(2)(3)(4)(5)(6)(7)lain. Selain itu, sejauh mana masalah yang diteliti memiliki validitas danreliabilitas. Apakah masalah masih meragukan sehingga perlu diteliti. Disampingitu perlu juga masalah dibandingkan dengan fakta baik teoretik maupun secarafaktual. Adapun materi yang sering dituangkan dalam latar belakang penelitianbiasanya berisi tentang: konstelasi atau sinyalemen masalah yang akan diteliti;relevandi masalah dengan aspek dari ilmu tertentu; kesesuaian pendekatanmetodologi yang digunakan; serta gambaran kegunaan hasil penelitian. Selain itu,dari pihak penulis bisa juga disebutkan alasanalasan tertentu dilaksanakannyapenelitan ini, misalnya apakah cukup menarik permasalahannya, serta juga, apakahmasalah tersebut memungkinkan untuk diteliti. Identifikasi masalah: Yangdimaksudkannya adalah inti persoalan/permasalahan yang akan diteliti, dengandiungkapkannya secara tegas abstraksi permasalahannya. Rinciannya bisa dikenalisatu-satu permasalahan inti tersebut dengan cara dipecah ke dalam masalah-masalahyang lebih sempit. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian intinya adalah merumuskanapa-apa yang akan diketahui atau ditemukan dalam penelitian tersebut. Carasederhana untuk mengetahui materi yang dicantumkan dalam rumusan tujuan penelitianini adalah dengan mengajukan pertanyaan ‘apa yang kau cari adinda?’; dan tujuanpenelitian kira-kira adalah untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut.Kegunaan penelitian: Kegunaan penelitian menggambarkan manfaat dari penelitianini, baik secara teoretis maupun secara praktis, langsung maupun tidak langsung.Kerangka pemikiran: Adalah runtutan cipta atau metode berpikir peneliti dalammerumuskan masalah sampai dengan teknik pembahasannya. Kerangka berpikir inibiasanya diturunkan dari dalil atau teori yang sudah baku dan relevan denganmasalah yang diteliti, sehingga nantinya menghasilkan proposisi-proposisi,misalnya menghasilkan hipotesis yang operasional. Dalam hal seperti ini terutamajika pendekatan penelitiannya adalah model berpikir deduktif. Sedangkan untukpenelitian induktif, peneliti sering tidak berdasar kepada teori yang tegas, jaditidak ada hipotesis pendahuluan. Baru kemudian akan muncul hipotesis jika sudahmengobservasi lapangan. Penelitian seperti ini sering disebut sebagai benang merahdalam konteks penelitian. Alur berpikir ini harus dapat telihat secara runtut,sistematis, dan bisa juga dibantu dengan model visualisasi konsep secara utuh.Visualisasi konsep ini secara umum dapat menggambarkan kerangka berpikir penelitiyang divisualisasikan, yang bentuknya bisa berupa bagan-bagan atau diagramparadigmatis. Metode penelitian: Mengungkapkan secara ringkas proses penelitiandan rancangannya secara menyeluruh, termasuk di dalamnya penetapan populasi,teknik sampling, pengumpulan data, dan juga teknik analisis. Seperti di bagianlalu sudah disebutkan, bahwa metode penelitian bisa disimpan sebagai bagian daribab I suatu karya penelitian tesis atau skripsi, namun bisa juga disimpan secarakhusus pada bab III. Jika yang terakhir ini yang dipilih, maka perancangan metodepenelitian bisa lebih rinci. Tinjauan pustaka: Berisi tinjauan teori yang relevandengan masalah yang diteliti. Ini mirip dengan penjabaran lebih luas dari kerangkapemikiran peneliti yang didasarkan kepada teori yang sudah baku. Dengan dukunganberbagai teori yang sudah ada dan relevan dengan masalah yang diteliti,2