Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BNPB_Indeks Rawan Bencana

BNPB_Indeks Rawan Bencana

Ratings: (0)|Views: 631|Likes:
Published by Arisman Geo

More info:

Published by: Arisman Geo on Oct 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2015

pdf

text

original

 
 
 
 
INDE
Arie
 
G
 
S RAW
stuti
 
Wulandaita
 
Yulianti,
 
Elfi
 
N BEN
Pengara
Sugeng
 
TriTeddy
 
W.
 
S
 
Penyusu
Lilik
 
KurniRidwan
 
YMohd.
 
RobNarwawi
 
Pra
 
Penduku
ri,
 
Pratomo
 
Cana
 
Rozita,
 
Dan
 
 ANA I
 
:
 
tomo
 
dinda
 
:
 
wan
 
nus
 
i
 
Amri
 
udiarta
 
ng
 
:
 
yo
 
Nugroho,
 
Nr
 
Widhiyani
 
Sr
NDONE
ovi
 
Kumalasarii
 
Wulandari
 
SIA
 
 
INDEKS RAWAN BENCANA INDONESIA
 
vi
 ABSTRAK 
 
Indeks rawan bencana Indonesia ini selaludiperbaharui setiap 2 (dua) tahun dan indeks tahun2011 ini adalah versi 2. Versi 1 adalah indeks tahun2009. Perbedaan versi 2 dan versi 1 adalah : padaversi 1, ada 51 kabupaten/kota yang datanya belumvalid, sedang versi 2 seluruh kabupaten/kota sudahlengkap datanya.Perhitungan
Indeks Rawan Bencana Indonesia 
(IRBI) merupakan suatu perangkat analisiskebencanaan yang berbentuk indeks yangmenunjukkan riwayat nyata kebencanaan yangtelah terjadi dan menimbulkan kerugian.Pengembangan dari HDRI ini merupakan bagianyang tidak terpisahkan dalam manajemenkebencanaan di Indonesia untuk secara sederhanamemberikan informasi tentang karakteristik wilayahterhadap jenis kebencanaan yang pernah terjadidengan dampak kerugian yang ditimbulkannya, baik kerugian nyawa, perumahan, luka-luka dansebagainya yang dapat dikembangkan sesuaidengan ketersediaan data kerugian yang tersediadan konsensus pembobotan atas kerugian tersebut.IRBI dikembangkan atas konsep analisis riwayatkebencanaan yang terjadi dan memberikankerugian signifikan pada suatu wilayah hinggatingkat kabupaten/kota.Pengalaman menunjukkan, penggunaan analisisprobabilitas statistik dalam menganalisis kejadiankebencanaan, sering menyebabkan suatu datakejadian bencana yang pernah terjadi danberdampak nyata telah menimbulkan kerugiannamun tidak berada di dalam
range 
waktu analisisakhirnya menjadi data yang tidak masuk ke dalamanalisis (
data out lier 
), maka skala yang digunakantidak linear tetapi skala logaritmik. Untuk efek ini,hanya kabupaten yang ada kerugian yang akandiperhitungkan, sebagai log (0) tidak terdefinisi.Kabupaten tanpa kerugian akan diberi nilai 0 (none,atau diabaikan) tingkat risiko historis sebagaimanayang dilakukan dalam penentuan DRI atau GAR.Hal ini tentu saja bukan berarti bahwa IRBI inidikembangkan untuk menjadi pengganti alatanalisis yang telah diterima secara internasional,namun dengan adanya IRBI ini, hasil analisismenggunakan alat analisis baik dari DRI maupunGAR tersebut dapat tervalidasi dan terkalibrasidengan baik untuk wilayah kebencanaan dan jeniskebencanaan di Indonesia. Prosedur analisis IRBIdilakukan melalui suatu karakterisasi awal dari datadalam DIBI dan Data Daerah dalam Angka (atauPODES) dari BPS di salah satu wilayah untuk mengidentifikasi pola-pola dan kecenderunganrisiko yang telah terjadi (kerugian bencana).

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->