tersebut diatastidaklah sepenuhnya benar, kecuali lulusan FH Unsyiah hanya diorientasikan untuk mengisipasar kerja di NAD yang telah memberlakukan Syriat Islam. Sedangkan penyebab ketigamenurut hemat penulis bukanlah menjadi kompetensi utama lulusan FH Unsyiah, akan tetapiyang lebih dibutuhkan saat ini adalah kemampuan
leadership
terutama untuk mendukungketrampilan profesional yang memadai di bidang ilmu hukum.

Share & Embed

More from this user

Recent Readcasters

Add a Comment

Characters: ...