Makalah Penunjang
107Berdasarkan perlakuan kimiawi dan proses fermentasi di atas diharapkan dapatmemperoleh lama hidrolisa yang optimal dan penambahan urea yang terbaik dalammenghasilkan limbah nangka untuk bahan baku pakan ternak berprotein tinggi.
METODE PENELITIANTempat Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Industri FakultasPertanian Universitas Brawijaya Malang.
Bahan dan Alat Penelitian
Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari bahan dasar(limbah nangka, galur murni
Sacharomyces cerevisieae var. elipsoideus
), bahan kimia(HCl 1%, urea, bahan-bahan kimia untuk analisa), dan alat (autoclave, timbangan analitis,pisau, talenan, blender dan alat-alat untuk analisa).
Tahap Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan melalui dua tahapan:
Penelitian Tahap I : Pengaruh Lama Hidrolisa Terhadap Kadar Serat dan GulaReduksi Limbah NangkaRancangan Percobaan
Percobaan dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 4perlakuan lama hidrolisa. Masing-masing perlakuan selama enam kali sehingga diperoleh24 unit percobaan. Perlakuannya adalah Tanpa hidrolisa; Hidrolisa 60 menit; 120 menit;180 menit.Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam padataraf nyata 5%. Dan pengujian lebih lanjut dilakukan dengan ortogonal polinomial padataraf nyata 5% (Sastrosupandi, 2001).
Penelitian Tahap II : Pengaruh Penambahan Urea Terhadap Kadar Protein LimbahNangkaRancangan Percobaan
Percobaan dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4perlakuan persentase penambahan urea. Masing-masing perlakuan diulang enam kalisehingga diperoleh 24 unit percobaan. Perlakuannya adalah: Tanpa penambahan urea;Penambahan urea 1%; 2%; 3%;Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis sidik ragam pada taraf nyata 5%.Dan pengujian lebih lanjut dilakukan dengan ortogonal polinomial pada taraf nyata 5%(Sastrosupandi, 2001).
Pelaksanaan Penelitian
Tahapan kegiatan pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut :Buah nangka masak diperoleh dari pasar Dinoyo Malang, kemudian diangkut keLaboratorium Teknologi Industri Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang. Buahkemudian dipotong untuk diambil limbahnya (hati, jerami dan kulit) dan selanjutnyadisortasi, dirajang, dicuci dan ditiriskan.Untuk penelitian tahap I, limbah nangka yaitu hati, kulit dan jerami ditimbangdengan perbandingan 1:2:1. Kemudian dihancurkan (diblender). Setelah itu dihidrolisadengan HCl 1% pada suhu 121
°
C
±
8
°
C dan tekanan 15 lb yang lamanya sesuaiperlakuan. Jumlah limbah nangka dengan HCl 1% adalah 1:1. Pengamatan dilakukan
Seminar Nasional Pulang Kampus Alumni Fakultas Pertanian Universitas Mataram di Mataram tanggal 23-24 Februari 2008
Leave a Comment