• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 Artikel Buletin An-Nur :SUJUD SAHWIKamis, 22 Juni 06Banyak kaum muslimin yang belum memahami tentang sujud sahwi ketika melakukankesalahan dalam pelaksanaan shalat, sehingga ada yang meninggalkannya sama sekali,padahal dia wajib untuk melakukannya. Oleh karena itu, dengan memohon taufiq daninayah dari Allah
subhanahu wata’ala
, kami sajikan tulisan tentang sujud sahwi ini.Semoga bisa membantu dan ber-manfaat bagi semua saudara-saudaraku seiman, dansemoga menjadi amal shalih bagi penulis.Di dalam kitab
“Shalatul Mukmin”
karya Syaikh Said bin Ali Bin Wahf Al-Qahthany,beliau mengutip fatwa gurunya Syekh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz
rahimahullah
,lalu beliau berkata, “Permasalahan sujud sahwi ini adalah permasalahan yang cukupterbuka luas, jadi boleh saja dilakukan sebelum salam ataupun setelah salam, namun yangpaling afdhal (utama), sujud sahwi dilakukan sebelum salam, kecuali dalam dua kondisiberikut ini:
Pertama: Sujud sahwi karena terjadi kekurangan, atau karena terjadi kelebihan.
 Berikut ini contoh sujud sahwi karena terjadi kekurangan seperti mengucapkan salam diraka’at ke dua shalat Zhuhur; Seperti kasus yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkanImam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu
, beliau berkata,“Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam
, sedang melaksanakan shalat Dzuhur atau‘Ashar bersama para shahabatnya, dan pada raka'at yang ke dua beliau memberi salam.Kemudian ada seorang shahabat yang langsung ke luar dari masjid seraya mengucapkan,“Shalat telah diqashar”, (bersamaan dengan itu) Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam
,berjalan menuju tiang masjid lalu bersandar (di tiang tersebut) seolah-olah beliau marah.Lalu ada seorang shahabat yang lain berdiri, kemudian bertanya, “Ya Rasulullah, apakahengkau lupa atau (memang) shalat sengaja diqashar?” Beliau menjawab,
“Saya tidak lupadan shalat juga tidak diqashar”.
Laki-laki itu berkata, “Kalau begitu engkau lupa”.Kemudian Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam
bertanya kepada shahabatnya yanglain,
“Apakah benar apa yang diucapkannya?”.
Para shahabat yang lain pun menjawab,“Ya”. Maka beliau langsung maju ke depan, lalu mengerjakan sisa dua raka'at yangtertinggal, lalu beliau memberi salam, kemudian beliau sujud sahwi dua kali, lalumemberi salam lagi.”Juga seperti kasus yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari‘Imran Ibnu Hushain
radhiyallahu ‘anhu
, beliau berkata, “Bahwa Rasulullah
shallallahu
 
‘alaihi wasallam
, pernah melakukan shalat ‘Ashar tiga raka'at lalu memberi salam,kemudian beliau masuk ke dalam rumahnya, lalu ada seorang shahabat (bernama) “Al-Khirbaaq” berdiri mengingatkan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam
tentang apayang beliau lakukan, lalu beliau keluar (dari rumahnya) dalam keadaan marah sambilmenyeret sorbannya hingga menemui shahabat lainnya, lalu beliau bertanya,
“Apa benar  yang dikatakan olehnya?”
Mereka menjawab, “Benar,” lalu beliau menambahkan saturaka'at lagi, kemudian sujud sahwi dua kali lalu memberi salam, (dalam riwayat lain),“Beliau shalat satu raka'at lagi, lalu memberi salam, kemudian sujud sahwi dua kali lalumemberi salam.”Keterangan: Dalam hadits di atas ini terdapat kelonggaran,yaitu boleh melakukan sujudsahwi sebelum salam atau sesudah salam, karena redaksi hadits yang diriwayatkan ImamMuslim yang bersumber dari 'Imran Ibnu Hushain
radhiyallahu ‘anhu
di atas ini ada duariwayat, yang masing-masing adalah hadits shahih.Berikut ini contoh sujud sahwi karena terjadi kelebihan seperti shalat Zhuhur 5 raka'at;Sebagaimana kasus yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Muslimdan lainnya dari Ibnu Mas'ud
radhiyallahu ‘anhu
, beliau berkata, “Rasulullah
shallallahu‘alaihi wasallam
melaksanakan shalat Zhuhur lima raka'at, lalu para shahabat bertanyakepada beliau, “Apakah ada tambahan dalam shalat?” Beliau balik bertanya,
“Ada apa?”
 Mereka para shahabat menjawab, “Engkau telah melakukan shalat Zhuhur lima raka'at.”Lalu beliau langsung menghadap Kiblat untuk melakukan sujud sahwi dua kali, kemudiansalam lagi.
Ke dua: Apabila terjadi keraguan dalam jumlah raka'at shalat
 Seperti seseorang ragu-ragu apakah dia sedang di raka'at ke-3 atau ke-2, kalau dia punyakecenderungan kepada salah satu dari dua hal yang dia ragukan maka dia sujud sahwisetelah salam.Misalnya seorang shalat Zhuhur, lalu pada salah satu raka'atnya timbul keraguan dalamhatinya, apakah dia sedang di raka'at ke-3 atau ke-2, akan tetapi kuat dugaannya bahwadia berada pada raka'at ke-3, maka dia harus menetapkan bahwa raka'at itu sebagai raka'atke tiga, kemudian dia menambahkan satu raka'at lagi, setelah memberi salam hendaklahdia sujud sahwi dua kali, lalu kemudian salam lagi.Landasan tentang kasus seperti ini adalah hadits yang bersumber dari Abdullah BinMas'ud
radhiyallahu ‘anhu
, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam
, bersabda,
“Apabilaseseorang di antara kalian ragu-ragu dalam shalatnya, maka hendaklah dia memilih yang dia anggap paling benar, lalu hendaklah dia sempurnakan shalatnya, lalu salam,kemudian sujud dua kali.”
(HR. al-Bukhari & Muslim)Catatan: Apabila seseorang ragu-ragu dan dia tidak memiliki kecenderungan kepada salahsatu dari dua hal yang dia ragukan tersebut, artinya dia tidak cenderung kepada raka'at ke-3 dan juga tidak cenderung kepada raka'at ke-2 maka sujud sahwinya dilakukan sebelum
 
