Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
etika dokter

etika dokter

Ratings: (0)|Views: 20|Likes:
etika kedokteran
etika kedokteran

More info:

Published by: firmansyah satrio adi prayogo on Sep 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2014

pdf

text

original

 
 
Etika Kedokteran bagi Dokter Muslim
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 20-Nov-2007, 00:53:14 WIB
 
Latar Belakang Historis
KabarIndonesia
- Sebagaimana telah menjadi karakter umum sarjana Muslim di bidang-bidang ilmu pengetahuan lainnya, ahli-ahli medisMuslim adalah penerima-waris yang baik dan sekaligus pemberi-waris yang produktif. Mereka dengan penuh antusias dan apresiasimempelajari khasanah ilmu pengetahuan dari berbagai tradisi dan peradaban pra-Islam. Kemudian, secara kreatif mereka punmengembangkan ilmu pengetahuan dengan berbagai cabang yang baru dalam sebuah cara pandang, paradigma atau pandangan duniayang sesuai dengan nilai-nilai Tauhid dan Islam.Pada jaman yang kian berkembang ini telah banyak terjadi berbagai macam kasus yang memperburuk nama banyak dokter. Beberapadi antaranya mungkin dikarenakan oleh sikap dan perilaku seorang Dokter dalam menghadapi dan melayani pasiennya. Oleh karena itu,dalam bertugas dan bekerja, seorang dokter memerlukan suatu etika untuk menjalankan profesinya. Agar dapat tercapai suatukeserasian, kecocokan dan komunikasi yang baik antara Dokter dengan pasien dan lingkungannya. Dalam hal ini kita membahastentang etika dokter muslim.Etika berasal dari bahasa Yunani ethos yang berarti adat, budi pekerti (bahasa Inggris = ethics). Di sini etika dapat dipahami sebagaiilmu mengenai kesusilaan. Dalam filsafat pengertian etika adalah telah dan penilaian kelakuan manusia ditinjau dari kesusilaannya.Kesusilaan yang baik merupakan ukuran kesusilaan yang disusun bagi diri seseorang atau merupakan kumpulan keharusan, kumpulankewajiban yang dibutuhkan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu bagi anggota-anggotanya. Dalam hal ini etika bagipara dokter Muslim. Kadang kesusilaan didasarkan pada agama, sehingga bilamana yang berkuasa itu agama, maka agama menjadiguru etika. Dalam melaksanakan etika terkandung unsur-unsur pengorbanan bagi sesama manusia dan unsur dedikasi atau pengabdianterhadap sesama manusia.Sebagai suatu pendidikan profesi, pendidikan kedokteran diharapkan dapat menghasilkan dokter yang menguasai ilmu teori dan praktikkedokteran beserta perilaku dan etika yang mulia pula. Dalam upacara wisuda semua calon dokter harus mengucapkan sumpah dokterdengan disaksikan oleh Dekan, Direktur Rumah Sakit, Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan, para dosen dan anggota keluarga.Dalam mengikrarkan sumpah yang didampingi oleh para pemuka agama, calon dokter berjanji akan mengamalkan Kode EtikKedokteran. Dengan adanya hal tersebut diharapkan kelak para calon dokter akan menjadi dokter yang beretika mulia,bertanggungjawab dan taat pada hukum yang berlaku.
Etika bagi para dokter Muslim
 Dalam etika kedokteran islam tercantum nilai-nilai bahwa Qur’an dan Hadits adalah sumber segala macam etika yang dibutuhkan untukmencapai hidup bahagia dunia akhirat. Etika kedokteran mengatur kehidupan, tingkah laku seorang dokter dalam mengabdikan dirinyaterhadap manusia baik yang sakit maupun yang sehat. Etika kedokteran islam terkumpul dalam Kode Etik Kedokteran Islam yangbernama Thibbun Nabawi, yang mengatur hubungan dokter dengan orang sakit dan dokter dengan rekannya. Berikut ini dibahasmengenai etika seorang Dokter muslim terhadap Khalik, terhadap pasien, dan terhadap sejawatnya:1. Etika Dokter Muslim terhadap Khalik:Seorang Dokter Muslim haruslah benar-benar menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah semata. Dan betapa tidak berarti dirinyabeserta ilmunya tanpa ijin Allah SAW.Mengenai etika terhadap Khalik disebutkan bahwa:• Dokter muslim harus meyakini dirinya sebagai khalifah fungsionaris Allah dalam bidang kesehatan dan kedokteran.• Melaksanakan profesinya karena Allah dan buah Allah.• Hanya melakukan pengobatan, penyembuhan adalah Allah.• Melaksanakan profesinya dengan iman supaya jangan merugi.2. Etika Dokter Muslim terhadap pasien:Hubungan antara dokter dengan pasien adalah hubungan antar manusia dan manusia. Dalam hubungan ini mungkin timbulpertentangan antara dokter dan pasien, karena masing-masing mempunyai nilai yang berbeda. Masalah semacam iniakan dihadapi oleh Dokter yang bekerja di lingkungan dengan suatu sistem yang berbeda dengan kebudayaan profesinya.Untuk melaksanakan tugasnya dengan baik, tidak jarang dokter harus berjuang lebih dulu melawan tradisi yang telah tertanamdengan kuat. Dalam hal ini, seorang Dokter Muslim tidak mungkin memaksakan kebudayaan profesi yang selama ini dianutnya.Mengenai etika kedokteran terhadap orang sakit antara lain disebutkan bahwa seorang Dokter Muslim wajib:• Memperlihatkan jenis penyakit, sebab musabab timbulnya penyakit, kekuatan tubuh orang sakit, keadaan resam tubuh yang tidaksewajarnya, umur si sakit dan obat yang cocok dengan musim itu, negeri si sakit dan keadaan buminya, iklim di manaia sakit, daya penyembuhan obat itu.• Di samping itu dokter harus memperhatikan mengenai tujuan pengobatan, obat yang dapat melawan penyakit itu, cara yang mudahdalam mengobati penyakit.• Selanjutnya seorang dokter hendaknya membuat campuran obat yang sempurna, mempunyai pengalaman mengenai penyakit jiwadan pengobatannya, berlaku lemah lembut, menggunakan cara keagamaan dan sugesti, tahu tugasnya.3. Etika Dokter Muslim terhadap Sejawatnya:
 
