Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Pidana Islam Sebagai Penebus

Hukum Pidana Islam Sebagai Penebus

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 240 |Likes:

More info:

Published by: Xahrial Anthony Stark on Jul 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2014

pdf

text

original

 
Ditulis oleh rahma02di/pada Oktober 9, 2007 Allah SWT telah menetapkan hukum-hukum
uqubat 
(pidana, sanksi, dan pelanggaran)dalam peraturan Islam sebagai “pencegah” dan “penebus”. Sebagai pencegah, karena ia berfungsi mencegah manusia dari tindakan kriminal; dan sebagai penebus, karena ia berfungsimenebus dosa seorang muslim dari azab Allah di hari kiamat.Keberadaan
uqubat 
dalam Islam, yang berfungsi sebagai pencegah, telah disebutkandalam Al-Qur’an:
 Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertaqwa”
. (QS. al-Baqarah [2]: 179)Yang dimaksud dengan “
ada jaminan kehidupan
” sebagai akibat pelaksanaan qishashadalah melestarikan kehidupan masyarakat, bukan kehidupan sang terpidana. Sebab, bagi diaadalah kematian. Sedangkan bagi masyarakat yang menyaksikan penerapan hukuman tersebut—  bagi orang-orang yang berakal—tentulah menjadi tidak berani membunuh, sebab konsekuensimembunuh adalah dibunuh. Demikian pula halnya dengan hukuman-hukuman lainnya, sebagai bentuk pencegahan terjadinya kriminalitas yang merajalela.Yang dimaksud dengan tindakan kriminal adalah suatu perbuatan yang dipandang tercelaoleh syara’. Oleh karena itu, suatu perbuatan tidak dapat dikategorikan tindakan kriminal,kecuali apabila telah ditetapkan melalui nash syara’ (al-Qur’an, hadits, dan apa-apa yangditunjuk keduanya). Jika manusia melanggar perintah/larangan Allah, berarti dia telah melakukan perbuatan tercela, dan dianggap telah melakukan tindakan kriminal, shg harus dijatuhi hukumanatas kriminalitas yang dilakukannya. Sebab, tanpa pemberlakuan hukuman bagi para pelanggar,hukum tidak akan memiliki arti apa-apa. Suatu perintah tidak akan bernilai apa-apa jika tak ada balasan (hukuman) bagi pelanggar yang mengabaikan perintah tersebut.Syariat Islam telah menjelaskan bahwa pelaku kriminalitas akan mendapatkan hukuman, baik hukuman di dunia maupun hukuman di akhirat. Allah akan mengazab mereka di akhirat,dengan hukuman yang nyata, sebagaimana firmanNya:Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakansehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. (QS. Faathir [35]:36)Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. Dan tiada (pula) makanansedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa. (QS. al-Haaqqah [69]: 35-37)Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala.(QS. al-Ma’aarij [70]: 15-16)Demikianlah, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan dasyatnya siksaan Alahdi akhirat, bagi orang-orang yang berdosa. Bagi yang memperhatikan dengan sungguh-sungguh,tentulah akan merasa ngeri sehingga akan menganggap enteng semua hukuman di dunia.Akan tetapi, sungguh Maha Pemurah lah Allah SWT. Bagi hambaNya yang berimanterhadap seluruh firman-firmanNya, Dia sediakan alternatif yang mampu “menebus” dosa-dosanya di akhirat, yakni berupa serangkaian hukum pidana di dunia. Allah telah menjelaskandalam Qur’an dan Hadits, baik secara global maupun terperinci, hukum-hukum pidana bagisetiap pelaku kriminalitas. Seperti: mencuri, berzina, mabuk, merontokkan gigi orang lain, dansebagainya. Allah memberikan wewenang pelaksanaan hukuman tersebut kepada Imam(khalifah: pemimpin tunggal atas seluruh kaum muslimin) dan wakil-wakilnya (para hakim),yaitu dengan menerapkan sangsi-sangsi yang telah ditetapkan oleh Negara Islam (Khilafah), baik  berupa hudud, ta’zir, maupun kafarat (denda). Hukuman yang dijatuhkan ini akan menggugurkansiksaan di akhirat terhadap pelaku kejahatan.Dalilnya, adalah apa yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ubadah bin Shamit, yangmengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
abdillahmail8170 liked this
abdillahmail8170 liked this
Mukhtar Shidiq liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->