Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
The Operational Amplifier (Op-Amp)

The Operational Amplifier (Op-Amp)

Ratings: (0)|Views: 50 |Likes:
Published by Umar Sidik
Umar Sidik, CV. Electronusa Mechanical Engineering, 2013
Umar Sidik, CV. Electronusa Mechanical Engineering, 2013

More info:

Categories:Book Excerpts
Published by: Umar Sidik on Sep 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2014

pdf

text

original

 
227
OPERATIONAL AMPLIFIER(OP-AMP)
11.1Pendahuluan
(a)(b)(c)Gambar 11.1. Berbagai macam penguat operasional (
operational amplifier 
).Pada dasarnya penguat operasional (
operational amplifier 
) atau yang disebut jugadengan op-ampseperti yang terlihat pada gambar 11.1 di atas inimerupakansebuah komponen elektronika yang dikemas secara terpadu (
integrated circuit 
),tentu hal tersebut berbeda dengan sebuah transistor maupun dioda yang dikemassecara individu (diskrit). Penguat operasional (
operational amplifier 
) tersebuttersusun dari beberapa transistor hingga membentuk sebuah rangkaian fungsional.Pada prinsipnya penguat-penguat operasional (
operational amplifier 
)digunakan untuk melakukan operasi-operasi aritmatika seperti penambahan(
adding
), pengurangan (
substraction
), integarasi (
integration
) dan diferensiasi(
differentiation
) saat awal ditemukannya. Pada saat awal ditemukannya tersebut,penguat-penguat operasional (
operational amplifier 
) tersusun atas tabung-tabunghampa (
vacuum tube
) yang bekerja dengan tegangan tinggi, namun saat inipenguat operasional merupakan rangkaian terpadu linear (
linear integrated circuit 
) yang menggunakan tegangan dc (
direct current 
).Pada dasarnya penguat-penguat operasional (
operational amplifier 
)merupakan pengembangan dari penguat-penguat differensial yang digunakanuntuk membandingkan 2 (dua) buah sinyal masukan (
input 
). Hasil pengembangan
 
228tersebut memungkinkan sebuah penguat operasional memiliki impedansi masukan(
input impedance
) yang tinggi, arus masukan (
input current 
) yang rendah danimpedansi keluaran (
output impedance
) yang rendah.
11.1.1Simbol
Gambar 11.2.simbolpenguatoperasional (
operational amplifier 
).Pada umumnya penguatoperasional (
operational amplifier 
)disimbolkan seperti yang terlihat padagambar 11.2 di samping ini.
11.1.2Konstruksi
Pada prinsipnya sebuah penguat operasional (
operational amplifier 
) tersusunatas 3 (tiga) jenis rangkaian penguat (
amplifier circuit 
), yaitu seperti yang terlihatpada gambar 11.3 di bawah ini:1.Penguat diferensial (
differential amplifier 
).2.Penguat tegangan (
voltage amplifier 
).3.Penguat neraca (
 push
-
 pull amplifier 
).Gambar 11.3.Struktur dasar sebuah penguat operasional (
operational amplifier 
).Pada dasarnya penguat diferensial (
differential amplifier 
) yang terdapat padasebuah penguat operasional merupakan tingkat masukan (
input stage
) bagipenguat operasional tersebut. Penguat diferensial pada penguat operasionaltersebut akan memberikan penguatan pada perbedaan tegangan di antara 2 (dua)masukan penguat operasional. Keluaran dari penguat diferensial tersebut akan
 
229menjadi masukan bagi penguat tegangan (
voltage amplifier 
) untuk mendapatkanpenguatan tambahan (
additional gain
) yang akhirnya akan dikeluarkan olehpenguat neraca kelas B (
 push
-
 pull amplifier 
) sebagai keluaran dari penguatoperasional. Penguat tegangan (
voltage amplifier 
) tersebut dapat berjumlah lebihdari 1 (satu) tingkat penguat tegangan (
voltage amplifier stage
) pada beberapapenguat operasional. Penguat diferensial, begitu namanyadisebut karenakemampuannya yang dapat menguatkan perbedaan dari 2 (dua) sinyal masukan(
input signal
) yang diberikan kepadanya dan bila tidak terdapat perbedaan diantara kedua sinyal tersebut maka keluaran dari penguat diferensial tersebut akanbernilai
0
(nol).Pada prinsipnya penguat diferensial (
differential amplifier 
) memiliki 3 (tiga)cara pengoperasian berdasarkan jenis sinyal-sinyal masukannya, yaitu:1.Pengoperasian meruncing (
single
-
ended 
).2.Pengoperasian diferensial (
differential
).3.Pengoperasian bersama (
common
).(a)(b)Gambar 11.4.(a). Rangkaian dasar penguat diferensial (
differential amplifier 
).(b). Simbol penguat diferensial.Pada prinsipnya penguat diferensial (
differential amplifier 
) seperti yangterlihat pada gambar 11.4 di atas ini tersusun dari transistor-transistor (
1
Q
dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->