Para Dokter di seluruh dunia mempunyai kewajiban yang sama. Mereka adalah kawan-kaawn seperjuangan yang merupakan kesatuanaksi dibaawh panji perikemanusiaan untuk memerangi penyakit, yang merupakan salah satu pengganggu keselamatan dankebahagiaan umat manusia. Penemuan dan pengalaman baru dijadikan milik bersama. Panggilan suci yang menjiwai hidup danperbuatan telah mempersatukan mereka menempatkan para Dokter pada suatu kedudukan yang terhormat dalam masyarakat. Hal-haltersebut menimbulkan rasa persaudaraan dan kesediaan tolong-menolong yang senantiasa perlu dipertahankan dan dikembangkan.Mengenai etika yang bagi Dokter Muslim kepada Sejawatnya yaitu :• Dokter yang baru menetap di suatu tempat, wajib mengunjungi teman sejawatnya yang telah berada di situ. Jika di kota yang terdapatbanyak praktik dokter, cukup dengan memberitahukan tentang pembukaan praktiknya kepada teman sejawat yang berdekatan.• Setiap Dokter menjadi anggota IDI setia dan aktif. Dengan menghadiri pertemuan-pertemuan yang diadakan.• Setiap Dokter mengunjungi pertemuan klinik bila ada kesempatan. Sehingga dapat dengan mudah mengikuti perkembangan ilmuteknologi kedokteran.Sifat-sifat penting lain yang harus dimiliki oleh seorang Dokter Muslim ialah :• Adanya belas kasihan dan cinta kasih terhadap sesama manusia, perasaan sosial yang ditunjukkan kepada masyarakat.• Harus berbudi luhur, dapat dipercaya oleh pasien, dan memupuk keyakinan profesional.• Seorang dokter harus dapat dengan tenang melakukan pekerjaannya dan harus mempunyai kepercayaan kepada diri sendiri.• Bersikap mandiri dan orisinal karena pengetahuan yang diwarisi secara turun temurun dari buku-buku masih jauh memadai.• Ia harus mempunyai kepribadian yang kuat, sehingga dapat melakukan pekerjaanya di dalam keadaan yang serba sulit. Dan tentunyatidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan agama.• Seorang dokter muslim dilarang membeda-bedakan antara pasien kaya dan pasien miskin.• Seorang dokter harus hidup seimbang, tidak berlebih-lebihan, tidak membuang waktu serta energi dengan menikmati kesenangandan kenikmatan.• Sebagian besar waktunya harus dicurahkan kepada pasien,• Seorang dokter muslim harus lebih banyak mendengar dan lebih sedikit bicara,• Seorang dokter muslim tidak boleh berkecil hati dan harus merasa bangga akan profesinya karena semua agama menghormati profesidokter.Istilah Arab untuk menyebut dokter adalah hakim, salah satu nama Allah yang berarti orang yang memiliki pengetahuan dankebijaksanaan.Kasus yang menyangkut etika dokter muslim dalam praktek.Kesalehan seorang dokter ditekankan oleh kalangan pengobatan Yunani, sebagaimana seorang dokter dianggap sebagai penjaga tubuhdan jiwa. Ihwal etika medis dalam islam, seperti halnya etika secara umum, terdapat dua pengaruh langsung, yaitu dari bangsa Yunanidan Iran.Banyak kasus-kasus yang dipertentangkan. Seperti misalnya:• Bolehkah seorang dokter meminta bayaran? Jika ya, seberapa besar? Hal tersebut merupakan masalah yang terus diperdebatkandalam islam. Masalah ini tampaknya merupakan bagian dari masalah yang lebih besar: Bolehkah seorang guru, terutama guru agama,menerima bayaran. Bahkan dewasa ini sebagian kalangan tetap mengharamkan meminta bayaran dalam pengajaran Al Qur’an danpenyebarluasan ilmu keagamaan. Menurut sebuah hadits Nabi, diperbolehkan membayar seorang dokter untuk pelayanan medisnya. Al-Dzahabi mengisahkan suatu hari sekelompok sahabat Muslim tiba di sebuah suku tertentu, yang memperlakukan mereka denganramah. Tiba-tiba salah satu anggota suku tersebut digigit ular dan para pengembara itu dimintai tolong untuk menyembuhkan.Kemudian orang yang tergigit tersebut sembuh dan suku membayar sejumlah seratus ekor kambing. Sebuah transaksi yang dibolehkanoleh Rasulullah. Dari sinilah legalitas untuk meminta bayaran atas perawatan itu bermula. Namun banyak kalangan yang tidak setujuuntuk mencari nafkah dari orang sakit.