Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem Bilangan dan Kesalahan

Sistem Bilangan dan Kesalahan

Ratings: (0)|Views: 3|Likes:
Error
Error

More info:

Published by: Adinda Rana Trisanti on Oct 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2013

pdf

text

original

 
 Metode Numerik Sebagai Algoritma Komputasi 5
BAB 2SISTEM BILANGAN DAN KESALAHAN
2.1. Penyajian Bilangan Bulat
Bilangan bulat yang sering digunakan adalah bilangan bulat dalam sistem bilangan desimal yang didefinisikan : N =
( )
021
...
aaaa
nnn
 =
002111
10...1010
aaaaa
nnnnnn
++++
 Contoh :2673 = 2.10
3
+ 6.10
2
+7.10
1
+ 3.10
0
 Bilangan bulat dengan bilangan dasar c didefinisikan dengan : N =
( )
cnnn
aaaa
021
...
 =
002211
...
cacacaca
cnnnnn
++++
 Bilangan biner atau bilangan dasar 2, dapat didefinisikan seperti formulasi di atasdengan mengganti c dengan 2, sehingga diperoleh : N =
( )
2021
...
aaaa
nnn
 =
002211
2...
aaaaaaa
nnnnnn
++++
 Contoh :(1101)
2
= 1.2
3
+ 1.2
2
+ 0.2
1
+ 1.2
2
 
Algoritma 2.1.
Bila diketahui koefisien-koefisien
a
1
 , a
2
 , a
3
 , …, a
n
dari polinom
02211
...)(
a xa xa xa x p
nnnnnn
++++=
 dan suatu bilangan
 β 
.Maka dapat dihitung
b
n
 ,b
n-1
 ,..,b
0
dari
 β 
sebagai berikut :................................
10012211
 β  β  β 
babbabbabab
nnnnnnnn
+=+=+==
 Algoritma ini banyak digunakan untuk menghitung konversi bilangan secara cepat,karena dalam algoritma ini tidak terdapat pemakaian pangkat yang membuat kesalahannumerik menjadi lebih besar.
 
 Metode Numerik Sebagai Algoritma Komputasi
Contoh :Bilangan biner (1101)
2
dapat dihitung dengan ;132.611 62.30 32.11 1
102213323
=+=+= =+=+= =+=+= =
 β  β  β 
ababbabbb
 Jadi (1101)
2
= 13Contoh :Bilangan oktal (721)
8
dapat dihitung dengan :46546418.581 586.528.72 7
012
=+=+= =+=+= =
bbb
 Jadi (721)
8
= 465.Contoh :187 = (187)
10
= 1.10
2
+ 8.10
1
+ 7.10
0
 =
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
2122222
1111010100010101
++
 Dengan algoritma di atas :
( )( ) ( ) ( ) ( ) ( )( )( ) ( ) ( )( ) ( ) ( )
2222220222222 122
10111011101101001111010100101111001010101000101011000 1
=+=+==+=+= =
bbb
 Jadi 187 = (10111011)
2
 
2.2. Penyajian Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan x antara 0 s/d 1 dalam sistem bilangan desimal didefinisikan :
nnn
aaaaaaaa x
++++==
10...101010)...(
332211321
 Bilangan pecahan x secara umum dalam sistem bilangan dengan bilangan dasar k didefinisikan :
( )
=
=
niiin
aaaaa
1321
...Contoh :0,625 = 6.10
-1
+2.10
-2
+ 5.10
-3
 Contoh :
( )
625,0125,05.0 10.12.02.1101,0
3212
=+=++=
 
 
 Metode Numerik Sebagai Algoritma Komputasi
2.3. Nilai Signifikan
 Nilai signifikan adalah suatu nilai dimana jumlah angka ditentukan sebagai batas nilai tersebut diterima atau tidak. Sebagai contoh perhatikan nilai pada penggaris : Nilai yang ditunjuk tidak tepat pada angka yang ditentukan karena selisih 1 strip, dalamkejadian ini bila dianggap nilai signifikan = 1 maka nilainya 59 atau 60.Bila penggaris tersebut dilihat dengan skala lebih besar pada daerah yang ditunjuk oleh jarum :Dari gambar ini, dengan nilai signifikan 10
-1
(0,1) maka diperoleh nilainya 59 atau 59,5.
2.4. Akurasi Dan Presisi
Peerhatikan hasil tembakan yang dilakukan oleh 4 orang seperti gambar berikut :Dari 4 gambar di atas, gambar (a) menunjukkan hasil yang akurat dan presisi.Gambar (b) menunjukkan hasil yang presisi tetapi tidak akurat. Gambar (c) menunjukkan hasil
50 6040 7050 6040 70
(a) (b)(c)
 
(d)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->