Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Retno a.P Statistik

Retno a.P Statistik

Ratings: (0)|Views: 489 |Likes:
Published by putriajah

More info:

Published by: putriajah on Jul 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
Penerapan
Peer Asessment 
dalam Pembelajaran TIK padaMateri Konsep Dasar Penggunaan Internet untuk Mengungkap Kecakapan Berkomunikasi siswa Kelas IX
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metode Penelitian Pendidikan Ilmu Komputer
Dosen: Munir, MT
Disusun Oleh:Retno Astrini Putri (0608872)Pendidikan Ilmu Komputer Kelas : A
Jurusan Pendidikan Ilmu KomputerFakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamUNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
 
BAB IPendahuluanI.1 Latar belakang penelitian
Komunikasi adalah sebuah proses interaksi untuk berhubungan dari satu pihak ke pihak lainnya dimulai dengan sejumlah ide-ide yang abstrak atau pikiran dalam otak seseorang untuk mencari data atau menyampaikan informasi yang kemudian dikemas menjadi sebentuk pesanuntuk kemudian disampaikan secara langsung menggunakan bahasa berbentuk kode visual, kodesuara, atau kode tulisan (Zubair,2006).Berdasarkan pengertian tersebut kecakapan berkomunikasi sangat penting untuk dimilikioleh siswa dan dikembangkan dalam proses pembelajaran. Karena pada saatnya nanti siswa akanmenjadi salah satu bagian dari masyarakat pada berbagai profesi yang disandangnya sehinggamereka harus mampu berinteraksi dan bersosialisasi.Komunikasi merupakan hal yang penting dimiliki terutama bagi orang-orang yang berprofesi sebagai guru, pengacara, politikus, presenter, diplomat dan masih banyak lagi. Olehkarena itu penting kiranya jika komunikasi ini dilatihkan kepada siswa karena komunikasi akansiswa gunakan di masa yang akan datang setiap saat dalam kehidupannya. (
Teaching TheScience Process Skills, 5
). Ilmuwan sekalipun yang waktunya dihabiskan di laboratorium untuk mensistesis senyawa baru harus memiliki kemampuan mempublikasikan hasil temuannya, jikatidak produk penelitiannya akan diklaim oleh pihak lain. Dalam jurnal Teaching The ScienceProcess Skills disebutkan bahwa dalam perkembangan awal siswa akan menggunakanketerampilan untuk mengobservasi dan berkomunikasi. Kemampuan tersebut akan terus berkembang seiring dengan pengalaman dan wawasan yang dimiliki.Di dalam kurikulum 2006 yang saat ini diterapkan , terdapat Ketrampilan Proses Sains(KPS) yang di dalamnya menyangkut kecakapan berkomunikasi yang sangat perludikembangkan. Hal ini tercantum dalam Standar Kompetensi, bahwa setelah kegiatan pembelajaran siswa mampu menjelaskan, mendeskripsikan bahkan mengkomunikasikan sesuatu(Depdiknas, 2006). Rustaman(2000:89) mengemukakan bahwa komunikasi merupakan bagian
 
dari keterampilan proses sains. Berdasarkan hal tersebut jelas mengindikasikan bahwa pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan berkomunikasi perlu dikembangkan.Kenyataan di lapangan mengindikasikan lain, ternyata penilaian berbasis KPS terutamakecakapan berkomunikasi sangat jarang dilakukan. Penilaian umum digunakan hanya berpusat pada sejauh mana pencapaian/pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Dengan katalain penilaian hanya ditekankan pada penilaian produk bukan proses. Menurut Lie (2000) bahwa pembelajaran saat ini harus berorientasi pada proses bukan hasil.Kendala yang dirasakan guru untuk menilai kecakapan berkomunikasi adalahketerbatasan guru untuk menilai sekian banyak siswa secara langsung. Selain itu kecenderungansiswa canggung untuk mengungkapkan ide dan pendapatnya dalam kelas ketika berhadapandengan guru sehingga kecakapan berkomunikasi tersebut tidak terlihat. Di pihak lain siswa akanlebih nyaman ketika menyampaikan ide dan pendapatnya pada teman sejawatnya, karena merekamenggunakan bahasa yang setara dalam pembicaraannya. Sementara ketika komunikasi antar teman sejawat terjadi, sulit untuk dinilai oleh guru . Oleh karena itu perlu dikembangkan sebuahinovasi dalam penilaian agar kebutuhan akan penilaian kecakapan berkomunikasi tercapai,sehingga tujuan pembelajaran dalam kurikulum tercapai. Salah satu inovasi dalam penilaian yangsaat ini berkembang adalah
 Peer Assessment 
.
 Peer Assessment 
adalah keterlibatan anggota kelompok untuk menilai anggota kelompok lain dalam satu kelompok yang sama sebaik mungkin (Bostock,2000). Menurut Crockett danPeters dengan menggunakan
 Peer Assessment 
dapat meringankan tugas guru untuk menilai proses kelompok (Lie,2000). Karena proses kelompok tidak mungkin dilakukan oleh seorangguru sementara siswa yang dihadapi banyak. Guru tidak akan mampu mengawasi semua aktifitassiswa secara langsung dalam waktu yang bersamaan. Dengan
 peer assessment 
informasi proseskelompok akan diketahui sebaik mungkin (Bostock,2000). Hasil penilaian kelompok dapatdijadikan sebagai
 feedback 
perbaikan pembelajaran bagi guru dan memberikan
 feedback 
(Wenzel,2007) terhadap kemampuan siswa berdasarkan penilaian temannya. Penerapan
 peer assessment 
dalam penilaian dapat membantu siswa untuk berlatih mengevaluasi dan mengkritisi pekerjaan temannya, kemampuan mengevaluasi ini akan melatih siswa untuk menimbang kriteriayang benar dan salah sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ta Qi liked this
Ardita Dhietzo liked this
Susanti Ningrum liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->