• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
1
Tetapi Manusia TidakMemperhatikan.
PENDAHULUAN
Sadarkah kita manusia, bahwa kita tidak lebih dari makhluk hina ciptaan Tuhan? Namun, perilaku berdoa yang bagaimanayang telah kita laksanakan di masa lalu?Apakah doa-doa yang anda panjatkan bermental ‘kere’(pengemis)? Yang isinya hanya permintaan melulu? SehinggaTuhan hanya diperlakukan sebagai pelaksana keinginanmanusia belaka? Diperlakukan sebagai ‘bedinde’ (pesuruh)yang disuruh melakukan ‘ini -itu’? Lebih parahnya, ‘bedinde’biasanya beroleh upah yang layak, pelbagai kebutuhan merekadipenuhi, bahkan ada yang sampai diberi kamar-pribadi yangdilengkapi dengan TV-pribadi! Namun ‘Pesuruh” Yang Satu itutidak pernah kita pikirkan kepentinganNya. Betapa konyolnyasikap manusia!Maka tulisan ini hanya berguna bagi mereka yang mau (belajar)perduli akan kepen-tingan Tuhan Yesus. Atau bagi mereka yangingin maju di dalam kehidupan rohani. Tulisan ini tidak bergunabagi mereka yang sudah merasa O.K., sudah sejahtera dalamkehidupan mereka, atau sudah merasa bergaul bagus denganTuhan. Bagi dua golongan yang disebut pertama, Penulismengucapkan Selamat Membaca, dan raih-lah berkat rohanidari Yesus Kristus. Amin!2
1. TUHAN BERBICARAMELALUI‘SCRIPTURA’
Banyak orang Kristen memiliki Alkitab secara pribadi. Namunapakah Alkitab itu sudah dimanfaatkan secara semestinya?Suatu cara penggunaan Alkitab secara efektif dikemukakan olehRasul Paulus dalam 2Tim.3:16-17:
Segala tulisan yang diilhamkan Theos memang bermanfaat untuk mengajar,untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Theos diperlengkapiuntuk setiap perbuatan baik.
{CATATAN:
Sedemikian ramainya polemik mengenai istilah ‘Allah’ di dalamAlkitab (banyak golongan-golongan yang menolak istilah ‘Allah’ karenaberasal dari Tanah Arab, sembahan orang Muslim, anti Kristus), makaPenulis mau bebas dari pertikaian itu, seraya mengambil sikap yang tidakmungkin salah: menggunakan saja istilah ‘Theos’, sesuai dengan yangdigunakan dalam Kitab Perjanjian Baru berbahasa asli: bahasa Yunani!
}
Rasul Paulus menyatakan bahwa segala
tulisan yang diilhamkan Theos
, dalam bahasa-asli: segala
‘scriptura’
(Inggr: ‘every
scripture’
), berarti menunjuk kepada PerjanjianLama, karena di saat itu, Kitab Perjanjian Baru (yang jugadiilhamkan Tuhan) belum tersusun seperti keadaannya yangsekarang! Maka di masa kini, kita mengimani bahwa Kitab danSurat-surat di dalam Perjanjian Baru sama efektifnya untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaikikelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.Jelaslah bahwa Tuhan dapat menyatakan kehendakNya atas dirimanusia, pribadi lepas pribadi, melalui isi Alkitab yang dibacaoleh yang bersangkutan. Dan setiap pribadi yang berusahamentaati kehendak Tuhan melalui pembacaan Alkitab, akanberoleh pengajaran, terkena koreksi atas kesalahan, dan
 
3mendapat penanggulangan atas kelakuan yang kurang baik sertaterkena didikan untuk hidup semakin benar.Semua penanggulangan yang Tuhan lakukan atas diri manusia,tentu berguna untuk kita sendiri, agar menjadi pribadi yangdapat diandalkan Tuhan untuk melakukan perbuatan baik,sebagaimana selayaknya setiap manusia milik Tuhan sendiri.Saudara ingin membuktikan pernyataan Rasul Paulus itu?Ujilah! Secara acak (‘random’; Inggr.) bukalah Alkitab saudara,lalu baca di dalam bimbingan Roh Kudus (Roh Yesus), dari duahalaman yang terbuka pasti anda akan beroleh tegoran, atausekurang-kurangnya nasihat, yang berguna untuk perbaikankepribadian anda! Bahkan Tuhan dapat memberikan informasiyang anda perlukan melalui pembacaan itu demi suksesnyasuatu pelayanan!
