Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 4 Beberapa Contoh Praktik Pemetarencanaan

Bab 4 Beberapa Contoh Praktik Pemetarencanaan

Ratings: (0)|Views: 14 |Likes:
Published by Tatang Taufik

More info:

Published by: Tatang Taufik on Sep 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2014

pdf

text

original

 
 
33
BAB 4
BEBERAPA CONTOH PRAKTIKPEMETARENCANAAN
4.1. PENDAHULUAN
Seperti diungkapkan oleh Schaller (1999) dan setidaknya dari indikasi dokumen yangdapat diakses secara elektronik dewasa ini, nampaknya upaya dan dokumen tentangpenerapan empiris pem
etarencanaan secara kuantitatif jauh “lebih banyak” dengan yangmembahas sisi “konsep/teori.” Karena itu contoh
-contoh praktik pemetarencanaan sebenarnyatersedia relatif banyak, kecuali yang bersifat spesifik perusahaan dan/atau dibatasi bagianggota komunitas tertentu.Bagian ini menyampaikan beberapa contoh selektif untuk memberikan gambaran aplikasiempiris pemetarencanaan dan prakarsa nasional yang memang masih pada tahap awal.
4.2. BEBERAPA PRAKTIK DI NEGARA MAJU
A. Contoh Pemetarencanaan Kolaboratif (Industri)
Berikut adalah beberapa contoh selektif pemetarencanaan yang dilaksanakan dalambentuk kolaborasi antar pelaku (swasta, pemerintah, lembaga litbang, perguruan tinggi,dan/atau pihak lain).
1. Contoh
Semiconductor Industry Association
(SIA)
Salah satu contoh “klasik” petarencana yang banyak dibahas dalam literatur adalah SIA
(Semiconductor Industry Association)
. Dalam hal ini misalnya bahwa fokus produk daripetarencana adalah
semiconductor 
yang dapat digunakan dalam beragam produk (seperti
memory 
, produk konsumen, komputer) yang masing-masing akan mempunyai kebutuhan/
 
PEMETARENCANAAN
(ROADMAPPING)
: KONSEP, METODE DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN
34persyaratan berbeda. Walaupun begitu, teknologi manufaktur 
semiconductor 
pada dasarnyamerupakan bidang umum di mana para pelaku industri beroperasi. Mereka bersaing dalamdesain
semiconductor 
dan dalam produk-produk yang menggunakannya, bukan pada teknologimanufaktur yang mendasarinya.
Selain itu, suatu prakarsa “NEMI”
(National Electronics Manufacturing Initiative)
jugadikembangkan. Jika Pemetarencanaan Teknologi
Semiconductor 
SIA menelaah isu yang terkaitdengan kebutuhan/persyaratan
(requirements)
manufaktur 
semiconductor,
PemetarencanaanTeknologi NEMI berfokus pada kebutuhan bersama untuk produk yang terkait dengan jaringaninformasi seperti misalnya NII
(National Information Infrastructure)
. Kedua pemetarencanaan inimemungkinkan industri untuk mengembangkan teknologi-teknologi kunci yang mendasarisecara kolaboratif, yang tentunya diharapkan menghindari/mengurangi terjadinya pembiayaan
litbang yang bersifat “duplikasi”
dan kekurangan pembiayaan atau mengabaikan teknologipenting lainnya.Persyaratan/kebutuhan sistem yang penting
(critical system requirements)
antara lainmeliputi ukuran yang lebih kecil (yaitu ukuran fitur), biaya yang lebih murah, dan
 power 
 
