• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 1
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERINOMOR 13 TAHUN 2006TENTANGPEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,MENTERI DALAM NEGERI,Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Pasal 155 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, perlu ditetapkan Peraturan Menteri DalamNegeri tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yangBersih dan Babas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 3851);2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4286);3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan PeraturanPerundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan danTanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem PerencanaanPembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan PemerintahPengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4548);8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan AntaraPemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4438);9. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler danKeuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4416) sebagaimana telah diubah dengan PeraturanPemerintah Nomor 37 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan PemerintahNomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinandan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran
.
Negara RepublikIndonesia Tahun 2005 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4540);10. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan KeuanganBadan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502);11. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar AkuntansiPemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);12. Peraturan Pemerintah Nomor
.
54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 136, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4574);13. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan
 
 2
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);14. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi KeuanganDaerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576);15. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);16. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan KeuanganDaerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);17. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan danPenerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4585);18. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan danKinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);19. Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan TugasEselon I Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir denganKeputusan Presiden Nomor 88 Tahun 2003;20. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi danTata Kerja Departemen Dalam Negeri;MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PEDOMAN PENGELOLAANKEUANGAN DAERAH.BAB IKETENTUAN UMUMBagian PertamaPengertianPasal 1Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan :1. Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yangmemegang kekuasaan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimanadimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dandewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) menurut asas otonomi dan tugas pembantuan denganprinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesiasebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.3. Pemerintah Daerah adalah gubernur, bupati, dan/atau walikota, dan perangkat daerah sebagaiunsur penyelenggara pemerintahan daerah.4. Daerah otonom, selanjutnya disebut daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyaibatas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dankepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakatdalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.5. Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa adalah kesatuan masyarakathukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan menguruskepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakuidan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.6. Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraanpemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentukkekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut.7. Peraturan Daerah adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD denganpersetujuan bersama kepala daerah, termasuk Qanun yang berlaku di Provinsi Nanggroe AcehDarussalam dan Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) yang berlaku di Provinsi Papua.8. Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan,pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangandaerah.9. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangantahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan
 
 3
DPRD, dan ditetapkan dengan peraturan daerah.10. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah padapemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang.11. Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah perangkatdaerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang, yang jugamelaksanakan pengelolaan keuangan daerah.12. Organisasi adalah unsur pemerintahan daerah yang terdiri dari DPRD, kepala daerah/wakil kepaladaerah dan satuan kerja perangkat daerah.13. Kepala Daerah adalah gubemur bagi daerah provinsi atau bupati bagi daerah kabupaten atauwalikota bagi daerah kota.14. Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah adalah kepala daerah yang karena jabatannya mempunyai kewenangan menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangandaerah.15. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerjapengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan. kepala SKPKD yang mempunyaitugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah.16. Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalamkapasitas sebagai bendahara umum daerah.17. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untukmelaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya.18. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah.19. Kuasa Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat Kuasa BUD adalah pejabat yangdiberi kuasa untuk melaksanakan sebagian tugas BUD.20. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagiankewenangan pengguna anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD.21. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD yang selanjutnya disingkat PPK-SKPD adalah pejabatyang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD.22. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada unitkerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai denganbidang tugasnya.23. Bendahara Penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan,menyetorkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah dalamrangka pelaksanaan APBD pada SKPD.24. Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima, menyimpan,membayarkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanjadaerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD.25. Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri atas satu atau Iebih entitas akuntansi yangmenurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporanpertanggungjawaban berupa laporan keuangan.26. Entitas akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang dan olehkarenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untukdigabungkan pada entitas pelaporan.27. Unit kerja adalah bagian dari SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa program.28. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalahdokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun.29. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah, selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah(RKPD), adalah dokumen perencanaan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun.30. Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat TAPD adalah tim yang dibentukdengan keputusan kepala daerah dan dipimpin oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugasmenyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD yanganggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah, PPKD dan pejabat Iainnya sesuai dengankebutuhan.31. Kebijakan Umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakanbidang pendapatan, belanja, dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1(satu) tahun.32. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancanganprogram prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuksetiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD.33. Prioritas dan Plafon Anggaran yang selanjutnya disingkat PPA adalah program prioritas danpatokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagaiacuan dalam penyusunan RKA-SKPD setelah disepakati dengan DPRD.34. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumenperencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan, rencana belanja program dan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...