Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
35Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ARAB-MUSLIM & PEMBENTUKAN PERADABAN INDONESIA

ARAB-MUSLIM & PEMBENTUKAN PERADABAN INDONESIA

Ratings: (0)|Views: 9,809|Likes:

More info:

Categories:Types, Research, History
Published by: Hilmy Bakar Almascaty on Jul 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

05/02/2013

 
Arab Muslim
DanPembentukanPeradaban Indonesia
Sebuah Kajian Awal Sejarah
(Bagian Pertama)
Oleh
Dr. Hilmy Bakar, MA. MBA
Mahasiswa Doktor Falsafah (P 49295)Bidang Kajian Sejarah Tamadun Islam Alam MelayuInstitut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA)Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)Bangi – Malaysia2008 - 2009
1
 
Latar Belakang 
Para kolonialis dengan segala ambisinya sebagai penjajah telah merancangberbagai strategi untuk tetap menjadikan bangsa jajahannya sebagai masyarakat yangbodoh, tertinggal, terbelakang dan tidak memiliki harkat dan martabat. Salah satu caraefektif yang dilakukannya adalah dengan memanipulasi sejarah bangsa yangdijajahnya, memisahkannya dari pengetahuan generasi muda sebagaimana dinyatakanProf. Ismail R. Faruqi. Peninggalan-peninggalan agung nenek moyang mereka dibawakabur, dirampok bahkan dihancurkan agar generasi muda tidak memiliki jati diri lagi.Itulah sebabnya bangsa-bangsa penjajah, baik Inggris, Pertogis maupun Belanda telahmembawa semua bukti peninggalan kegemilangan Islam di Asia Tenggara ke Eropadengan alasan pengembangan pengetahuan. Bangsa yang tidak mengetahui masalalunya, maka tidak akan memiliki masa depan, seperti ungkapan TS. Elliot, ”masalalu dan masa kini akan menjadi kelanjutan masa depan”.Dengan program tersistematis para penjajah dengan perangkatnya telahberupaya menghapuskan tapak-tapak kegemilangan sejarah kaum Muslimin masalalu, termasuk para menghilangkan jejak para penggerak perubahan yang telahmenciptakan kegemilangan peradaban berdasarkan ajaran Islam. Contoh terdekatadalah seperti yang dilakukan penjajah Belanda terhadap pusat pemerintahanKerajaan Islam Pasai yang diketahui pernah menjadi pusat gerakan Islamisasi di AsiaTenggara yang telah melahirkan Kerajaan Islam dari Campa, Patani, Kelantan, Malaka,Palembang, Demak, Cirebon, Banten, Makassar, Bugis, Borneo, Sulu, Mindanaosampai Maluku dan Fak-Fak di Papua. Setelah menguasai Aceh, penjajah Belandamerubah Pusat Kerajaan Pasai di sekitar daerah Geudong Aceh Utara menjadi pusatpembuangan dan penampungan penderita penyakit menular seperti lepra. Secaraotomatis wilayah ini ditinggalkan penduduk dan menjadi kota mati, yangmengakibatkan punahnya peninggalan sejarah akibat tidak terawat.Pada saat yang sama para cendekiawan penjajah Belanda seperti Snouckmengadakan penelitian mendalam terhadap sejarah dan budaya Aceh sampai ke Mesirdan Mekkah dengan tujuan utama membalikkan fakta dan menyembunyikankebesaran kerajaan-kerajaan Islam, baik di Jeumpa, Perlak maupun Pasai. Denganpengetahuannya yang mendalam tentang Islam dan sejarahnya, Snouck telahmengeluarkan sebuah teori Islamisasi di sekitar Aceh, yang dikatakannya bermulapada abad ke 12 dan 13 M. Dengan teorinya ini seakan-akan Snouck ingin menyatakanbahwa Islamisasi di Nusantara bermula seratus tahun sebelum ketibaan penjajah Baratyang membawa agama Kristen. Padahal fakta menyatakan bahwa sejak awal abad ke 8M, Islam telah bertapak dan memiliki sebuah Kerajaan Islam di Jeumpa (Bireuen Aceh)pada tahun 770 M yang dipimpin salah seorang keturunan Arab kelahiran Parsiabernama Shahrianshah Salman al-Farisi. Sementara bukti terkini menyebutkan bahwasebelum Islam tiba, para pedagang Arab telah bermukim di sepanjang pantai utarapulau Sumatra dan ketika Islam dibawa oleh Nabi Muhammad langsung tersebar dikalangan pedagang Arab yang sudah hilir mudik selama lebih 500 tahun sebelum
2
 