salam.Contohnya seseorang melaksanakan shalat ‘Ashar, lalu timbul keragu-raguannya padasalah satu raka'atnya apakah dia sedang diraka'at ke-2 atau di raka'at ke-3, dan dia tidak ada kecenderungannya kepada salah satu dari keduanya, maka dia harus menetapkanbahwa raka'at itu adalah raka'at ke dua, karena itulah raka'at yang sudah pasti, lalu diamelakukan tasyahhud awal, kemudian dia tambahkan shalatnya dua raka'at lagi, dansebelum memberikan salam hendaklah dia sujud sahwi.Hal ini didasarkan kepada hadits dari Abu Sa'id Al-Khudri
radhiyallahu ‘anhu
, diaberkata, Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda,
“Apabila salah seorang di antarakalian ragu-ragu dalam shalatnya, sehingga dia tidak tahu berapa raka'at yang telah dialakukan tiga atau empat, maka hendaklah dia buang jauh keraguannya itu dan hendaklahdia menyempurnakan shalatnya atas dasar apa yang sudah diyakini, kemudian hendaklahdia sujud sahwi dua kali sebelum salam, jika yang dilakukannya itu merupakan raka'at kelima maka dua sujud itu yang menggenapkannya dan jika dia benar menyempurnakanempat raka'at, maka jadilah dua sujud itu sebagai hinaan atas syethan.”
(HR. Muslim)
Contoh-contoh sujud sahwi sebelum salam:
 
1. Karena lupa tasyahhud awal.
 Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari AbdullahBin Buhainah
radhiyallahu 'anhu
, dia berkata, “Bahwasanya Nabi
shallallahu ‘alaihiwasallam
, shalat Zhuhur bersama para shahabat, kemudian beliau bangkit pada raka'atyang ke dua (maksudnya beliau tidak melakukan tasyahhud awal) dan para makmum punikut bersama beliau, hingga ketika shalat hendak selesai, sedangkan para makmummenunggu salamnya, namun beliau bertakbir dalam posisi sedang duduk lalu sujud duakali sebelum salam, kemudian baru beliau memberi salam.”
2. Karena lupa jumlah raka’at.
 Sebagaimana dalam hadits Imam Muslim meriwayatkan dari 'Imran Ibnu Hushain
radhiyallahu ‘anhu
, dia berkata, “Bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam
, pernahmelakukan shalat ‘Ashar tiga raka'at lalu memberi salam, kemudian beliau masuk kedalam rumahnya, lalu ada seorang shahabat (bernama) “Al-Khirbaaq” berdirimengingatkan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam
tentang apa yang beliau lakukan,lalu beliau keluar (dari rumahnya) ..... menemui shahabat yang lain, lalu beliau bertanya,
“Apa benar yang dikatakan olehnya?
Mereka menjawab, “benar.” Lalu beliau menam-bahkan satu raka'at lagi, kemudian sujud sahwi dua kali lalu memberi salam.”
Sujud Sahwi Bagi Makmum
 Wajib bagi makmum untuk mengikuti imam yang melakukan sujud sahwi, berdasarkankeumuman perintah dalam mengikuti imam, sebagaimana Rasulullah
shallallahu ‘alaihiwasallam
, telah bersabda,
“Imam itu dijadikan untuk diikuti, maka janganlah menyelisihinya …(sampai beliau
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...