Kata “Hibah” bila dilihat dari segi bahasa berasal dari kata bahasa arabyang sudah diadopsi menjadi bahasa Indonesia. Kata ini merupakanmashdar dari kata
wahaba
yang berarti pemberian. Yang secara etimologi berarti
melewatkan atau menyalurkan
, yang berarti : disalurkan dari tanganorang yang memberi kepada tangan yang diberi.Menurut istilah Hibah adalah suatu persetujuan dengan nama si penghibah, diwaktu hidupnya dengan cuma-cuma dan dengan tidak dapatditarik kembali, menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerimahibah yang menerima penyerahan itu. Apabila seseorang memberikan hartamiliknya pada orang lain maka berarti si pemberi itu menghibahkanmiliknya itu. Maka itu kata hibah sama artinya dengan istilah
pemberian.
Sayid Sabiq mengemukakan bahwa definisi hibah adalah :
“akad yang pokok persoalannya pemberian harta milik seseorang kepada orang laindiwaktu dia hidup, tanpa adanya imbalan.
Sedangkan Sulaiman Rasyidmemberikan definisi sebagai berikut :
“Hibah ialah memberikan zat dengan tidak ada tukarnya dan tidak ada karenanya”
”(ChirunmanPasaribu; 2004;114). Kata Hibah juga dipakai dalam Al-Qur’an dalam arti pemberian, hal ini dapat ditemui pada QS. Al-Imron ayat: 38 yangmenceritakan tentang permohonan atau doa Nabi Zakariya kepada Allahyang artinya”
(Zakariya) berkata: Ya Tuhanku ! anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang anak keturunan yang baik ! Sesungguhnya Engkau adalahMaha Mendengar permintaan.”
Apabila ditelusuri secara lebih mendalam, istilah hibah berkonotasikanmemberikan hak milik oleh seseorang kepada orang lain tanpamengharapkan imbalan dan jasa. Oleh sebab ituistilah balas jasa dan gantirugi tidak berlaku dalam transaksi hibah.Hibah dalam arti pemberian juga bermakna bahwa pihak penghibah bersedia melepaskan haknya atas bendayang dihibahkan. Dikaitkan dengan suatu perbuatan hukum, hibah termasuk salah satu bentuk pemindahan hak milik. Pihak penghibah dengan sukarelamemberikan hak miliknya kepada pihak penerima hibah tanpa adakewajiban dari penerima untuk mengembalikan harta tersebut kepada pihak