Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
17Activity
P. 1
MADILOG - Tan Malaka

MADILOG - Tan Malaka

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 1,050 |Likes:
Published by BMT-link
MADILOG - Tan Malaka
MADILOG - Tan Malaka

More info:

Published by: BMT-link on Jul 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2012

pdf

text

original

 
MADILOG
Tan Malaka (1943)
Sumber:
Terbitan Widjaya, Jakarta, tahun 1951. Bab III diambil dari terbitan Pusat DataIndikator, 1999.
Kontributor:
Diketik oleh Abdul, ejaan diedit oleh Ted Sprague. Dimuat di MIA pada tanggal13 Juni 2007.
DAFTAR ISI
 
SEJARAH MADILOG
 Ditulis di Rawajati dekat pabrik sepatu Kalibata Cililitan Jakarta. Disini saya berdiam dari 15 juli1942 sampai dengan pertengahan tahun 1943, mempelajari keadaan kota dan kampung Indonesiayang lebih dari 20 tahun ditinggalkan. Waktu yang dipakai buat menulis Madilog, ialah lebihkurang 8 bulan dari 15 juli 1942 sampai dengan 30 maret 1943 (berhenti 15 hari), 720 jam, ialahkira-kira 3 jam sehari.Buku yang lain ialah Gabungan Aslia sudah pula setengah di tulis. Tetapi terpaksa ditunda.Sebab yang pertama karena kehabisan uang. Kedua sebab sang Polisi, Yuansa namanya diwaktuitu, sudah 2 kali datang memeriksa dan menggeledah rumah lebih tepat lagi “pondok’’ tempatsaya tinggal. Lantaran huruf madilog dan Gabungan Aslia terlampau kecil dan ditaruh di tempatyang tiada mengambil perhatian sama sekali, maka terlindung ia dari mata polisi. Terpeliharalah pula kedua kitab itu dan pengarangnya sendiri seterusnya dari mata dan tongkat kempei Jepang.Lantaran hawa kediaman saya itu sudah agak panas dan bahaya kelaparan sudah mengintip,maka terpaksalah saya memberhentikan pekerjaan saya meneruskan menulis Gabungan Aslia.Saya bertualang di daerah Banten mencari nafkah sambil memperlindungkan diri pula.Akhirnya saya dapat pekerjaan tetap di Tambang Arang, Bayah. Disinilah saya mendapat pekerjaan sedikit lebih tinggi dari romusha biasa, (maklumlah orang tak punya diploma dan suratketerangan!) sampai menjadi pengurus semua romusha dan penduduk kota Bayah dan sekitarnyadalam hal makanan, kesehatan, pulang-pergi dan sakit matinya romusha ribuan orang, dengan perantaraan kantor urusan prajurit pekerja.Sebagai ketua Badan Pembantu Pembelaan (BPP) dan Badan Pembantu Prajurit Pekerja (BP3),saya akhirnya sampai dipilih menjadi wakil daerah Banten ke kongres Angkatan Muda yangdijanjikan di Jakarta, tetapi tak jadi itu (bulan Juni 1945). Disinilah saya berjumpa dengan pemuda seperti Sukarni, Chairul Saleh, dll. yang sekarang mengambil bagian dalam pergerakanPersatuan Perjuangan. Juga dengan pemuda lainnya umpamanya seorang jurnalis yang amatdikenal di sekitar Bayah ketika itu, tak lebih dan tak kurang dari Bang Bejat, alias Anwar Tjokroaminoto dan saudaranya. Resan minyak ke minyak, resan air ke air, kata pepatah.Demikianlah pengarang ini yang pada masa Jepang itu memperkenalkan dirinya dengan namaILJAS HUSSEIN, dengan jalan memutar sampai juga ke golongan yang dicari yang mulaimengambil bagian besar dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus1945, ialah golongan pemuda. Pekerjaan revolusioner di samping pemuda itu sampai sekarangterus berlaku, yakni Persatuan Perjuangan yang sudah mulai menulis sejarah. Atas permintaan pemuda pulalah Madilog sekarang akan disebarkan di antara mereka yang rasanya sanggupmenerimanya.Pena merayap di atas kertas dekat Cililitan, di bawah sayapnya pesawat Jepang yang setiap harimendengungkan kecerobohannya di atas pondok saya. Madilog ikut lari bersembunyi ke BayahBanten, ikut pergi mengantarkan romusha ke Jawa tengah dan ikut menggeleng-geleng kepalamemperhatikan proklamasi Republik Indonesia. Di belakang sekali ikut pula ditangkap diSurabaya bersama pengarangnya, berhubung dengan gara-gara Tan Malaka palsu……………… bahkan hampir saja Madilog hilang.
 
Baru 3 tahun sesudah lahirnya itu, Madilog sekarang memperkenalkan dirinya kepada merekayang sudi menerimanya. Mereka yang sudah mendapat minimum latihan otak, berhati lapang danseksama serta akhirnya berkemauan keras buat memahamkannya.TAN MALAKALembah Bengawan Solo, 15 Maret 1946.

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zack Chaplin liked this
cancoute liked this
cancoute liked this
Irwan Septiana liked this
Norman Joshua liked this
Mick Dandy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->