Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
09 2013_1 Permasalahan Dalam Persiapan Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional 2014 (Rahmi Yuningsih)

09 2013_1 Permasalahan Dalam Persiapan Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional 2014 (Rahmi Yuningsih)

Ratings: (0)|Views: 28 |Likes:
Published by s4kuramochi
iuran jaminan kesehatan nasional yang belum ditetapkan pemerintah
iuran jaminan kesehatan nasional yang belum ditetapkan pemerintah

More info:

Published by: s4kuramochi on Oct 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2014

pdf

text

original

 
KESEJAHTERAAN SOSIAL
- 9 -
Vol. V, No. 17/I/P3DI/September/2013
Info Singkat 
© 2009, Pusat Pengkajian, Pengolahan Data dan Informasi (P3DI)Sekretariat Jenderal DPR RI www.dpr.go.idISSN 2088-2351
PERMASALAHAN DALAMPERSIAPAN PELAKSANAANJAMINAN KESEHATANNASIONAL 2014
Rahmi Yuningsih
*)
Abstrak 
Program Jaminan Kesehatan Nasional akan dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2014 mendatang. Namun, masih banyak yang perlu dipersiapkan seperti masalah rujukan pelayanan kesehatan, kepesertaan dan besaran iuran. Adanya perbedaan pendapat mengenai besaran persentase iuran yang akan dibayar oleh pemberi kerja dan pekerja,disebabkan oleh belum adanya peraturan yang jelas mengenai besaran iuran. Padahal  peraturan tersebut merupakan salah satu pengaturan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Undang-Undang Badan Penyelenggara  Jaminan Sosial.
A. Pendahuluan
Mendapatkan pelayanan kesehatan adalahhak setiap orang sebagaimana tercantum pada Pasal 28H UUD 1945. Oleh karenanya, negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitaspelayanan kesehatan yang layak. Termasuk di dalamnya adalah menjamin kemudahansetiap orang dalam mengakses pelayanankesehatan dan menjamin setiap orang untuk tidak mengalami kesulitan keuangan ketika membayar pelayanan kesehatan tersebut. Halini sejalan dengan konsep
Universal HealthCoverage 
yang disepakati negara-negara anggota  WHO pada tahun 2005.
Universal Health Coverage 
merupakansistem kesehatan dimana setiap masyarakatdi dalam populasi memiliki akses yang adilterhadap pelayanan kesehatan yang bersifatholistik meliputi pelayanan promotif, preventif,kuratif, dan rehabilitatif yang bermutu dandibutuhkan dengan biaya yang terjangkau. Saatini pemerintah sedang menyiapkan mekanismepelayanan kesehatan bagi setiap penduduk yaitu program Jaminan Kesehatan Nasionalyang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Januari2014 mendatang. Jaminan kesehatan untuk seluruhpenduduk perlu dibangun untuk mengatasimasalah ketidakadilan dan sekaligusmembenahi ketidakmampuan sistem pelayanankesehatan dalam menyelenggarakan pelayanankesehatan yang semakin rumit dan mahal. Jaminan Kesehatan Nasional harus mencakup
*)
Peneliti bidang Kesehatan Masyarakat pada Pusat Pengkajian, Pengolahan Data danInformasi (P3DI) Setjen DPR RI, e-mail: rahmi.yuningsih@dpr.go.id atau rahmi.yuningsih@yahoo.com
 
