"Buku ini membuktikan bahwa fakta tidak berje-nis kelamin. Fakta tidak kenal identitas dan tidak pernah memihak siapa-siapa. Fakta telah cukupuntuk fakta itu sendiri. Buku ini bisa jadi potretfakta tentang dunia malam Jakarta yang perluserius dircnungi isinya, tapi bisa juga jadi bacaanyang menghibur. Nggak percaya, baca aja!"
(ONCE,
vokalis Dewa)"Mengingat Emka adalah mengingat '4 kali waitinglist'
Jakarta Undercover 1
di banyak toko bukuterkemuka di ibukota. Kebalikan dari layaknyasebuah karya, penulisnya: si Emka—yang hidup-nya lebih 'kampret' dari 'kampret' mana pun, jauhlebih gampang ditemukan di pusat-pusat perbelan- jaan dan kafe-kafe
trendsetter,
ketimbang si bukuitu sendiri. Tapi, sepertinya cukup sctimpal dengankenikmatan membaca dan menganga akan realitaJakarta versi Emka. Membaca Emka adalah kem-bali mem'waiting-list'kan diri sesuai urutan senioritasdi rumah. Itupun, menurut saya, masih sehargadengan imbalan
bungee jumping
masuk ke dalamaktivitas seksual Jakarta lewat cerita yang tak pernah(dan mungkin tak akan) terlakoni. Emka, sekali lagi,terlalu 'kampret' dibanding saya yang hanya 'kam-pret'. Sekuel ini menawarkan kejutan-kejutan yangmembuat banyak perlanyaan. Benarkah selama initiuggal di Jakarta? Apa benar saya sekota denganEmka? Terimakasih untuk sebuah karya yang tidak biasa. Juga untuk ganjaran meletakkan komentarini setelah tulisan 'the great ONCE'. Sekedar infor-masi, saya termuda ke-2 di rumali,
66
tahun lebihmuda dari ompung yang entail mengapa masihhobby membaca dan hanya 26 tahun lebih tua darisi Patsy, anjing puk kami."
(TAMARA GERALDINE,
29 th.)"Nggak dibaca, penasaran. Dibaca, gue sibuk-sibuk neleponin Emka. Yang ini, apaan. Yang itu, apaan.Dan yang ini, gimana. Antara percaya dan nggak percaya, tapi itu kenyataan. Itu yang gue suka daribukunya Emka. It's damn 'real' fantastic!"
(RIA IRAWAN,
aktiis film & sinetron)"Bagi saya, apapun pendapat orang tentang Emka,apapun tulisannya, betapapun kontroversialnya,
he is a real entrepreneur and marketer at the sametime.
Pintar membaca situasi yang sedang sangatpadat paradoks seperti sekarang ini. Emka dengan jeli melihat peluang yang langka yaitu 'menembak'target market yang secara terbuka sering kali tidak mau mengakui bahwa mereka mempunyai kebu-tuhan akan informasi semacam ini. Kisah suksesbuku ini juga membuktikan bahwa
Buzz Marketing
Leave a Comment