dikembangkan. Hal ini tercantum dalam Standar Kompetensi, bahwa setelah kegiatan pembelajaran siswa mampu menjelaskan, mendeskripsikan bahkan mengkomunikasikan sesuatu(Depdiknas, 2006). Rustaman(2000:89) mengemukakan bahwa komunikasi merupakan bagiandari keterampilan proses sains. Berdasarkan hal tersebut jelas mengindikasikan bahwa pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan berkomunikasi perlu dikembangkan.Kenyataan di lapangan mengindikasikan lain, ternyata penilaian berbasis KPS terutamakecakapan berkomunikasi sangat jarang dilakukan. Penilaian umum digunakan hanya berpusat pada sejauh mana pencapaian/pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Dengan katalain penilaian hanya ditekankan pada penilaian produk bukan proses. Menurut Lie (2000) bahwa pembelajaran saat ini harus berorientasi pada proses bukan hasil.Kendala yang dirasakan guru untuk menilai kecakapan berkomunikasi adalahketerbatasan guru untuk menilai sekian banyak siswa secara langsung. Selain itu kecenderungansiswa canggung untuk mengungkapkan ide dan pendapatnya dalam kelas ketika berhadapandengan guru sehingga kecakapan berkomunikasi tersebut tidak terlihat. Di pihak lain siswa akanlebih nyaman ketika menyampaikan ide dan pendapatnya pada teman sejawatnya, karena merekamenggunakan bahasa yang setara dalam pembicaraannya. Sementara ketika komunikasi antar teman sejawat terjadi, sulit untuk dinilai oleh guru . Oleh karena itu perlu dikembangkan sebuahinovasi dalam penilaian agar kebutuhan akan penilaian kecakapan berkomunikasi tercapai,sehingga tujuan pembelajaran dalam kurikulum tercapai. Salah satu inovasi dalam penilaian yangsaat ini berkembang adalah
Peer Assessment
.
Peer Assessment
adalah keterlibatan anggota kelompok untuk menilai anggota kelompok lain dalam satu kelompok yang sama sebaik mungkin (Bostock,2000). Menurut Crockett danPeters dengan menggunakan
Peer Assessment
dapat meringankan tugas guru untuk menilai proses kelompok (Lie,2000). Karena proses kelompok tidak mungkin dilakukan oleh seorangguru sementara siswa yang dihadapi banyak. Guru tidak akan mampu mengawasi semua aktifitassiswa secara langsung dalam waktu yang bersamaan. Dengan
peer assessment
informasi proseskelompok akan diketahui sebaik mungkin (Bostock,2000). Hasil penilaian kelompok dapatdijadikan sebagai
feedback
perbaikan pembelajaran bagi guru dan memberikan
feedback
(Wenzel,2007) terhadap kemampuan siswa berdasarkan penilaian temannya. Penerapan
peer assessment
dalam penilaian dapat membantu siswa untuk berlatih mengevaluasi dan mengkritisi
3
Leave a Comment