5
Setiap konsep atau gagasan yang tidak berkenan di hatiTuhan Yesus agar disingkirkan dari pikiranku, keluar dariingatanku! Sebaliknya, setiap konsep yang sesuai denganpengajaran Tuhan Yesus, saya mau terima dengan hatiterbuka. Meteraikanlah semua konsep dan gagasan itu kedalam hati, akal dan pikiranku, ya Tuhan.Sucikanlah hati, akal dan pikiranku ya Tuhan, agar sayadapat menerima karya Roh Kudus di dalam diriku. Dalamnama Yesus Kristus Juruselamatku saya bermohon. AMIN.
(.......................)
Saudara pembaca yang dikasihi Tuhan Yesus,sebelum melanjutkan bahasan ini perkenankan sayamenyinggung istilah yang digunakan dalam buku ini:pertarungan 'kebenaran' (dalam tanda kutip). Tanda kutipini menunjukkan bahwa yang dimaksudkan oleh istilahlitu bukan sekedar beradu benar, yakni kebenaran yangdikemukakan seseorang yang diperhadapkan dengankebenaran yang dikemukakan seorang lain; tetapi jugabentuk pertarungan yang terjadi sewaktu kebenaranberbenturan dengan dusta. Dan dalam benturan itu, salahsatu pasti tersingkir!Pertarungan beradu benar bukanlah hal yang aneh bagimanusia yang berbudaya. Anda dapat mengamati hal ituterjadi sewaktu di tengah masyarakat. Perhatikanlah duapihak yang bertikai dengan bersilat lidah, bukankah itupertarungan beradu benar?Kalau tidak dapat menyelesaikan sendiri masalah yangdihadapi, mereka yang beradu-tinju untuk penyelesaianmasalahnya. Dua pihak yang bertikai itu mungkin akanmencari pihak ketiga, seorang penengah atau jurudamai,yang bertugas mengungkapkan serta menilai kebenaran-
6
kebenaran, yang saling berbenturan, yang diajukan olehpihak-pihak yang bertikai.Kalau penengah itu gagal, maka yang bertikai itu akanmenghadap Mahkamah! Bukan sekedar juru-penengah,tetapi Pengadilan, yang berwibawa, yang akanmemutuskan pertikaian dengan penuh kuasa. Dengancara demikian diharapkan kebenaran akan terungkapsecara jelas dan pertikaian itu terselesaikan.Namun sekali lagi, Iblis mampu campur tangan dalampenyelesaian pertikaian secara demikian. Dusta dankecurangan berperan dalam banyak proses peradilanduniawi. Maka sekali lagi: manusia diseret oleh Ibliskepada taraf yang hina. Bukan sekedar taraf hewani,tetapi lebih hina lagi: taraf Iblisi, oleh karenadimanfaatkannya ilmu-ilmu Iblis:
'kecurangan'
dan
'dusta'.
Saudara, perkenankan saya menceritakan (suatuilustrasi) tentang tiga tokoh: si Perenang, si Pecatur, dansi Pegulat. Perhatikanlah si Pecatur, ahli dalam permainancatur. Berulangkali si Pecatur dikalahakan oleh si Pegulatdalam pertandingan gulat. Takluk sungguhkah si Pecaturterhadap si Pegulat oleh kekalahan bergulat itu?Pada pihak lain, beberapa kali terjadi si Pecaturdikalahkan oelh si Perenang dalam bermain catur.Sekarang anda harus menjawab pertanyaan berikut:Kepada siapakah si Pecatur itu lebih takluk, kepada siPegulat (yang mengalahkannya di arena gulat), ataukahkepada si Perenang yang berulangkali mengalahkannya diatas papan catur? saya memastikan anda telah menjawabdengan benar! Begitu pulalah Iblis, si Lucifer. Besertamalaikat-malaikat Iblispun. Mereka takluk sungguh kalaudikalahkan dalam bidang keahlian mereka: berpekara!Sebab Iblis memang
tukang mendakwa, kuatberperkara
, seperti dinyatakan oleh Kitab Ayub ps.-1dan -2, Wahyu 12:10, juga Za.3:2, dan lain-lainnya!
Leave a Comment