KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Robb al-Alamin, segala puja puji hanyalah milik Allah,Robb yang Menguasai seluruh alam raya. Shalawat dan salam kehadiratRasululullah Muhammad, Nabi teragung dan terakhir, demikian pula dengankeluarga, para shahabat dan yang mengikuti perjuangannya hingga hari qiyamat.AminPertama-tama mungkin banyak orang yang akan terperanjat melihat judulbuku ini yang sangat kontraversial. Bagaimana tidak, disaat-saat pemahamanyang berbau Islam Kaffah atau sejenisnya dan segala bentuk gerakannya yangselalu dicitrakan sebagai gerakan destruktif, pemberontakan, radikalisme,militanisme, ekstrimisme, fundamentalisme dan sejenisnya dicurigai, dihujatbahkan diisolir dan diperangi di seluruh muka bumi karena dianggap sebagaisumber kerusakan, ketakutan dan peperangan, justru penulis dengan beraninyamenampilkan masalah kontraversial ini. Sumber utama kontraversial tidak laindisebabkan karena penulis menghubungkan Islam dengan terorisme.Permasalahannya bagaimana mungkin Islam yang mengajarkan nilai-nilaikeagungan dan kemuliaan berhubungan dengan terorisme ?Apalagi seperti belakangan ini, akibat gencarnya propaganda musuh-musuh Islam, terutama Yahudi yang dimotori Amerika dan sekutunya untukmengubur gerakan kebangkitan Islam, banyak dikalangan kaum muslimin yangketakutan dan antipati terhadap ajaran agamanya yang sempurna, penuhkeadilan dan kedamaian. Karena setiap upaya untuk memperjuangkan Islamsecara kaffah (totalitas) dan konsisten, otomatis diasosiasikan dengan gerakanterorisme, sebagaimana yang menimpa para pejuang Islam, baik di dunia Islammaupun di Indonesia seperti yang dituduhkan kepada al-Ustadz Abu BakarBa’asyir, al-Ustadz Ja’far Umar Thalib, al-Habib Muhammad Riziek Shahab, AgusDwikarna dan lainnya. Dengan cap teroris yang diberikan terhadap para pejuangIslam, maka akan mudah bagi dunia untuk menangkap, memerangi bahkanmenginvasi sebuah negara dengan bantuan badan dunia seperti PBB seperti yangdilakukannya terhadap Afghanistan maupun Irak.Secara teoritis, seorang Muslim yang istiqomah dan taat kepada ajaranIslam, tidak mungkin akan merugikan kepentingan umat manusia di muka bumiini sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah dan para shohabat serta penerusperjuangannya. Karena mereka ditugaskan oleh agamanya agar menjadi juruselamat dan pemberi rahmat, kebahagian, kedamaian, ketenangan, kemakmuran,keadilan, kesejahteraan kepada seluruh umat manusia tanpa mengenal ras dansuku bangsa. Ayat-ayat al-Qur’an dengan tegas dan jelas menyatakan hal itu, dan