Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
35Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
02. Definisi Bulan Puasa, Nama lain Bulan Ramadhan, dan Puasa-puasa Sya’ban

02. Definisi Bulan Puasa, Nama lain Bulan Ramadhan, dan Puasa-puasa Sya’ban

Ratings:

2.0

(1)
|Views: 4,866 |Likes:
Published by myueel40

More info:

Published by: myueel40 on Jul 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
Persiapan Menyambut Puasa Ramadhanhttp://muhamadilyas.wordpress.com 
II. Definisi Bulan Puasa, Nama lain Bulan Ramadhan, dan Puasa-puasa Sya’ban
Puasa Bulan Ramadhan memiliki beberapa nama, diantaranya yaitu-
 
As Shiyam atau As Shaum yang berarti puasa dan ini adalah nama yang masyhur atau nama yangumum dikalangan kaum muslimin. Sebagaimana firman Allah
Subhanahu wata’ 
ala
”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atasorang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” 
[QS. Al Baqarah (2) : 183]-
 
As Shobri yang berarti kesabaran, berdasarkan sabda Rasulullah
Shallallahu alaihi wassalam
,”Puasa pada bulan-bulan kesabaran , dan puasa tiga hari setiap bulan itu sama dengan puasasetahun penuh.”Beberapa sebab kenapa disebut bulan Ramadhan, diantaranya adalah-
 
Dikarenakan me-
rhamad 
-kan (menghapuskan/ menghancurkan) dosa-dosa pelakunyaberdasarkan sabda Rasulullah
Shallallahu alaihi wasalam
,
’’Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap(ganjaran dari Allah) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu".( 
Riwayat Bukhari(2014) dan Muslim (1778))-
 
Ada yang mengatakan disebut dengan Ramadhan dikarenakan rasa panasnya lapar, Dikarenakanorang yang berpuasanya merakan panasnya di perut karena lapar dan berusaha untuk menahanperihnya berpuasa. Berdasarkan hadis Zaid bin Mutsabit,”Shalatnya orang-orang yang banyak taubat ialah ketika anak onta mulai kepanasan (yaitu awalawalnya teriknya matahari)”-
 
Ada juga yang mengatakan dikarenakan memang kebiasaaan orang arab menamai bulan diambil dari bahasa-bahasa yang dulu, sesuai dengan keadaan jaman yang terjadi ketika itu. Ketikaawal diwajibkannya puasa ramadhan terjadi tepat jatuh pada masa musim panas. Sama sepertinama bulan Rabiul awal, karena pada saat itu merupakan musim semi pertama.Jadi demikianlah asal muasal nama Ramadhan dan nama inilah yang terkenal sampai sekarangkarena disebutkan juga dalam Al Quran dan Al Hadis. Sebenarnya mengetahui asal muasalpenamaan Ramadhan tidaklah begitu krusial bagi kita, tetapi untuk sekedar pengetahuan bagi kitabahwasanya inilah yang menjadi pembahasan para ulama.Selanjutnya mengenai jenis-jenis puasa, Ibnu Taimiyah
rahimahullah
dalam Kitab Puasa pada SyarahUmdah beliau menjelaskan bawa ada lima jenis puasa,
 
Persiapan Menyambut Puasa Ramadhanhttp://muhamadilyas.wordpress.com 1.
 
Puasa yang diwajibkan oleh syariat, yaitu puasa pada bulan Ramadhan2.
 
Puasa untuk membayar hutang puasa Ramadhan (qadha)3.
 
Puasa yang wajib dalam hal kafarat (penebusan dosa).Misalnya kafarat bagi orang yang berhubungan dengan istri pada siang hari pada bulanRamadhan dengan cara membebaskan budak yang beriman atau puasa dua bulan berturut-turutatau memberi makan 60 orang. Dan misalnya kafarat membunuh orang tanpa sengaja dengancara puasa dua bulan berturut-turut.4.
 
Puasa yang wajib karena nadzar5.
 
Puasa Sunnah atau Puasa Tathowwu
Hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan sebelum masuknya bulan Ramadhan
Bulan yang datang sebelum bulan Ramadhan adalah bulan Sya’ban. Pada bulan ini disyariatkan untukmenggiatkan atau memperbanyak puasa. Hal ini berdasarkan hadis berikut,'Aisyah
Radliyallaahu 'anhu
berkata:
“Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam biasa berpuasa sehinggakami menyangka beliau tidak akan berbuka dan beliau berbuka sehingga kami menyangka beliau tidak akan berpuasa. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallammenyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliauberpuasa dalam suatu bulan lebih banyak daripada bulan Sya'ban.” 
Muttafaq Alaihi.Maksud dari hadis tersebut di atas adalah bahwa Rosulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
sering sekaliberpuasa, dimana beliau
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
berpuasa sebulan penuh hanya pada bulanRamadhan. Selain dari bulan Ramadhan, Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
paling bayak ataupaling sering berpuasa adalah pada bulan Sya’ban. Dan puasa yang dilakukan beliau
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
pada bulan Sya’ban ini adalah puasa mutlak. Maksudnya adalah tidak mengkhususkan padahari-hari tertentu keculai waktu-waktu yang disunahkan seperti senin-kamis, puasa Dawud, puasa tigahari di tengah bulan (tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriah), dan sebagainya.Menurut para ulama terdapat hikmah dari disyariatkan atau disunahkan untuk memperbanyak puasa dibulan Sya’ban, di antaranya:-
 
