Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Istilah Dan Definisi Istilah

Pengertian Istilah Dan Definisi Istilah

Ratings:
(0)
|Views: 38|Likes:
Published by Fauzi Firdaus

More info:

Published by: Fauzi Firdaus on Sep 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2014

pdf

text

original

 
PENGERTIAN ISTILAH DAN DEFINISI ISTILAH
1.
 
PENGERTIAN.
1.1.
 
Pengertian Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkansuatu makna, konsep proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Ada duamacam istilah: (1) istilah khusus dan (2) isiilah umum. Istilah khusus adalah kata yangpemakaiannya dan maknanya terbatas pada suatu bidang tertentu, misalnya cakar ayam(bangunan), agregat (ekonomi); sedangkan istilah umum ialah kata yang menjadi unsurbahasa umum. misalnya: ambil alih, daya guna, kecerdasan, dan tepat guna merupakanistilah umum, sedangkan radiator, pedagogi, androgogi, panitera. sekering, dan atommerupakan istilah khusus. Istilah dalam bahasa Indonesia bersumber pada: kosa kata umumbahasa Indonesia, kosa kata bahasa serumpun. dan kosa kata bahasa asing.Proses pembentukan istilah dilakukan melalui pemadanan atau penerjemahan, misalnyabusway menjadi jalur bus; penyerapan kosa kata asing, misalnya camera menjadi kameradan gabungan penerjemahan dan penyerapan, misalnya subdivision menjadi subbagian.
1.2.
 
SUMBER ISTILAH
 Istilah Indonesia Kata atau istilah dalam bahasa indonesia dapat dijadikan sumber istilah jikamemenuhi salah satu atau lebih syarat-syarat bahwa istilah yang dipilih adalah kata ataufrasa: (1) paling tepat unruk mengungkapkan konsep yang dimaksudkan, (2) paling singkat diantara pilihan yang tersedia, (3) berkonotasi baik, (4) sedap didengar, dan (5) bentuknyaseturut dengan kaidah bahasa Indonesia.
(Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Pedoman Pembentukan Istilah, 2005:2).
1.3.
 
ISTILAH NUSANTARA
 Jika dalam bahasa Indonesia tidak ditemukan istilah yang tepat yang dapat mengungkapkanmakna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang dimaksudkan. Istilah dapat diambil danstilah Nusantara, baik yang lazim maupun yang tidak lazim, asal memenuhi syarat, misalnya:Garuda Pancasila bineka tunggal ika, wayang, sawer, dan lain-lain.
(Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Pedoman Pembentukan Istilah, 2005: 4).
 
 
1.4.
 
ISTILAH ASING
Istilah baru dapat dilakukan dengan pemadanan melalui penerjemahan atau penyerapanistilah asing. Penerjemahan perlu memperhatikan kesamaan dan kesepadanan maknakonsepnya. misalnya: network
jaringan kerja, jejaring, medical treatment berartipengobatan, brother-in -law berarti abang/adik ipar, (begroorirg) post berarti mataanggaran.Penyerapan istilah asing dilakukan jika dalam istilah Indonesia dan istilah nusantara tidak lagidapat ditemukan. lstilah asing diserap jika dapat :1.
 
meningkatkan ketersalinan bahasa asing dan bahasa Indonesia secara timbal balik.2.
 
mempermudah pemahaman teks asing oleh pembaca Indonesia,3.
 
Iebih singkat dibandingkan dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia,4.
 
mempermudah kesepakatan antar pakar jika istilah Indonesia terlampau banyaksinonimnya, atau5.
 
lebih tepat karena tidak mengandung konotasi buruk.Penyerapan istilah asing dapat dilakukan dengan:1.
 
penyesuaian ejaan dan lafal. misalnya camera (kaemera) kamera (kamera),2.
 
penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal design, misalnya (disain) desain (desain),3.
 
tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan peyesuaian lafal, misalnya bias (baies) bias(bias),4.
 
tanpa penyesuaian ejaan dan lafal, misalnya stutus quo, in vitro,5.
 
tanpa penyesuaian ejaan dan lafal, misalnya golf, internet.
1.5.
 
PEREKACIPTAAN
 Para ahli dalam berbagai bidang keilmuan (ilmuwan, budayawan, seniman) pencetus ide,konsep, sistem, dan lain-lain yang tidak pernah ada sebelumnya dapat dikategorikan sebagaiperekacipta. Untuk menamai hasil pemikiran tersebut dapat menciptakan istilah baru sesuaidengan lingkungan dan corak keilmuannya, misalnya: pondasi cakar ayam, sasra bahu(dalam bidang bangunan), dan agrowisara (wisata pertanian)
(Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Pedoman Pembentukan istilah, 2005: 6-21).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->