Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Buku Penuntun Praktikum 2012

Buku Penuntun Praktikum 2012

Ratings: (0)|Views: 233|Likes:
Published by Leo Rinaldi
modul metabolik endokrin untan
modul metabolik endokrin untan

More info:

Categories:Book Excerpts
Published by: Leo Rinaldi on Oct 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2013

pdf

text

original

 
 
Roman A. Gunarjo
SUHU TUBUH DAN PENGATURANNYA
TUJUANTujuan Instruksional Umum
1.
 
Memahami perbedaan suhu tubuh manusia pada berbagai pengukuran suhu2.
 
Memahami perbedaan suhu dan pengaturannya antara binatang homoiotermik dan poikilotermik3.
 
Memahami cara menetapkan kelembaban relatif udara4.
 
Memahami pengaruh kelembaban relatif udara terhadap pengeluaran panas tubuh
Tujuan Perilaku khusus
1.1
 
Menerangkan dan membandingkan perbedaan pengukuran suhu ketiak dan suhu mulut1.2
 
Menerangkan pengaruh bernafas melalui mulut dan berkumur air es terhadap suhu mulut1.3
 
Menyimpulkan pengaruh suhu lingkungan pada suhu tubuh binatang poikilotermik1.4
 
Menetapkan kelembaban relatif udara dengan menggunakan termometer bola basah dan bolakering serta daftar/
 psychrometric chart 
 1.5
 
Menerangkan pengaruh kelembaban relatif udara terhadap pengeluaran panas tubuh
ALAT DAN BINATANG PERCOBAAN YANG DIPERLUKAN
1.
 
Kodok2.
 
Air hangat 40
0
C3.
 
Alkohol dan kapas4.
 
Air es untuk kumur5.
 
Psychrometric chart 
 6.
 
Waskom besar berisi es7.
 
Papan fiksasi kodok/katak dari tali8.
 
Termometer maksimum9.
 
Termometer bola basah dan bola kering10.
 
Termometer kimia dengan skala -10
0
C sampai +50
0
C atau +10
0
C sampai 100
0
C
Praktikum FisiologiPraktikum FisiologiPraktikum FisiologiPraktikum Fisiologi
 
 
2
TATA KERJAI.
 
PENGUKURAN SUHU MULUT
1.
 
Bersihkan termometer maksimum dengan alkohol
P-SH.1. Apakah perbedaan antara termometer maksimum (termometer klinik) dan termometer kimia? 
2.
 
Turunkan meniskus air raksa sampai di bawah skala dengan mengayun-sentakkan termometertersebut beberapa kali3.
 
Letakkan
reservoir 
termometer di bawah lidah dan suruh orang percobaan menutup mulutnya rapat-rapat4.
 
Setelah 3 menit baca dan catat suhu mulut orang percobaan5.
 
Turunkan meniskus air raksa sampai di bawah skala seperti butir 26.
 
Letakkan reservoir termometer di bawah lidah seperti butir 37.
 
Baca dan catat suhu mulut OP setelah 6 menit
P.SH.2 Apakah ada perbedaan antara hasil pemeriksaan 3 menit dan 6 menit? Jelaskan jawabansaudara!
II. PENGARUH BERNAFAS MELALUI MULUT DAN BERKUMUR AIR ES PADA SUHU MULUT
1.
 
Turunkan meniskus air raksa sampai dibawah skala dengan cara percobaan pengukuran suhu mulutSeperti langkah 22.
 
Letakkan
reservoir 
termometer di bawah lidah orang percobaan3.
 
Baca dan catat suhu mulut setelah 3 menit4.
 
Suruh orang percobaan bernafas tenang melalui mulut selama 2 menit sambil menutup lubanghidung. Segera setelah tindakan ini ulangi langkah 1 s/d 35.
 
Suruh orang percobaan berkumur berulang-ulang dengan air es selama 1 menit. Segera setelahtindakan ini ulangi langkah 1 s/d 3
P-SH.3. Apakah ada perbedaan suhu mulut pada masing-masing tindakan? 
6.
 
Bersihkan kembali termometer maksimum dengan alkohol
III. PENGUKURAN SUHU KETIAK
1.
 
Keringkan ketiak orang percobaan
P-SH.4 Mengapa ketiak harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum diukur suhunya? 
2.
 
Usahakan meniskus air raksa termometer maksimum terletak di bawah skala dengan mengayun-sentakan termometer tersebut beberapa kali.3.
 
Suruh orang percobaan berbaring terlentang
 
4.
 
Letakkan
reservoir 
termometer maksimum di ruang ketiak dan suruhlah OP menjepit dengan baik5.
 
Setelah 3 menit baca dan catat suhu ketiak orang percobaan
P-SH.5 Apakah ada perbedaan antara suhu ketiak dan suhu mulut? Apa sebabnya? 
IV. MENETAPKAN KELEMBABAN RELATIF UDARA RUANGAN
1.
 
Bacalah suhu pada termometer bola basah dan bola kering pada ruangan2.
 
Kemudian bacalah kelembaban relatif udara (%) pada
 psychrometric chart 
, berdasarkan suhu bolabasah dan bola kering pada ruangan tersebut.
V. PENGARUH SUHU LINGKUNGAN PADA SUHU TUBUH BINATANG POIKILOTERMIK
1.
 
Tetapkan suhu ruang dengan termometer kimia (-10
0
C s/d +50
0
C)2.
 
Ikatkan seekor kodok dengan tali dalam posisi telentang di atas papan fiksasi3.
 
Masukkan termometer kimia tersebut ke dalam esofagusnya4.
 
Setelah 3 menit, baca dan catat suhu kodok5.
 
Dengan termometer tetap di dalam esofagusnya, benamkan kodok ke dalam air es setinggi lehernya(jangan sampai air es masuk ke dalam mulut kodok)
P-SH.6 Mengapa air es tidak boleh masuk ke dalam mulut kodok? 
6.
 
Baca dan catat suhunya setelah 3 menit7.
 
Keluarkan termometer dari esofagus kodok dan tetapkan suhu air es8.
 
Keluarkan kodok dari air es dan biarkan beberapa menit dalam suhu ruang, sementara itu sediakanair hangat (40
0
C)9.
 
Masukkan kembali termometer ke dalam esofagus kodok. Kemudian benamkan kodok ke dalam airhangat setinggi lehernya (jaga jangan sampai air hangat masuk ke dalam mulut kodok)10.
 
Baca dan catat suhunya setelah 3 menit
P-SH.7 Apakah ada perbedaan suhu kodok pada waktu dibenamkan dalam air es dan pada waktudibenamkan dalam air hangat? 
 
JAWABAN PERTANYAAN
.
 
P-SH.1.
 
Pada pipa kapiler termometer maksimum, di atas reservoir terdapat penyempitansehingga bila suhu reservoir meninggi, air raksa terdorong ke atas, sedangkan bilasuhu reservoir menurun air raksa dalam pipa kapiler tidak dapat turun. Dengandemikian termometer maksimum hanya menunjukkan suhu maksimum yang terukur.Pada termometer kimia, pipa kapilernya tidak memiliki penyempitan sehingga airraksa dapat turun naik secara bebas sesuai dengan suhu yang sedang diukur.
 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->