• Bolehkah seorang dokter Muslim melakukan transplantasi organ?Seringkali terdapat kasus mengensi organ tubuh seorang pasien yang tidak dapat berfungsi dengan baik lagi. Tidak ada cara untukmengobatinya kecuali dengan transplantasi organ (seperti mata, jantung dan lain sebagainya) dari orang yang telah meninggal. Hinggakini pendapat agama menentang keras praktik ini. Terdapat suatu hukum klasik yang menyebutkan bahwa “Kebutuhan manusia hidupmenjadi prioritas dibandingkan manusia mati.” Tetapi ketika seorang ulama terkemuka ditanya mengenai persoalan tersebut, Beliaumenjawab negatif. Namun sikap masyarakat secara umum positif terhadap masalah transplantasi organ tubuh, meskipun adaketidaksetujuan dari kaum ulama.• Bolehkah seorang dokter Muslim melakukan pengembangan bayi tabung?Pengembangan bayi tabung tidak dilarang dalam islam asalkan penyatuan terjadi antara gen suami dan istri. Kekhawatiran bahwaproses ini “mencampuri kehendak Allah” sama sekali tidak berdasar. Prosesnya sama dengan pembenihan bibit tanaman dalam suatukondisi yang terkendali, kemudian dipindahkan ketempat yang tepat ketika bibit tersebut telah cukup kuat untuk tumbuh di tempat itu. Yang dikhawatirkan bukanlah bahwa orang mencoba “menyaingi Allah” dengan melakukan hal tersebut, melainkan jika orang mencobabersaing dengan setan dan menyimpangkan sifat manusia. Islam tidak mengizinkan penyatuan gen antara laki-laki dan perempuanyang bukan suami istri karena itu merupakan perzinaan.• Bolehkah seorang Dokter Muslim mekakukan tindakan euthanasia?Euthanasia merupakan suatu masalah yang banyak menarik perhatian dan banyak dibicarakan orang. Euthanasia (dari bahasa Yunani,eu = baik, thanatos = mati) secara etimologi berarti “mati yang baik” atau “mati yang tenang”. Kemudian pengertian euthanasiaberkembang, karena adanya perbedaan titik pandang dalam menjelaskan “mati yang baik”. Akibatnya timbul berbagai definisimengenai euthanasia. Euthanasia banyak dilakukan sejak jaman dahulu kala dan banyak memperoleh dukungan tokoh-tokoh besardalam sejarah. Tetapi dalam agama terdapat beberapa pendapat yang tidak membenarkan hal tersebut. Berdasar bahwa Allah-lah yangmenentukan kapan seseorang harus mati.
Etika pasien terhadap dokter
Menurut pendapat Abu Bakar Al-Razi, bahwa baik pasien maupun dokter harus memenuhi etika. Beliau menganjurkan pasien agarmengikuti dangan ketat perintah dokter,• Menghormati dokter, dan• Menganggap dokter sebagai sahabat terbaiknya.• Pasien harus berhubungan langsung dengan dokter dan• Tidak boleh merahasiakan penyakit yang diderita.Dan tentu akan lebih baik jika orang meminta nasehat dokter tentang cara menjaga kesehatan sebelum membutuhkan pengobatan.Bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan merupakan sebuah prinsip yang dianjurkan oleh semua dokter, termasuk paradokter Muslim.
Sifat etika kedokteran Islam
Pakar Andrologi Prof. dr. Muhammad Kamil Tadjudin, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta, mengatakan,

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->