Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah 4 Model Komersialisasi Hasil RUSNAS – Tatang A. Taufik

Makalah 4 Model Komersialisasi Hasil RUSNAS – Tatang A. Taufik

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 119|Likes:
Published by Tatang Taufik

More info:

Published by: Tatang Taufik on Sep 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2014

pdf

text

original

 
 
91
MODEL KOMERSIALISASIHASIL RUSNAS
1. PENDAHULUAN
Program RUSNAS (Riset Unggulan Strategis Nasional) berbeda dengan programunggulan lainnya dari Kementerian Riset dan Teknologi (KRT), seperti Program RisetUnggulan Terpadu (RUT) ataupun Riset Unggulan Kemitraan (RUK). Perbedaan ini ditandaidengan karakteristik antara lain seperti berikut:1.
 
Bersifat
top-down,
dalam menentukan area permasalahan. Hal ini dimaksudkanuntuk menjamin nilai kestrategisannya.2.
 
Mengkaitkan kemampuan penelitian di lembaga litbang dan perguruan tinggi sebagaipenyedia ilmu pengetahuan dan solusi teknologi (
know-how 
 
&
 
technology solution provider 
) dengan rantai pertambahan nilai di sektor produksi.3.
 
Besifat jangka panjang dan diupayakan secara sistematis untuk meningkatkankomplementaritas antara kegiatan Litbang dan kegiatan produksi, danmengembangkan saluran transaksi untuk menjamin alih teknologi dari tahapanpenelitian ke tahapan komersialisasi, serta menumbuhkan kemampuan inovasi padakegiatan bisnis.Keberhasilan Program RUSNAS pada dasarnya diukur berdasarkan parameter berikutini:1.
 
Dihasilkannya teknologi produk dan teknologi proses produksi yang dapat diadopsioleh pelaku bisnis, dengan sejauh mungkin menggunakan
state of the arttechnologies.
 2.
 
Terbentuknya mata rantai dukungan teknologi yang terkait dengan penguasaan danpengembangan
technology roadmap
yang relevan dengan perkembangan sektorproduksi yang dituju.3.
 
Terbentuknya
techno-industrial cluster 
, yakni jaringan kemitraan antara lembagapenelitian dan perguruan tin
ggi (PT) dengan “klaster industri”
(industrial cluster)
kegiatan produksi yang dituju.
 
PENYEDIAAN TEKNOLOGI, KOMERSIALISASI HASIL LITBANG DAN ALIANSI STRATEGIS
92Sehubungan dengan itu, komersialisasi hasil RUSNAS sangatlah penting bagikeberhasilan program ini dan merupakan suatu bagian integral dari proses pencapaiantujuan Program RUSNAS. Komersialisasi hasil RUSNAS pada dasarnya merupakansehimpunan upaya-upaya (proses) yang dilakukan agar hasil RUSNAS dapat memberikankeuntungan bisnis bagi (para) pelaku yang mengkomersilkannya (penyedia dan penggunateknologi atau hasil RUSNAS lainnya).Sejauh ini, perkembangan pelaksanaan Program RUSNAS adalah seperti ditunjukkanpada Tabel 1.Tulisan ini merangkum beberapa temuan penting upaya komersialisasi hasil RUSNASyang sejauh ini telah dilakukan dan membahas pengembangan model komersialisasi hasilRUSNAS yang bersifat generik sebagai bahan masukan bagi pengelolaan Program RUSNAS diKRT dan para pihak lembaga pengelola masing-masing program untuk perbaikan di masadatang.
Tabel 1. Program RUSNAS, Lembaga Pengelola dan Tahun Dimulai.
 