- 10 -
aspek holistik atau cakupan pelayanankesehatan semesta baik dalam hal regulasi,kepesertaan, manfaat dan iuran, pelayanankesehatan, keuangan dan kelembagaanorganisasi.Dalam mekanisme pembayaran JaminanKesehatan Nasional untuk Penerima BantuanIuran (PBI) yaitu fakir miskin dan orang tidak mampu, bukanlah termasuk dalampengobatan gratis seperti yang selama ini kerapmelekat pada mekanisme Jaminan KesehatanMasyarakat (Jamkesmas). Jamkesmas sering diartikan sebagai pengobatan gratis padahal Jamkesmas merupakan program pengentasankemiskinan yang iurannya dibantu olehpemerintah. Kesalahpahaman tersebut timbulkarena Jamkesmas kerap dijadikan programpolitik sejumlah kepala daerah selama kampanye yang mewujud melalui program Jamkesda. Sebagian Jamkesda menggratiskanpelayanan kesehatan bagi semua warganya tanpa membedakan warga yang mampuataupun miskin. Bantuan iuran untuk warga miskin dan hampir miskin merupakankelanjutan dari program Jamkesmas yang selama ini telah berjalan. Hal ini menjadipenting mengingat pada tahun 2014 jumlah warga miskin dan hampir miskin yang ditanggung mencapai 86,4 juta orang.
B. Peningkatan PelayananKesehatan
Salah satu faktor yang masih perludigarap pemerintah adalah peningkatanpelayanan kesehatan untuk mendukung terselenggaranya jaminan kesehatan. Kondisipelayanan kesehatan saat ini dapat dikatakanbelum sepenuhnya terorganisir. Denganberagamnya jenis pembiayaan kesehatanseperti pembayaran dari kantong pasien sendiri
(out of pocket)
dan pembayaran oleh pihak asuransi, masyarakat dapat bebas memperolehpelayanan kesehatan di berbagai jenis fasilitaspelayanan kesehatan seperti berbagai jenisrumah sakit baik umum maupun khusus,puskesmas, balai kesehatan masyarakat,klinik, dan balai pengobatan umum. Hal inimenyebabkan penumpukan pasien di fasilitaspelayanan kesehatan tertentu. Padahal dalampengorganisasian pelayanan kesehatan, telahada mekanisme jenjang pemberian pelayanankesehatan atau yang biasa disebut sistemrujukan pelayanan kesehatan. Jika sistem inidibenahi dan dilaksanakan dengan baik, maka akan memudahkan pelaksanaan JaminanKesehatan Nasional nantinya.Selain masalah rujukan pelayanankesehatan, hal lain yang perlu dipersiapkandalam menyambut Jaminan Kesehatan Nasionaladalah kepesertaan. Dari jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 yang berjumlah 237 juta  jiwa, sebanyak 63% penduduk telah mengikuti jaminan kesehatan. Dari jumlah tersebut,sebanyak 32,37% peserta Jamkesmas, 7,36%peserta Askes PNS dan TNI/Polri, 2,05%peserta Jamsostek, 6,50% peserta asuransiperusahaan, 1,21% asuransi swasta dan13,52% Jamkesda. Berdasarkan data tersebut,belum seluruh masyarakat terlindungi jaminankesehatan. Dengan adanya program JaminanKesehatan Nasional, tahun 2014 ditargetkanakan ada sebanyak 71% masyarakat yang memiliki jaminan kesehatan yaitu penambahansekitar 8% peserta Jamkesmas. Sisanya ditargetkan tercakup pada tahun 2015 sehingga tahun 2019 tercapai jaminan kesehatan untuk semua penduduk.
C. Pembiayaan JaminanKesehatan Nasional
 Jaminan Kesehatan Nasionaldilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN). Jaminankesehatan ini diselenggarakan secara nasionalberdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsipekuitas dengan tujuan menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatandan perlindungan dalam memenuhi kebutuhandasar kesehatan. Manfaat jaminan ini meliputipelayanan kesehatan perseorangan mulai daripelayanan promotif, preventif, kuratif,hingga rehabilitatif, termasuk obat dan bahan medishabis pakai yang diperlukan. Manfaat jaminankesehatan diberikan di fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta yang menjalin kerja 
 
