• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
KEBENARAN ISLAM
Situs ini memuat penjelasan tentang kebenaran Islam, Kisah merekayang mengungkapkan alasan mereka memilih Islam, Serta penjelasanprinsip-prinsip di dalam berislam, realita kebangkitan Islam dan yangberkaitan dengan hal tersebut.Bukti Kebenaran Islam
 
Kisah nyata diantaramereka yang memilih islam:
 
Beberapa hal penting tentangkeislaman :
 
1
 
Peranan utama umat Islam :Berdakwah ( amar ma'ruf nahi
 
KISAH MEREKA YANG MASUK ISLAM
Moh. John Webster
Saya lahir di kota London dan saya tumbuh sebagai orang Kristen Protestan. Pada tahun 1930,sewaktu saya masih berumur belasan tahun, saya menghadapi berbagai kesulitan yang biasadijumpai oleh setiap pemuda yang cerdas yang mempergunakan akal pikirannya, yaitu mengenai beberapa persoalan hidup sehari-hari yang pada dasarnya bertalian dengan tuntutan agama.Disinilah saya mulai menemukan kelemahan agama Kristen.Agama Kristen adalah satu kepercayaan campuran yang menganggap dunia sebagai dosa sambil berusaha menyesuaikan dirinya dengan kenyataan-kenyataan hidup dan menggantungkan harapankepada kehidupan akhirat. Sebagai hasilnya, ditetapkanlah melaksanakan keagamaan pada hariMinggu secara khusus yang dianggap tidak ada bandingannya dalam hari-hari lain dalam seminggu.Pada waktu Inggris menghadapi masalah-masalah kemiskinan dan ketidaktentraman masyarakat.
 
Agama Kristen tidak berusaha sedikitpun untuk menyelesaikannya. Karena itulah, maka dengansemangat seorang pemuda dan pengaruh emosi yang melebihi pengaruh ilmu pengetahuan,kepercayaan saya kepada gereja itu menjadi luntur, dan jadilah saya seorang komunis.Akan tetapi komunisme hanya memberi kepuasan terbatas dan tertentu kepada pemuda-pemudaemosional berumur belasan tahun. Lalu tidak lama kemudian kelihatan tabi'atnya yang buruk  berdasarkan perjuangan klas yang tidak pernah akan berhenti. Setelah saya menolak komunismedengan dasar materialismenya, mulailah saya mempelajari falsafah dan agama-agama. Saya mulaimempelajari keadaan sekeliling saya, suatu hal yang menyebabkan saya memeluk pantheisme,suatu agama yang menganggap suci kepada alam dan menghormati undang-undangnya.Kami orang-orang Barat menemui kesulitan untuk mengenal Islam, sebab sejak terjadinya perangSalib ada satu komplotan tersembunyi atau pertimbangan yang keliru tentang soal-soal ke-Islaman.Kemudian pada waktu saya tinggal di Australia, saya telah minta satu copy Kitab Suci Al-Qur'an pada Sydney Public Library. Akan tetapi sesudah saya membaca kata pengantar dari penterjemahnya, saya merasa adanya fanatisme yang menentang Islam secara terang-terangan. Olehkarena itu, lalu saya tutup saja buku itu dan saya tinggalkan. Di sana tidak ada Al-Qur'anterjemahan seorang Muslim. Beberapa minggu kemudian pada waktu saya ada di Perth, AustraliaBarat, saya sekali lagi menanyakan pada perpustakaan satu copy Al-Qur'an dengan syarat penterjemahnya seorang Islam.Saya tidak bisa menggambarkan dengan kata-kata tentang tanggapan saya yang langsung sesudahsaya membaca Surat pertama di dalamnya, yakni Surat Al-Fatihah dengan ayat-ayatnya yang tujuh.Kemudian saya membaca sejarah kehidupan Rasulullah s.a.w. Saya menghabiskan waktu beberapa jam di Perpustakaan hari itu, dan saya telah menemukan apa yang sebenarnya saya inginkan, yaknidengan kurnia Allah s.w.t. saya telah menjadi orang Islam, pada hal sebelum itu saya belum pernah bertemu dengan orang Islam. Hari itu saya keluar dari perpustakaan dengan perasaan lesu, akibatkesungguhan saya berfikir dengan semangat yang meluap.Pengalaman saya selanjutnya ialah saya masih bertanya kepada diri saya sendiri: Apakah itu benar- benar suatu kejadian atau hanya sekedar impian? Sungguh sulit bagi saya untuk mempercayai apayang telah terjadi.Saya keluar dari Perpustakaan untuk minum kopi. Di tengah perjalanan saya melihat pada sebuahgedung tinggi ada tulisan "MUSLIM MOSQUE" Lalu saya katakan kepada diri saya waktu itu juga:Sesudah engkau mengetahui kebenaran, engkau wajib mengikutinya segera.LAA ILAAHA ILLALLAH, MUHAMMADUR RASULULLAH. Demikianlah dengan rahmat dankurnia Allah s.w.t. saya telah menjadi seorang Muslim.
Mengapa Kami Memilih IslamOleh Rabithah Alam Islamy MekahAlih bahasa: Bachtiar AffandieCetakan Ketiga 1981Penerbit: PT. Alma'arif, Bandung
 