SUATU KASUS
, beberapa tahun yang silam saya melayaniseorang tua, pensiunan Angkatan Darat, yang telah mengalamikelumpuhan akibat stroke. Pada pertemuan pertama, ia belummau sungguh-sungguh takluk kepada Tuhan Yesus, belumsung-guh terbuka untuk dilayani. Saya pulang ke rumah danmalam itu berdoa baginya, seraya menanyakan kepada Tuhan,siapa gerangan orangtua itu!? Saya bermohon agar Tuhanmembukakan sedikit kepribadian orangtua itu, lalu sayamembuka Alkitab secara acak dan dua halaman yang terbukasaya baca. Dalam Alkitab saya, kedua halaman itu dipenuhioleh penghitungan
laskar Israel
(Bil.Ps.26) dan tidak ada lagiinformasi lainnya yang dapat saya tangkap...Saya merenung dan menanyakan kepada Tuhan apagerangan makna pem-bacaan itu?
Laskar Israel...
ini bertepatandengan profesi orang yang saya layani: Angkatan Darat!Beberapa saat kemudian datanglah tuntunan di dalam roh: yangberwajib melakukan penghitungan laskar dalam AngkatanDarat, korps apa gerangan? Dengan mudah saya memastikan:4urusan penghitungan laskar adalah Korps Ajen (AjudanJendral)!Pada pertemuan berikutnya saya kemukakan ‘tebakan’saya mengenai keang-gotaan Korps orangtua itu. Dia herankarena tidak pernah diceriterakannya hal itu. Saya uraikanbagaimana saya beroleh informasi tersebut: dari Sorga. Maka iasema-kin takluk kepada Yesus Kristus; terpujilah Juruselamatkita.Saudara, sejak awal ‘penangkapan’ diri saya menjadi hambaYesus, Tuhan sudah memberitahu kepada saya bidangpelayanan apa yang harus saya tekuni di masa mendatang! Halitu bukan suatu ramalan, melainkan uraian tugas (Inggr.: ‘job-description’) dari Tuhan sendiri. Sebab saya bukan hamba-gereja, bukan bawahan seseorang hamba Tuhan lain, melainkanhambaNya Yesus Kristus! Beroleh penentu-an tugas oleh Dia,dan bertanggung-jawab langsung kepada Yesus. Betapasukacita, melayani Raja Semesta Alam; Hallelu-Yesus!Perlu dicatat, pemberitahuan Tuhan melalui (dua halaman)Alkitab terbagi atas dua jenis; yang langsung memberipengarahan Tuhan dan yang masih harus ditafsirkan. Berhati-hatilah dalam penafsiran, karena Iblis mungkin menyelusupkangagasannya di dalam proses penafsiran, sehingga anda melesetmengerti kehendak Tuhan. Maka dalam beberapa keadaan, tidak cukup satu ‘channel’ (Alkitab) menjadi pegangan. Seseorangdapat bermohon kepada Tuhan agar ber-bicara melalui‘channel’ yang lain. Jika cocok, dua ‘channelitu lebihmenjamin tepatnya informasi yang anda terima. Bukankah(prinsip Alkitabiah)
kesaksian dua pihak adalah cukup
?
2. TUHAN ’BICARA’ MELALUI MIMPI / PENGLIHATAN
Siapa yang tidak pernah bermimpi...? Kasus Jusuf-ben-Yakub,dan beberapa tokoh Alkitab lainnya, menunjukkan bahwa
 
5Tuhan dapat menggunakan ‘channelmimpi untumenghubungi manusia. Kebenaran ini dicatat jelas di dalamAy.33:14--:
Karena Tuhan berfirman dengan satu dua cara,tetapi orang tidak memperhati-kannya.