- 11 -
sama dengan Badan Penyelenggara JaminanSosial (BPJS). Namun, dalam keadaan darurat,pelayanan dapat diberikan di fasilitas kesehatanyang tidak menjalin kerja sama dengan BPJS.Dalam UU SJSN, peserta JaminanKesehatan Nasional adalah setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Mereka yang dibayarkan oleh Pemerintah (PBI) adalahmereka yang tidak memiliki pekerjaan, orang yang mengalami cacat total, fakir miskindan orang tidak mampu. Untuk peserta yang mengalami pemutusan hubungankerja, kepesertaan jaminan kesehatan tetapberlaku selama enam bulan setelah pemutusanhubungan kerja. Namun, jika setelah enambulan belum mendapat pekerjaan dan tidak mampu membayar iuran, iuran dibayar olehpemerintah.Besaran iuran jaminan kesehatan untuk peserta penerima upah ditentukan berdasarkanpersentase dari upah sampai dengan batastertentu yang secara bertahap ditanggung bersama oleh pekerja dan pemberi kerja.Untuk peserta yang tidak menerima upah,besaran iuran jaminan kesehatan ditentukanberdasarkan nominal yang ditinjau secara berkala. Sedangkan untuk PBI, besaraniuran ditentukan berdasarkan nominal yang ditetapkan secara berkala.Permasalahan menjadi pelik melihatskema anggaran kesehatan yang belum optimal. Pada tahun 2014,anggaran Kementerian Kesehatansebesar Rp44,86 triliun atau2,47% dari total keseluruhan APBN. Padahal amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009tentang Kesehatan, anggaran sektorkesehatan harus 5% dari total APBN. Di bawah ini merupakanalokasi anggaran KementerianKesehatan dan perbandingannya dengan total keseluruhan APBNdari tahun 2010 sampai dengantahun 2014.Terlebih lagi, dalammenghadapi pelaksanaan JaminanKesehatan Nasional pada 1 Januari2014 mendatang, KementerianKesehatan membutuhkan lebih banyak anggaran baik dari sisi
demand 
maupun
supply 
.Dari segi
demand 
berupa pembayaran yang dilakukan pemerintah untuk membayar iuranPBI yaitu sebesar Rp19,4 triliun. Sedangkandari segi
supply 
berupa keseluruhan sarana dan prasarana pendukungJaminan KesehatanNasional yang membutuhkan anggaran sekitarRp27 triliun. Akan tetapi, dari jumlah Rp27triliun yang diusulkan oleh KementerianKesehatan dan Pemerintah Daerah, hanya Rp4triliun yang disediakan untuk BPJS Kesehatan. Akibatnya, sekitar Rp24 triliun dari totalanggaran Kementerian Kesehatan tahun 2014yang sebesar Rp44,86 triliun digunakan untuk membiayai pelaksanaan Jaminan KesehatanNasional tahun 2014.
D. Besaran Iuran JaminanKesehatan Nasional
Dalam pembiayaan Jaminan KesehatanNasional, dipilih mekanisme asuransi sosialdan bukan mekanisme pajak. Oleh karenanya,besaran iuran dan jaminan yang didapat perludihitung secara benar. Hitungan para ahlimenyimpulkan besaran iuran sebesar Rp25.424per orang per bulan untuk PBI yang dibayaroleh pemerintah. Besaran iuran tersebut untuk pelayanan di puskesmas dan rumah sakit
Tabel Alokasi Anggaran Kementerian Kesehatandan Persentase Perbandingandengan Total APBN 2010-2014
Tahun
   A   l  o   k  a  s   i   A  n  g  g  a  r  a  n   K  e  m  e  n   k  e  s   (   T  r   i   l   i  u  n   R  u  p   i  a   h   )   R  e  a   l   i  s  a  s   i   A  n  g  g  a  r  a  n   K  e  m  e  n   k  e  s   (   T  r   i   l   i  u  n   R  u  p   i  a   h   )   A   P   B   N   N  a  s   i  o  n  a   l   (   T  r   i   l   i  u  n   R  u  p   i  a   h   )   %   A   l  o   k  a  s   i   A  n  g  g  a  r  a  n   K  e  m  e  n   k  e  s   t  e  r   h  a   d  a  p   A   P   B   N   N  a  s   i  o  n  a   l
201025,2722.51.056,512,39%201130,9226.961.229,582,51%201233,2930.661.418,492,34%201336,5916.51.683,002,17%201444,86-1.817,002,47%Sumber: Kementerian Kesehatan, Rapat Kerja dengan Komisi IX DPRRI,3 September 2013.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->