Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pENGKAJIAN Pada Keluarga tahap dewasa.komunitas

pENGKAJIAN Pada Keluarga tahap dewasa.komunitas

Ratings: (0)|Views: 339|Likes:
Published by sofiatul makfuah

More info:

Published by: sofiatul makfuah on Sep 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/10/2013

pdf

text

original

 
1
Skenario 1Judul skenario : Keluarga tahap dewasaSkenario :Keluarga Bp. S usia 50 tahun, pendidikan terakhir D3, pekerjaan guru SD. Bp. Smempunyai seorang istri ibu T usia 48 tahun, pekerjaan ibu RT, mempunyai duaorang anak yang pertama An. L (35 tahun), S1, guru SD yang kedua An. M (18tahun), SMA bekerja dibengkel, keduanya belum menikah. Keluarga berasal darisuku jawa dan termasuk dalam keluarga inti. Keluarga Bp. S berada ditahap perkembangan keluarga dengan anak dewasa muda, dimana dari dua oranganaknya belum menikah dan tinggal satu rumah. Keluarga Bp. S sudahmenjalankan sebagian tugas perkembangan keluarga seperti mempertahankankeintiman pasangan dengan selalu menyampaikan keluhan yang dirasakan antar suami istri, namun untuk merawat orang tua yang sakit khususnya pada ibu T,tugas perkembangan yang belum selesai adalah memandirikan anak. Kondisi Bp.S mengalami hemiparese kaki kiri, sehingga ibu T menjalankan semua tugas Bp.S selaku kepala keluarga dengan dibantu An. L, tetapi An. M sendiri merasa tidak mau untuk dilibatkan dalam urusan rumah tangga, dengan alasan An. M baru lulusSMA dan masih perlu banyak main dengan teman-temannya, sehingga cenderung belum mau terlibat dalam merawat Bp. S dirumah, sehingga ibu T melakukansemua urusan rumah tangganya, yang pada akhirnya, patut diduga ibu T cukupstress dengan tanda tekanan darahnya 170/100 mmHg.Kata kunci : Belum menikah, memandirikan, stress, dewasa muda, tugas perkembangan.
 
2
Soal1.
 
Bagaimana karakteristik keluarga inti pada suku jawa berdasarkan kasus diatas?2.
 
Apa Tugas Perkembangan yang keluarga Bp. S?3.
 
Mengapa An L (35 thn) belum menikah?4.
 
Mengapa An M tidak mau dilibatkan dalam urusan rumah tanggakeluarganya, dan apakah hal tersebut merupakan penyimpangan tugas tumbuhkembang?5.
 
Bagaimana perubahan peran Ibu T terkait dengan penyakit Bp. S?6.
 
Apakah Masalah utama yang dihadapi keluarga Bp. S?7.
 
Fungsi apa yang dapat dilakukan perawat untuk menangani masalah keluargaBp.S?8.
 
Apa Fungsi keluarga (menurut Friedman) yang tidak terpenuhi oleh keluargaBp. S?9.
 
Apa model teori keperawatan yang sesuai untuk diterapkan terhadap kasus pada keluarga Bapak S?10.
 
Bagaimana asuhan keperawatan yang dapat dilakukan terhadap masalahkeluarga Bp. S?
 
3
Jawaban1.
 
Bagaimana karakteristik keluarga inti pada suku jawa berdasarkan kasus diatas?Pada kasus tersebut dijelaskan bahwa keluarga Bp. S berasal dari suku jawa dan termasuk dalam keluarga inti. Pada suku jawa bentuk keluargadidominasi oleh keluarga besar dan keluarga inti yang berpusat pada ayah atauibu. Keluarga jawa yang ekonomi serta kelas sosial menengah ke bawahmempunyai karakteristik pola mencari bantuan pertolongan kesehatan yangsederhana. Selain itu, pada keluarga jawa menerima dan menghargai struktur keluarga (matrilokal atau patrilokal) serta sistem nilai yang dianut keluarga jawamerupakan tonggak awal yang harus ditanamkan dalam keluarga agar kelak menuai keberhasilan. Keberhasilan tesebut dapat dinilai dari tingkat kemandiriankeluarga dalam menolong diri mereka sendiri dalam bidang kesehatan dan akanoptimal jika melibatkan kyai. Akan tetapi, pada kasus keluarga Bp. S belum bisamencapai tingkat kemandirian dalam keuarga, karena terdapat tugas perkembangan yang belum terpenuhi dalam kelurga yaitu memandirikan anak.Dalam hal ini, asuhan keperawatan yang dapat dilakukan pada karakteristik keluarga inti suku jawa adalah dengan pendekatan budaya (
transcultural nursing 
).Pendekatan budaya dilakukan karena dipandang lebih tepat Pendekatan budaya bermakna asuhan keperawatan keluarga dimulai dari keinginan keluarga, sesuaidengan kebiasaan keluarga, sesuai sumber daya keluarga, sesuai dengankemampuan keluarga, sesuai dengan struktur dan nilai-nilai yang dianut keluarga,serta melibatkan kyai sebagai pemimpin spiritual mereka.Dalam keluarga suku jawa juga biasanya suami istri memimpin keluarga bersama-sama. Dalam artian sebagai bapak dan ibu, mereka mempunyaikedudukan serta kekuasaan yang sama. Keluarga suku jawa selalu memeliharahubungan yang kuat san erat diantara para anggota keluarga. Akan tetapi, dikeluarga Bp.S kurang terbina hubungan keluarga yang baik, hal itu terlihat sarisikap An.M yang cenderung peduli terhadap penyakit yang dialami Bp.S. Padahal pada prinsipnya hubungan bapak dan anak terjalin dengan erat.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->