dissipation
. Sebagai contoh ditargetkan bahwa dalam kurun 1992
 –
2007 terjadi penurunandalam perubahan 3 tahunan, dari ukuran 0,5 menjadi 0,1 mikron.Selanjutnya petarencana mengidentifikasi 11 bidang teknis (seperti
chip design and test,lithography,
dan
manufacturing systems
). Dengan menggunakan
critical system requirements
tersebut sebagai kerangka kerja keseluruhan, dibentuklah tim untuk setiap bidang teknis, danpetarencana teknologi pun disusun untuk setiap bidang.Setiap tim mengembangkan sehimpunan pendorong teknologi
(technology drivers)
yangbersifat spesifik bagi setiap bidang, yang diturunkan dari dan terkait dengan salah satu ataulebih
critical system requirements.
Sebagai contoh misalnya pendorong teknologi dalam bidang
lithography 
yang terkait dengan ukuran fitur meliputi
overlay 
, resolusi dan ukuran alat. Bidang
lithography 
kemudian dibagi atas
exposure technology; mask writing,
inspeksi, perbaikan
(repair)
, pemrosesan, dan metrologi; serta
resist, track,
dan metrologi.Untuk setiap bidang teknologi (misalnya
lithography 
) dan/atau sub bidang (misalnya
exposure technology 
), petarencana mengidentifikasi alternatif teknologi seperti
 x-ray, e-beam,
dan
ion projection.
Kinerja pendorong teknologi selanjutnya diproyeksikan untuk setiap alternatif teknologi untuk beragam titik/periode waktu. Berdasarkan proyeksi tersebut beserta dampaknyapada sasaran-sasaran
critical system requirements,
maka direkomendasikanlah sejumlahalternatif.Laporan petarencana teknologi yang lengkap disiapkan untuk aktivitas tindak lanjut.Lokakarya diselenggarakan untuk melakukan kritik dan memvalidasi petarencana. Petarencanaselanjutnya digunakan oleh
Sematech
untuk mengevaluasi dan menyusun prioritas dari proyek-proyek potensial. Dokumen ini telah mengalami beberapa peninjauan dan revisi dan berbedadari versi awalnya.
 
BAB 4BEBERAPA CONTOH PRAKTIK PEMETARENCANAAN
35
2. Contoh
Integrated Manufacturing Technologies Roadmapping (IMTR)
 IMTR
(Integrated Manufacturing Technologies Roadmapping)
merupakan suatu prakarsa
pengembangan serangkaian petarencana teknologi (disebut “IMTI”/
Integrated Manufacturing Technology Initiative
) yang menangani kebutuhan-kebutuhan manufaktur yang penting daripemerintah dan industri di Amerika Serikat. Perkembangan/perjalanan upaya di bidang ini dariwaktu ke waktu secara singkat adalah seperti ditunjukkan pada Gambar 4.1.Bidang kebutuhan yang penting yang ditelaah dalam IMTR meliputi (Caswell, 2002):
Teknologi Informasi untuk Manufaktur 
(Information Technologies for Manufacturing);
 
Pemodelan dan Simulasi
(Modelling and Simulation);
 
Proses dan Peralatan Manufaktur 
(Manufacturing Process and Equipment);
 
Integrasi Perusahaan
(Enterprise Integration);
dan
Rencana Gabungan
(Combined Plan).
 
IntegratedManufacturingTechnologyRoadmappingFCCSET AMT InteragencyBudget InitiativeARPA/NSF Agile Mfg. InitiativeTEAM Program
1st Nat’l
Conf.
(NIST)
FCCSET CITWorking GroupNSF AdvancedIntelligentManufacturing InitiativeFCCSET AMT ProgramInteragency TRPNSTC CCIT Subcommittee on Mfg. Infrastructure1st Mfg. Infra. Workshop2nd Mfg. Infra. Workshop
2nd Nat’l
Conf.
(NIST)
Joint ACIMS ProjectNGM ProjectAF/NSF MOTI Project
3rd Nat’l
Conf 
.(NIST)
NGM Rollout
4th Nat’l
Conf 
.(NIST)
NSTC/MIReport1993199119921995199619981999
Sumber : Caswell (2002).
19941997
 
Gambar 4.1 Perjalanan Sejarah Upaya Antar Lembaga
 –
IMTR.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->