Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
STUDY GUIDE 1 (KOMAHI 2013)

STUDY GUIDE 1 (KOMAHI 2013)

Ratings: (0)|Views: 188 |Likes:
Published by komahiumy
Berikut ini merupakan study Guide mengenai "Empower Agricultural through Trade Policy "
Berikut ini merupakan study Guide mengenai "Empower Agricultural through Trade Policy "

More info:

Categories:Topics
Published by: komahiumy on Sep 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2013

pdf

text

original

 
Page | 1
STUDY GUIDE 1Topic Area : Empower Agricultural through Trade PolicyCommittee: Ministerial Conferences
Reformasi utama yang dihasilkan dalam negosiasi Uruguay Round tahun 1986-1994,yaitu Agriculture Agreement. Pemerintah mulai untuk merumuskan jalan keluar dalam perjanjian WTO dengan memangkas tarif dan binding, menghapuskan restriksi atauhambatan impor, dan memangkas subsidi yang akan mendistorsi perdagangan baik di leveldomestik maupun komoditas ekspor. Negara anggota WTO sepakat untuk melanjutkan prosesreformasi perdagangan komoditas pertanian satu tahun sebelum akhir dari periodeimplementasi. Pembicaraan ini berlangsung di awal tahun 2000 dibawah mandat orisinilArtikel 20 Agriculture Agreement. Hal yang paling penting dalam kerja WTO adalahmemonitor bagaimana pemerintah mengiplementasikan kewajiban dibawah perjanjian dandiskusi isu yang dibahas didalam pertemuan reguler Agriculture Committee.Mandat yang harus dipenuhi oleh semua negara dalam perjanjian yang kemudian di bawa dalam agenda perundingan Doha Round adalah membangun sebuah sistem perdagangan dengan orientasi pasar yang adil melalui sebuah program reformasi fundamentalyang mencakup penguatan aturan-aturan dan komitmen yang spesifik dalam mendukung danmelindungi dalam upaya untuk mengkoreksi dan mencegah restriksi dan distorsi di dalam pasar komoditas pertanian dunia. Kesepakatan yang telah dihasilkan adalah komitmen untuk: peningkatan secara substansial didalam akses pasar; reduksi secara bertahap disemua bentuk subsidi dalam komoditas ekspor; reduksi substansial didalam distorsi perdagangan domesticsupport.Tidak hanya itu, dalam perjanjian juga di sebutkan bahwa semua negara Anggotasepakat bahwa perlakuan spesial dan berbeda untuk negara berkembang wajib menjadisebuah bagian integral dari semua elemen negosiasi dan wajib dimasukkan dalam schedulesof concessions dan komitmen sebagai kelayakan dalam aturan dan disiplin untuk dinegosiasikan, sehingga akan memungkinkan bagi negara berkembang untuk secara efektif membangun apa yang mereka butuhkan, termasuk ketahanan pangan dan rural development.Yang perlu dicatat adalah non-trade concerns juga tetap dilibatkan sebagai agenda pembahasan di dalam perjanjian dalam komoditas pertanian.
 
Page | 2
Ketahanan Pangan Dunia 
Dari perspektif sejarah istilah ketahanan pangan (
 food security
) muncul dandibangkitkan karena kejadian krisis pangan dan kelaparan. Istilah ketahanan pangan dalamkebijakan pangan dunia pertama kali digunakan pada tahun 1971 oleh PBB untuk membebaskan dunia terutama negara
 – 
negara berkembang dari krisis produksi dan suplaymakanan pokok 
1
.Isu ketahanan pangan kemudian berkembang di tahun 1990an menjadiketersediaan pangan yang memenuhi kebutuhan setiap orang baik dalam jumlah dan mutu pada setiap saat untuk hidup sehat, aktif dan produktif.Isu ketahanan pangan selalu menjadi pembicaraan hangat di berbagai forum diskusidan negosiasi dunia pada masa kini. Menurut data UNEP, meskipun telah terjadi kenaikan produksi pangan dunia dalam masa hampir setengah abad, namun 1 dari 7 orang di dunia kinimasih mengalami kekurangan protein dan energi dari asupan gizi mereka
2
. Data dari situsBank Dunia juga menunjukkan bahwa 1,1 milyar manusia hidup dibawah 1 US Dollar per-hari dan 923 juta manusia berada pada kondisi kekurangan gizi, bahkan sebelum terjadinyakrisis pangan, minyak, dan finansial
3
. Sementara menurut data di situs FAO, sebagian besar orang yang menderita kelaparan (98 persen) tinggal di negara berkembang, dimana hampir 15% dari populasinya menderita kurang gizi. Data FAO juga menunjukkan bahwa AsiaPasifik menjadi rumah bagi sekitar 563 juta orang yang kelaparan, menjadikannya sebagaiarea terbesar di dunia untuk populasi orang yang kelaparan meskipun tren jumlahnyacenderung mengalami penurunan
4
.Menyikapi segala isu mengenai ketahanan pangan ini, pemerintah dari berbagainegara kemudian mengambil sikap untuk mengatasi kelangkaan bahan pangan dunia melalui berbagai program ketahanan pangan. PBB melalui program
 Millenium Development Goals
 (MDGs) yang mulai dilaksanakan pada tahun 2000 berfokus kepada delapan tujuan pembangunan dimana tujuan pertamanya ialah untuk mengurangi kemiskinan dan kelaparandi dunia yang ekstrim pada tahun 2015. Selain PBB, wadah kerjasama multilateral lainseperti WTO juga memiliki program ketahanan pangan dibawah WTO
 AgricultureCommittee
, yang bekerjasama dengan
 High-Level Task Force on the Global Food SecurityCrisis
tentang bagaimana kebijakan perdagangan di sektor pertanian dapat menyediakansuplai pangan yang mencukupi kebutuhan masyarakat dunia.
1
Maleha dan Sutanto. Kajian Konsep Ketahanan Pangan.
 Jurnal Protein
. Vol.13.No.2.Th.2006.
2
UNEP. 2011. UNEP Policy Series.
Food and Ecological Security: Identifying synergy and trade-offs
.
3
The World Bank. 
.Diakses pada 28 April 2013.
4
FAO. 
Diakses pada 28 April 2013.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->