Au ta ermasu ecua menatangan peraan seama au mas eresanggupan. Dantidak ada taufik bagiku, melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah akubertawakal dan hanya kepada-Nya lah aku kembali.Hai kaumku, janganlah hendakya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamumenjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud ataukaum Shaleh, sedang kaun Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu.Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. SesungguhnyaTuhanku Maha Penyayang lagi maha Pengasih.Mereka berkata: "Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakana itudan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang benar-benar lemah diantarakami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupunbukanlah seorang yang berwibawa disisi kami.Syu'aib menjawab: "Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmudaripada Allah, sedangkan Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang dibelakangmu?.Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan".Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatalah menurut kemampuanmu, sesungguhya akupunberbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yangmenghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (tuhanku), sesungguhnyaakupun menungu bersama kamu." Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu'aib dan orang-orang yang berimanbersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakanoleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di tempat tinggalnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah kebinasaanlahbagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud yang telah binasa.(QS Huud 84-95).
Dengan memikirkan "batu /prasasti Syu'aib" yang tidak lain kecuali menerukan mereka kepada kebaikan, kaumMdyan dihukum dengan kutukan dari Allah dan merekapun telah dibinasakan sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat diatas. Masyarakat Madyan bukanlah satu-satunya contoh. Sebaliknya sebagaimana Syu'aib sedang berbicarakepada kaumnya, banyak masyarakat yang telah ada lebih dahulu sebelum masyarakat Madyan yang telahdibinasakan. Setelah Madyan, banyak masyarakat lain yang juga dihancurkan oleh kemurkaan Allah.Di dalam halaman-halaman berikut, kita akan menyebutkan masyarakat-masyarakat yang telah disebutkan diatasyang telah dibinasakan dan sisa-sisa peninggalan mereka. Di dalam Al Qur'an, masyarakat-masyarakat inidisebutkan secara mendetail dan orang-orang diajak untuk merenungkan dan mengambil pelajaran serta peringatantentang bagaimana kaum-kaum ini berakhir.Pada titik ini, Al Qur'an secara khusus menarik perhatian terhadap kenyataan bahwa sebagian besar darimasyarakat yang dihancurkan tersebut memiliki tingkat peradaban yang tinggi. . Di dalam Al Qur'an, sifat-sifat darikaum-kaum yang dihancurkan ditekankan sebagai berikut:
Dan berapa banyakkah umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itulebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?.(QS Qaf 36).
Dalam ayat tersebut, dua sifat dari kaum yang telah dihancurkan secara khusus ditekankan. Yang pertama adalahmereka merasa "lebih besar kekuatannya". Hal ini berarti bahwa masyarakat-masyarakat yang telah dibinasakantersebut telah berada dalam suatu tingkat kedisiplinan dan system birokrasi militer yang tangguh dan merenggutkekuatan diwilayah mereka berada memalui dengan cara paksaan kekuatan. Point kedua adalah masyarakt-masyarakat yang telah disebutkan dimuka mendirikan kota-kota besar yang dihiasai dengan karya-karya arsitekturmereka.Hal ini patut untuk diperhatikan bahwa dari kedua macam sifat-sifat ini termasuk yang dimiliki oleh peradaban yangada dijaman kita sekarang ini, yang telah membentuk sebuah kebudayaan dunia yang begitu luas melalui ilmupengetahuan dan teknologi saat ini dan telah mendirikan negara-negara yang tersentralisir, kota-kota besar, namunmereka masih tetap mengingkari dan mengabaikan Allah, melupakan bahwa semua hal tersebut memungkinkanuntuk dibuat kaena Kekuasan Allah saja. Namun, sebagaimana dikatakan di dalam ayat, peradaban mereka yangtelah berkembang tidak bisa menyelamatkan masyarakat yang telah dihancurkan tersebut, dikarenakan peradabanmereka berdiri diatas landasan pengingkaran terhadap Allah. Akhir dari peradaban saat inipun tidak akan berbedaselama peradaban sekarang ini berdasarkan kepada pengingkaran dan berperilaku jahat di dunia.Sejumlah peristiwa penghancuran, beberapa diantaraya yang diceritakan dalam Al Qur'an, telah dibenarkan olehberbagai penelitian arkeologis yang dilakukan di jaman modern, Temuan-temuan ini yang secara jelas membuktikanbahwa peristiwa-peristiwa yang dikutip dalam Al Qur'an benar-benar pernah terjadi, menjelaskan perlunya untukmenjadi "peringatan terlebih dahulu" yang banyak digambarkan dalam kisah-kisah Al Qur'an. Allah berfirman didalam Al Qur'an bahwa penting untuk "bepergian di muka bumi" dan "melihat bagaimana kesudahan orang-orangsebelum mereka".Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantarapenduduk negeri. Maka tidaklah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orangsebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orangyang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memikirkanya.
This document is created with trial version of CHM2PDF Pilot 2.15.74.
Leave a Comment