Dimaksudnkan untuk mengagungkan atau memuliakan bulan Ramadhan. Puasa di bulan Sya’banini diibarakatkan seperti ibadah qabliah seperti shalat sunnah qabliah sebelum melaksanakanshalat yang fardu.-
 
Sebagai latihan atau persiapan untuk menjalankan Puasa Ramadhan. Hal ini dimaksudkansupaya orang tidak terbiasa puasa tidak kaget ketika menjalani Puasa Ramadhan sebulan penuh.
 
Persiapan Menyambut Puasa Ramadhanhttp://muhamadilyas.wordpress.com -
 
Disebutkan oleh para ulama bahwa dikarenakan bulan syaban ialah bulan yang banyak dilalaikanoleh kaum muslimin. Hal ini dikarenakan bulan Sya’ban jatuh di antara dua bulan yang besardalam islam yaitu bulan Rajab dan Ramadhan. Sehingga dalam rangka mengingatkan kaummuslimin bahwa sesungganya bulan Sya’ban juga merupakan bulan yang penting, makaRasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
banyak-banyak berpuasa di bulan ini. Hal ini berdasarhadis yang dikeluarkan oleh Imam An Nasai dalam sunnahnya bahwa ketika Usamah
Radliyallaahu 'anhu
bertanya, ”
Kenapa engkau wahai Rasulullah sering kali puasa sya’ban? 
maka di jawab oleh Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
,
Sya’ban itu bulan yang seringdilalaikan oleh orang-orang, ia jatuh antara Rajab dan Ramadhan, dan bulan itu ialah bulan di mana amalan-amalan hamba dinaikkan kepada Allah, saya ingin ketika amalan saya diangkat kepada Allah dalam keadaan saya sedang berpuasa.
Puasa Nishfu Sya’ban
Puasa Nishfu Sya’ban adalah puasa sehari yang dilakukan pada pertengahan bulan Sya’ban yaitu tanggal15. Puasa ini sangat terkenal di kalangan kaum muslimin. Mengenai masalah ini, Puasa Nishfu Sya’bandapat dilakukan perincian.Kalau seseorang berpuasa pada pertengahan bulan Sya’ban karena memang sudah menjadikebiasaannya pada tiap bulan hijriah, maka hal itu tidaklah mengapa dan diperbolehkan. Kebiasaan disini maksudnya adalah bahwasanya orang tersebut mempunyai kebiasaan berpuasa pada tiappertengahan bulan hijriah yaitu pada tangal 13, 14 dan 15.Adapun kalau seseorang secara khusus atau sengaja mengkhususkan pada pertengahan Sya’ban untukberpuasa sedangkan pada hari-hari lainnya tidak berpuasa, maka hal ini tidak ada tuntunannya dariRasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
. Adapun hadis yang biasa disampaikan oleh orang-orangtentang nishfu Sya’ban ini adalah hadis yang katanya dari Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
 berikut,
”Kalau sudah malam pertengahan syaban maka hendaklah kalian qiyamul lail dan hendaklahkalin puasa di siang harinya” 
Katanya pada malam nifsyu Sya’ban, Allah Subhanahu wata’ala akan turun ke langit dunia. Hal ini persisseperti hadis nuzulnya mutafaq alaih Bukhari Muslim yaitu hadisnya Abu Hurairah
Radliyallaahu 'anhu
 tetapi bukan untuk sepertiga malam terakhir melainkan untuk malam nishfu Sya’ban.Ternyata hadis tersebut adalah maudu’ atau palsu. Hadis tersebut maudu’ dikarenakan pada sanadnyaterdapat seorang rawi yang terkenal sebagai pemalsu hadis. Hadis ini dikeluarkan oleh Al Imam IbnuMajah dalam sunnahnya. Pada sanadnya terdapat seorang rawi yang bernama Abu Bakar bin Abdillahbin Muhammad bin Abi Sabrah Al madani. Imam Ahmad Ibnu Hambal menyatakan bahwa orang ini tidakada apa-apanya, orang ini adalah orang yang biasa memalsukan hadis dan pendusta. Jadi sesungguhnyahadis ini bukanlah hadis, tetapi merupakan hasil rekayasa dari Abu Bakar Al Madani tadi, Sang Pemalsu

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Loviana Sugianto liked this
Dian Lestari liked this
Sarpianto Pleng liked this
didin30 liked this
umae liked this
briekda liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->