• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 Makalah Penunjang
106
 PENGOLAHAN LIMBAH NANGKA UNTUK BAHAN BAKU PAKAN TERNAKBERPROTEIN TINGGI : KAJIAN DARI LAMA HIDROLISA DANPENAMBAHAN UREAAhmad Alamsyah
Dosen Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram(Department of Agricultural Technology, Faculty of Agriculture, University of Mataram)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan lama hidrolisa yang optimal danpenambahan urea yang terbaik dalam menghasilkan limbah nangka untuk bahan bakupakan ternak berprotein tinggi. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahapan. Penelitiantahap pertama yaitu pengaruh lama hidrolisa terhadap kadar serat kasar dan gula reduksilimbah nangka. Penelitian tahap kedua yaitu pengaruh penambahan urea terhadap kadarprotein limbah nangka.Hasil penelitian tahap pertama menunjukkan bahwa lama hidrolisa yang optimaldiperoleh selama 131-137 menit yang menghasilkan produk dengan kadar serat kasarsebesar 11.18% dan kadar gula reduksi sebesar 54.80%. Penambahan urea yang terbaik adalah 3.67% yang menghasilkan produk dengan kadar nitrogen protein 4.37%.
Kata Kunci : Limbah Nangka, Hidrolisa, Urea, Pakan Ternak, ProteinKey Word : Jackfruit Waste, Hydrolysis, Urea, Feed, ProteinPENDAHULUAN
Limbah nangka merupakan limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secaraoptimal. Padahal bila melihat dari produksi buah nangka di NTB tahun 2006 cukupbanyak yaitu 108.722 ton (BPS Propinsi NTB, 2006/2007). Berdasarkan hasilpenimbangan peneliti di Laboratorium Teknologi Industri Fakultas Pertanian UniversitasBrawijaya Malang, dari satu buah nangka utuh sekitar 45.11% terdiri dari daging danbijinya (sudah dimanfaatkan). Selebihnya yaitu 54.89% yang merupakan limbahnya (hati13.19%, kulit 27.78% dan jerami 13.92%) masih belum banyak dimanfaatkan termasuk sebagai pakan ternak, hal ini disebabkan banyak mengandung senyawa-senyawa antinutrisi seperti tanin, lignin, tingginya serat kasar dan rendahnya kadar protein.Upaya pengolahan yang dapat menurunkan kadar tanin, lignin, serat kasar dan jugadapat meningkatkan kadar protein sangat diperlukan. Proses kimiawi dan fermentasi untuk pengolahan limbah nangka dengan menggunakan mikroba merupakan salah satu cara yangdiharapkan dapat memecahkan masalah di atas.Untuk menghasilkan bahan baku pakan ternak berprotein tinggi diperlukantahapan-tahapan proses antara lain : (1) penurunan kadar serat yang dapat dilakukandengan hidrolisa asam (Dunlap and Chiang, 1980). (2) Sumber nitrogen untuk meningkatkan aktivitas mikroba dalam bahan dapat ditambahkan urea (Tillman, Hartadi,Reksohadiprodjo, Prawirokusumo dan Lebdosoekojo 1989).
Seminar Nasional Pulang Kampus Alumni Fakultas Pertanian Universitas Mataram di Mataram tanggal 23-24 Februari 2008
 