Dalam mimpi
 , dalam penglihatan di waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bilaorang berbaring di atas tempat tidur, maka
Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran- teguran...
Namun di pihak lain, hamba-hamba Iblis (para dukun danparanormal) banyak ber-oleh informasi melalui mimpi pula. Halini menunjukkan bahwa Iblis-pun pandai menggunakan‘channel’ mimpi ini. Semakin rancu urusan mimpi ini jikadiingat Pkh.5:2:
Karena sebagaimana mimpi disebabkan
oleh banyak kesibukan...
Adanya tiga sumber mimpi ini mengharuskan kita berhati-hatidalam menafsirkan (makna) mimpi. Tafsir itu dapat berpusatkan(kepentingan) Tuhan, atau berpusatkan (kepentingan) manusiaatau Anthropocentric, bahkan mungkin berpusatkan kepen-tingan Iblis! Kedua kepentingan yang terakhir dapat membawakepada kesesatan!Kesimpulannya: seringkali ‘channel’ mimpi secara sendiriantidak dapat diandalkan. Masih membutuhkan pemeriksaanmelalui ‘channel’ lain, demi tercapainya prinsip Alkitabiah:
kesaksian dua pihak, barulah cukup.
3. TUHAN BER’BICARA’ MELALUIPERISTIWA
Kitab Ayub juga yang mengajarkan ‘channel’ yang ketiga ini[Ay.33:14,19--]:
Karena Tuhan berfirman dengan satu duacara, tetapi orang tidak memperhatikan-nya,...
Dengan penderitaan
ia ditegur di tempat tidurnya, dan
berkobar terus- menerus bentrokan
dalam tulang-tulangnya;
perutnya bosan makanan... susutlah daging
nya, sehingga tidak kelihatan
6
lagi...
tulang-tulangnya
 , yang mula-mula tidak tampak,menonjol keluar...
Bagi manusia yang peka (sensitive) akan pesan Tuhan dua ataubahkan satu peris-tiwa, cukup untuk mengerti kehendak Tuhan.Namun bagi yang tumpul-rasa, tidak peka, rentetan peristiwadibutuhkan, seperti diuraikan dalam Kitab Ayub itu. Keada-ansedemikian mirip dengan pengalaman hewan diperlakukan olehmanusia. Seekor kuda-delman atau kuda pedati yang penuhpengertian, sentakan ringan pada tali kekang cukup untuk membuat hewan itu membelok, sesuai arah sentakan tali-kekangitu! Namun bagi yang kurang peka, sentakan yang berulang-ulang, dan yang keras, baru di-mengertinya.Dalam pelayanan, dapat dijumpai jenis manusia bebal demikian.Ada yang harus beroleh sentakan (lecutan) keras (dari Tuhan),misalnya sakit keras, barulah mulai dengar-dengaran akankehendak Tuhan. Berbahagialah mereka yang, cukup dengansatu sentakan ringan, segera mengerti kehendak Tuhannya;Hallelu-Yesus!Rentetan peristiwa seringkali memerlukan penafsiran juga.Maka adakalanya di-butuhkan pelayanan-pribadi untumengerti kehendak Tuhan, teristimewa dalam kasus sakit-penyakit, seperti dicontohkan dalam Kitab Ayub. Salah satucara penaf-siran atas rentetan peristiwa, sesungguhnyadilakukan juga oleh orang dunia, dalam bidang ilmuEconometrics: Trend-analysis. Analisa sedemikian menolong juga dalam upaya kita mengerti kehendak Tuhan.Dari rentetan peristiwa dari waktu-ke-waktu dapat diamatikecenderungan, ke arah mana Tuhan membimbing manusia(dalam kehidupan dan pelayanan). Jika anda mematuhi Dia,berbahagialah anda!
UNDIAN 
atau
membuang undi
termasuk kepada (rentetan-)peristiwa yang Tuhan atur, sehingga menjadi cara untuk 
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...