Topik RUSNAS Lembaga Pengelola Tahun Dimulai
TeknologiInformatika danMikroelektronika(TIMe)Pusat Penelitian Antar UniversitasMikroelektronika - ITB (PPAUMikroelektronika) - Lembaga Penelitiandan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - ITB2000Buah UnggulanTropisPusat Kajian Buah-buahan Tropika (PKBT)- Lembaga Penelitian IPB2000Ikan Kerapu Pusat Pengkajian dan Penerapan TeknologiBudidaya Pertanian (P3TBP) - BadanPengkajian dan Penerapan Teknologi(BPPT)2000PengembanganIndustri Hilir KelapaSawitLembaga Penelitian IPB bekerjasamadengan Masyarakat PerkelapasawitanIndonesia (MAKSI)2002Diversifikasi PanganPokokPusat Pangan dan Gizi - LembagaPenelitian IPB2002Pengembangan EnjinAluminium PaduanPusat Pengkajian dan Penerapan TeknologiMaterial (P3TM)
BPPT2002
Model komersialisasi hasil RUSNAS di sini adalah “konsep kertas”
(paper concept)
 yang menjabarkan model atau pola tentang upaya/proses komersialisasi hasil dari ProgramRUSNAS dalam rangka mencapai tujuannya sebagai suatu instrumen kebijakan KRT.Disadari bahwa dengan pengembangan model yang lebih bersifat generik, model yangdibahas di sini tentu tidak dapat dianggap sebagai
magic bullet
bagi upaya komersialisasihasil RUSNAS.
 
 MODEL KOMERSIALISASI HASIL RUSNAS
93
P2KDT
DB PKT
Apa yang dimaksud dengan Hasil RUSNAS dalam
hal ini adalah semua “keluaran”yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan RUSNAS oleh “Lembaga Pengelola” (dalam hal
ini lembaga litbangyasa dan/atau perguruan tinggi sebagai penyedia teknologi/
pengetahuan) dan/atau oleh suatu “kemitraan atau kolaborasi”
antara lembaga-lembagalitbangyasa dan/atau perguruan tinggi dengan mitra dunia usaha (sebagai pengguna),dan/atau mitra lainnya.
Mengingat “inti” dari Program RUSNAS adalah memperkuat “keterkaitan” aliranteknologi (pengetahuan) yang mengandung elemen “inovasi” dengan rantai nilai“kelompok” produksi (klaster industri) tertentu yang relevan, maka keluaran penting dariProgram RUSNAS pada dasarnya merupakan “keluaran intelektual.”
 Dalam hal ini, jika hasil RUSNAS diartikan sebagai keluaran intelektual, maka padadasarnya hasil RUSNAS meliputi:
 
Aset/kekayaan intelektual
(intellectual property/IP)
, termasuk “teknologi,” yang
secara hukum dapat berbentuk salah satu atau kombinasi dari kelompok rejim HKI(paten, desain sirkuit terpadu, dan lainnya). Ini terkait dengan ukuran keberhasilanProgram RUSNAS yang berupa teknologi produk dan teknologi proses produksi yangdapat diadopsi oleh pelaku bisnis, dengan sejauh mungkin menggunakan
state of theart technologies.
 
 
Keluaran aktivitas produktif yang memiliki nilai komersial yang terkait denganpemanfaatan yang terkait dengan sumber daya (misalnya fasilitas laboratorium) dankeahlian
(expertise)
.
2. PENDEKATAN, TINJAUAN KONSEPSI MODEL DAN BEBERAPA TEMUANPENTING
2.1 Pendekatan
Studi terkait (dilakukan pada pertengahan 2003) diawali oleh aktivitas
baseline
,yang meliputi: Studi meja tentang literatur yang relevan, khususnya tentangkonsep/model, praktik terbaik/baik
(best/good practices)
, kajian kebijakan; Diskusipendahuluan dengan Manajemen Program (KRT); Desain metodologi; Desain survei; danReview dokumen laporan pelaksanaan Program RUSNAS (6 program).Agenda kegiatan yang dilakukan berikutnya adalah melakukan kunjungan dan diskusidengan enam Lembaga Pengelola RUSNAS (Gambar 1). Beberapa studi/diskusi membahaskonteks isu dan/atau beragam faktor yang mempengaruhi komersialisasi teknologi atauhasil litbang. Hal demikian digali dalam survei lapang dan diskusi dengan para lembagapengelola keenam Program RUSNAS.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->