/  3
 
 Ternak burung Puyuh alternatif Usaha mandiri26 May 2009 —wadiyo(Views: 188) Ternak burung puyuh menjadi alternatif Mas Duwanto yang bertempat tinggaldi Wareng, Wonosari,Gunungkidul, Yogyakarta dalam mensikapi mencarirezeki. Beliau seorang ustazd yang mengurusi masjid Al-Fatah Wareng jugabekerja di industri bubut di Surabaya dan berwiraswasta menjadi peternakpuyuh ( gemak ) di rumahnya.Dalam merintis usaha ini mas Duwanto menyediakan sarana prasaranayang meliputi :1. Sebidang pekarangan untuk kandang selua 5 m x 12 m2.Bangunan untuk kandang terdiri dari bahan :a. Kayu usuk untuk rangka bangunanb.Bambu untuk dindingc. Asbes untuk atapd. Kawat setrimin untuk kandang bagian dalame. Pipa pralon besar untuk tempat makanan dan minumanf. Instalasi listrik untuk penerangang.Ember besar dan perlengkapannyaModal dari bahan - bahan di atas menghabiskan dana sekitar Rp 6.200.000Ukuran kandang di atas bisa menampung burung puyuh sebanyak 2000ekor.Sedangkan modal awal untuk pembelian makanannya selama kuranglebih 35 hari menghabiskan dana sebesar Rp 3.000.000.Setelah bibit puyuhdipelihara sampai 35 hari maka puyuh tersebut mulai bertelur dan setelah 2bulan penuh maka seluruh burung puyuh sudah bisa bertelur setiap hari.Saatdipelihara 35 s/d 42 hari burung puyuh baru bertelur kurang lebih 50 % atausekitar 10 kg dari 2000 ekor yang dipelihara.Pemasaran telur puyuh sudah tidak menjadi masalah karena pihak investorsudah siap membelinya dengan harga Rp 165 perbutir. Teknis pemberianmakan dan minumnya dilakukan setiap jam 07.00 WIB dan jam 15.00WIB.Rata -rata perekor burung puyuh menghabiskan 22 gram makanan.Kebutuhan air minum dari 2000 ekor perharinya menghabiskan air sekitar 40liter.Pengambilan kotorannya setiap 2 hari sekali dan akan terkumpulsebanyak 2 zak yang dapat dipergunakan untuk rabuk tanaman.Hargamakanan saat ini sebesar Rp 240.000 / zak untuk makanan yang halus danRp 213.000 perzak untuk makanan yang agak kasar.
 
Bila kebersihan dan kesehatan di jaga dengan baik maka burung puyuhtersebut bisa bertelur selama 2 tahun dan setelah itu burung puyuh yangsudah tidak bertelur dijual untuk dijadikan menjadi konsumsi daging burungpuyuh.K eterbatasan yang dihadapi mas Duwanto saat ini adalah masalahpermodalan untuk menambah jumlah puyuh yang akan diternakkan agarimpas dengan pengeluaran tenaga dan modal,maka bagi para pengusahayang punya dana lebih bisa meminjamkan modalnya kepada mas Duwantosyukur tanpa jasa.Demikian sekilas profil kegigihan seorang ustazd yang mencari maisyahdengan berwiraswasta beternak puyuh sekaligus menjadi karyawan suatuperusahaan di Surabaya.Teruskan perjuangan menjadi pahlawan-pahlawanekonomi yang akan menggerakkan ekonomi umat Islam sehingga umat Islammenjadi umat yang kuat dari berbagai segi termasuk ekonomi.Semoga AllohSWT memberkahi usaha mas Duwanto. Amien. Jangan lupa mas bilamendapat keuntungan untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk zakatmaal atau infaq dan shodaqoh.Bila para pembaca ingin berkomunikasi lebih lanjut bisa menghubungi masDuwanto No HP : 081 938145088

Share & Embed

More from this user

Recent Readcasters

Add a Comment

Characters: ...

This document has made it onto the Rising list!

budiyongkruleft a comment

pucing q + bingung ki.....