Permasalahan, Peluang, dan Arahan
i)Permasalahan
Berbagai tanggapan dari praktisi asuransi dan perbankan yang positif maupunnegatif menjadi pertentangan yang berlarut-larut hingga saat ini. Penundaan pemikirantersebut akan menambah beban pemerintah dalam penjaminan dana nasabah sehinggamenimbulkan makin kompleksnya permasalahan ini.
ii)Peluang Pendirian dilihat dari sisi Asuransi dan Perbankan
Peluang dari sisi asuransi, antara lain: (i) Pemerintah sedang berusaha untukmenurunkan beban APBN-nya sehingga dana deposito yang selama ini dijamin olehpemerintah akan dialihkan ke industri asuransi nasional, dan (ii) Apabila jaminanpemerintah dihapus maka nasabah akan berusaha mencari fasilitas bagi keamanan danadepositonya.Peluang dari sisi perbankan, antara lain: (i) Kepercayaan masyarakat terhadapperbankan sekarang ini sedang menurun sehingga pendirian lembaga ini akan bisameningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap perbankan Indonesia, dan (ii)Bisa menurunkan risiko likuiditas yang mungkin akan dialami oleh perbankan.
i)Dasar hukum, Letter of Intents, Propenas (Program Pembangunan Nasional)
Dasar hukum yang dijadikan landasan bagi pendirian asuransi deposito, adalah:
•
Undang-undang Nomor 13 Tahun 1968 tentang Bank Sentral, dalam pasal 29 ayat1 diterangkan bahwa Bank Sentral memajukan perkembangan yang sehat dariurusan kredit dan urusan perbankan. Dalam pasal 30 diterangkan bahwadimungkinkan diadakannya suatu asuransi deposito dengan tujuan pembinaankepercayaan masyarakat terhadap perbankan.
•
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 1973 tentang JaminanSimpanan Uang Pada Bank. Pemerintah mewajibkan semua bank kecuali bank-bank asing untuk menjaminkan simpanan uang pihak ketiga.
•
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 1996 tentangKetentuan dan Tata Cara Pencabutan Izin Usaha, Pembubaran dan LikuidasiBank. Didalam pasal 23 diterangkan bahwa pembayaran kewajiban-kewajibanbank yang terlikuidasi bisa dilakukan dengan mendirikan suatu lembaga yangberfungsi melindungi kepentingan nasabah penyimpan dana/debitur.
•
Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Undang-undang ini
2
Leave a Comment