 
KISAH MEREKA YANG MASUK ISLAM
Cahyono
Saya lahir dan dibesarkan di Banyuwangi, sebuah kota di Jawa Timur, tempat orang tua kamitinggal hinga kini. Sebenarnya saya dilahirkan dari keluarga muslim. Ayah dan ibu saya pun beragama Islam. Ketika kecil saya pun beragama Islam. Sampai pada usia 6 tahun, oleh orang tua,saya dimasukkan ke Sekolah Dasar Katolik.Di sekolah ini saya sering kali dicekoki doktrin Kristen: doktrin tentang ketuhanan Yesus danBunda Maria. Doktrin itu kalau sudah masuk ke dalam pikiran anak-anak, luar biasa pengaruhnya.Demikianlah yang saya rasakan saat itu.Tanpa sadar saya menjalani hidup sebagai orang Kristen. Mulai dari cara berdoa sebelum makan,cara sembahyang dan lain sebagainya. Pada akhirnya saya dibaptis dengan nama Paulus Tjahyono.Dengan demikian resmilah saya menjadi umat Katolik.Menganai sekolah ini saya ingatkan kepada orang tua agar tidak menyekolahkan anak-anaknya kesekolah milik umat agama lain, meskipun mungkin sekolah itu mutunya lebih bagus. Sebab,sebagaimana yang saya alami, hal tersebut akan membawa perubahan besar dalam kehidupan beragama seorang anak.Kanak-kanak itu masih lugu pikirannya. Mereka belum dapat membedakan secara baik manayang benar dan mana yang salah. Karena itu, ketika suatu doktrin dipompakan ke pada seoranganak, mereka akan menelannya tanpa menelaah lagi. 
Hijrah ke Jakarta
Sejak SMP, bakat lawak sudah tampak pada diri saya. Karena itu, saya banyak disukai teman-teman. Mereka betah berkawan dan mendengarkan saya melawak. Sesekali grup lawak kamiwalaupun masih amatiran manggung di tempat-tempat pertunjukan kampung atau sekolah.Untuk mengembangkan bakat, pada usia 21 tahun, tepatnya pada tahun 1972, saya hijrah keJakarta (saya katakan "hijrah" bukan pindah, karena di Jakarta saya menemukan kembali agamasaya). Di sini saya bergabung dengan group komedi Jawa Timur.Dua tahun kemudian saya bertemu dengan Jojon yang saat itu aktif di group kesenian Jawa Barat.Dari hasil bincang-bincang, kami bersepakat membentuk group lawak dengan nama JayakartaGroup. Bersama dengan Uuk, almarhum Joni Gudel, dan Jojon, kami manggung untuk pertamakalinya di Jakarta Fair. Kerjasama kami tidak hanya didasarkan pada kepentingan bisnis semata,namun lebih diwarnai suasana kekeluargaan. Karena itu, jika di luar pentas, kami seperti keluargasendiri layaknya.Semua teman saya di Jayakarta Group beragama Islam. Saya sering berdiskusi dengan Jojon,Uuk, Prapto atau Ester, mengenai Kristen dan Islam. Dari diskusi itu, saya tergugah untuk mempelajari Islam secara mendalam. Mulailah saya membaca buku-buku Islam, baik yang berkaitan dengan tauhid, akhlak ataupun syariat.Selain hal di atas, ada salah seorang teman saya yang paling berpengaruh dalam membimbingsaya ke arah Islam. Dialah Haji Roma Irama, si Raja Dangdut. Dengan saya sering berdialogtentang Islam. Kebetulan dia tahu banyak tentang ajaran ajaran Katolik, sehingga dia mengetahui persis di mana letak kesalahannya. Dari diskusi itulah, ditambah dengan mempelajari sendiri
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...