 Makalah Penunjang
107Berdasarkan perlakuan kimiawi dan proses fermentasi di atas diharapkan dapatmemperoleh lama hidrolisa yang optimal dan penambahan urea yang terbaik dalammenghasilkan limbah nangka untuk bahan baku pakan ternak berprotein tinggi.
METODE PENELITIANTempat Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Industri FakultasPertanian Universitas Brawijaya Malang.
Bahan dan Alat Penelitian
Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari bahan dasar(limbah nangka, galur murni
Sacharomyces cerevisieae var. elipsoideus
), bahan kimia(HCl 1%, urea, bahan-bahan kimia untuk analisa), dan alat (autoclave, timbangan analitis,pisau, talenan, blender dan alat-alat untuk analisa).
Tahap Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan melalui dua tahapan:
Penelitian Tahap I : Pengaruh Lama Hidrolisa Terhadap Kadar Serat dan GulaReduksi Limbah NangkaRancangan Percobaan
Percobaan dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 4perlakuan lama hidrolisa. Masing-masing perlakuan selama enam kali sehingga diperoleh24 unit percobaan. Perlakuannya adalah Tanpa hidrolisa; Hidrolisa 60 menit; 120 menit;180 menit.Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam padataraf nyata 5%. Dan pengujian lebih lanjut dilakukan dengan ortogonal polinomial padataraf nyata 5% (Sastrosupandi, 2001).
Penelitian Tahap II : Pengaruh Penambahan Urea Terhadap Kadar Protein LimbahNangkaRancangan Percobaan
Percobaan dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4perlakuan persentase penambahan urea. Masing-masing perlakuan diulang enam kalisehingga diperoleh 24 unit percobaan. Perlakuannya adalah: Tanpa penambahan urea;Penambahan urea 1%; 2%; 3%;Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis sidik ragam pada taraf nyata 5%.Dan pengujian lebih lanjut dilakukan dengan ortogonal polinomial pada taraf nyata 5%(Sastrosupandi, 2001).
Pelaksanaan Penelitian
Tahapan kegiatan pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut :Buah nangka masak diperoleh dari pasar Dinoyo Malang, kemudian diangkut keLaboratorium Teknologi Industri Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang. Buahkemudian dipotong untuk diambil limbahnya (hati, jerami dan kulit) dan selanjutnyadisortasi, dirajang, dicuci dan ditiriskan.Untuk penelitian tahap I, limbah nangka yaitu hati, kulit dan jerami ditimbangdengan perbandingan 1:2:1. Kemudian dihancurkan (diblender). Setelah itu dihidrolisadengan HCl 1% pada suhu 121
°
C
±
8
°
C dan tekanan 15 lb yang lamanya sesuaiperlakuan. Jumlah limbah nangka dengan HCl 1% adalah 1:1. Pengamatan dilakukan
Seminar Nasional Pulang Kampus Alumni Fakultas Pertanian Universitas Mataram di Mataram tanggal 23-24 Februari 2008
 
 Makalah Penunjang
108terhadap kadar serat (Sudarmadji, Haryono dan Suhardi, 1984) dan kadar gula reduksi(Sudarmadji, dkk, 1984).Untuk penelitian tahap II diperoleh dari perlakuan lama hidrolisa yang terbaik padapenelitian tahap I. Caranya sama yaitu limbah nangka dihancurkan (diblender) dandihidrolisa dengan HCl 1% pada suhu 121
°
C
±
5
°
C dan tekanan 15 lb yang lamanyasesuai dengan perlakuan terbaik dari penelitian tahap I. Jumlah limbah nangka dengan HCl1% adalah 1:1. Selanjutnya didinginkan. Setelah dingin ditambahkan urea yang jumlahnyasesuai perlakuan. Selanjutnya diinokulasi di dalam ruangan steril dengan
Sacharomecescerevisiea var. elipsoideus
0.5% yang telah berumur 2 hari. Kemudian difermentasi padasuhu 30
°
C, selama 48 jam. Pengamatan dilakukan terhadap kadar nitrogen protein danNPN (Sudarmadji, dkk. 1984; Apriyantono, Fardiaz, Puspitasari, Sedarnawati danBudiyanto, 1989)
HASIL DAN PEMBAHASANPenelitian Tahap I
Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam menunjukkan bahwa lama hidrolisaberpengaruh terhadap kadar serat kasar (%) dan kadar gula reduksi (%) limbah nangka.Hubungan lama hidrolisa dengan kadar serat kasar (%) dan gula reduksi (%) limbahnangka disajikan pada Gambar 1.Gambar 1. Hubungan Lama Hidrolisa Dengan Kadar Serat Kasar (%) dan Gula Reduksi(%) Limbah Nangka
 
y = -0,0009x
2
+ 0,246x + 37,992R2 = 0,9698y = 0,0009x
2
- 0,235x + 26,532R2 = 0,96160102030405060060120180Lama Hidrolisa Asam (Menit)
   K  a   d  a  r   S  e  r  a   t   K  a  s  a  r   (   %   )   d  a  n   G  u   l  a   R  e   d  u   k  s   i   (   %   )
Serat KasarGula Reduksi
 Pada Gambar 1 terlihat bahwa semakin lama hidrolisa semakin rendah kadar seratkasar dan semakin tinggi kadar gula reduksi, hal ini disebabkan selama hidrolisa terjadipenguraian komponen serat (selulosa) menjadi senyawa penyusunannya (gula reduksi)(Fennema 1985; Ward and Seib, 1974). Berdasarkan persamaan regresi dari garis-garispada Gambar 1 ternyata bahwa lama hidrolisa optimal untuk serat kasar diperoleh padalama hidrolisa 131 menit dengan kadar serat kasar 11.18%, sedangkan lama hidrolisaoptimal untuk gula reduksi diperoleh pada lama hidrolisa 137 menit dengan kadar gulareduksi sebesar 54.80%.
Penelitian Tahap II
Seminar Nasional Pulang Kampus Alumni Fakultas Pertanian Universitas Mataram di Mataram tanggal 23-24 Februari 2008
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...