kedatangan Islam. Dengan teori Gujaratnya, Snouck bersama pengikutnya jelas inginmeniadakan peranan Muslim Arab dalam sejarah pembentukan dan pengembanganperadaban bangsa Indonesia. Ironisnya teori ini banyak diikuti oleh para cendekiawanIndonesia yang telah mengaburkan sejarah.Untuk memperkuat dominasinya, penjajah atau bonekanya akan menjalankanpolitik belah bambu, satu diangkat yang satunya diinjak, pecah belah lalu menguasai.Sebagaimana yang mereka telah lakukan kepada kaum Muslimin di Nusantara.Bangsa terbesar Muslim Nusantara dipecah belah dengan pendekatan kesukuandengan meniupkan fanatisme jahiliyah menggantikan ghirah Islamiyah yang telahdisemai para Ulama terdahulu yang telah membuahkan ukhuwah (persaudaran)Islam. Bangsa yang tidak mau takluk dibawah jajahannya, diadu domba dengansaudaranya seagamanya sendiri. Penjajah kafir Belanda telah mengadu domba bangsaPadang dengan bangsa Aceh yang sama-sama diketahui sebagai pilar utama IslamNusantara. Bangsa Padang direkrut menjadi tentara Belanda yang terkenal denganPasukan Marsose, lalu mereka diperintahkan untuk memerangi bangsa Aceh yangtidak mau tunduk kepada penjajah. Terjadilah pertumpahan darah sesama Muslim,yang satu menjadi antek Belanda dan yang satu sebagai pejuang yang berjihadmelawan kezaliman Belanda. Berapa banyak mujahidien fie sabilillah di Aceh yangdibantai pasukan Marsose yang didirikan oleh antek Belanda bernama M. Syarief,tokoh Padang yang akhirnya mendapat medali penghargaan tertinggi dari RatuBelanda karena berhasil membantai saudara Muslimnya di Aceh.Belah bambu yang dilakukan penjajah Belanda tidak berakhir hanya mengadudomba antar suku saja, bahkan dengan kajian-kajian ilmiyah para cendekiawannyamereka telah mengadu domba pusat-pusat peradaban di Nusantara sehinggamenimbulkan benturan peradaban. Setelah menguasai pulau Jawa, para cendekiawankolonialis Belanda memproklamirkan Jawa sebagai pusat peradaban Nusantara yangberdasarkan kepada tradisi Hindu, itulah sebabnya mereka mendukung bangsa inibernama Hindos Nesos, atau bangsa Hindu. Pemahaman ini menanamkan segalaperadaban Nusantara ke depan adalah berporos di Jawa yang berdasarkan Hindudengan sejarah kegemilangan beberapa kerajaan Hindu, seperti Majapahit, Singosari,Blambangan dan lainnya. Sementara pada saat yang sama mereka meniadakanperanan Sumatra sebagai sebuah pusat pertumbuhan peradaban baru yangberdasarkan kepada Islam. Penjajah melakukan ini karena mereka tidak mampumenguasai pusat peradaban Sumatra Islam yang berada di Aceh. Para pejuang Acehmelawan dengan gagah perkasa para kolonilis kafir ini. Maka untuk melemahkanbangsa Nusantara, penjajah Belanda mengangkat peradaban Jawa-Hindu danmenginjak peradaban Sumatra-Islam, yang akibatnya telah mempengaruhi corakperadaban bangsa Indonesia saat ini. Perlawanan demi perlawanan di Aceh sejatinyaadalah kelanjutan dari sebuah perang peradaban yang dikobarkan oleh penjajahBelanda untuk melemahkan Indonesia, namun ironisnya para petinggi bangsaIndonesia yang telah terdidik dengan pola penjajah Belanda tidak mau memahami
3

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Novi Herawati liked this
sblackto12 liked this
sblackto12 liked this
Ega Anisa liked this
Kamal Munansah liked this
farinlutvy added this note|
assalamualikm... boleh kirim naskah ini ke farinlutvy@gmail.com . . . saya butuh buat referensi tugas saya...
Sowel Ilhami liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->