Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
32Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penerapan Model Pembelajaran Interaktif

Penerapan Model Pembelajaran Interaktif

Ratings: (0)|Views: 4,009 |Likes:
Published by Aris Budiono LSTB

More info:

Published by: Aris Budiono LSTB on Jul 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

 
1
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATAPELAJARAN IPA DI SDDra. Suprayetkti, M.Pd.
*
 Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menerapkan model pembelajaran interaktif pada pelajaran IPAdengan kerja kelompok, sebagai suatu upaya perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran.Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas
yang dilaksanakan dengan
mengikuti prosedur penelitian berdasarkan pada prinsip Kemmis S, MC Toggar R (1988) yangmencakup kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), refleksi(reflection) atau evaluasi. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus.Penelitian ini dilakukan dengan cara berkolaborasi antara dosen LPTK (FKIP-UT) dengan guru SDN Jakarta Timur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kinerja belajar siswa meningkat setelah pembelajaranIPA menggunakan model pembelajaran interaktif. Siswa sangat antusias membahas topik dalamdiskusi, dan berusaha menjawab dan menemukan informasi tentang topik tersebut. Siswa salingberebut mengemukakan informasi (apa yang mereka ketahui) tentang topik. Setelah dilakukanpembagian tugas kelompok siswa bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing; (2) Prestasibelajar siswa meningkat setelah mengalami pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok. Padasiklus pertama nilai rata-rata siswa perorangan 5,859; nilaia rata-rata kelompok sebesar 6,102.Pada siklus kedua nilai rata-rata siswa 6,512 dan nilai rata-rata kelompok 7,615; sedangkan padasiklus ketiga nilai rata-rata siswa 7,948 dan nilai rata-rata kelompok 7,384. Berdasarkan nilai yangdiperoleh siswa dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompokdapat digunakan pada penelitian tindakan kelas.Kata Kunci: model pembelajaran interaktif, penelitian tindakan kelas, IPA, SD.
I. PENDAHULUAN
Meningkatkan mutu pendidikan adalah menjadi tanggungjawab semua pihak yang terlibat dalam pendidikan terutama bagi guru SD, yang merupakan ujung tombak dalam pendidikan dasar. Guru SD adalah orang yang paling berperan dalam menciptakansumber daya manusia yang berkualitas yang dapat bersaing di jaman pesatnyaperkembangan teknologi. Guru SD dalam setiap pembelajaran selalu menggunakanpendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang dapat memudahkan siswa memahamimateri yang diajarkannya, namun masih sering terdengar keluhan dari para guru di
*
Dosen pada Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta.
 
2lapangan tentang materi pelajaran yang terlalu banyak dan keluhan kekurangan waktuuntuk mengajarkannya semua.Menurut pengamatan penulis, dalam pelaksanaan pembelajaran di kelaspenggunaan model pembelajaran yang bervariatif masih sangat rendah dan gurucenderung menggunakan model konvesional pada setiap pembelajaran yangdilakukannya. Hal ini mungkin disebabkan kurangnya penguasaan guru terhadap model-model pembelajaran yang ada, padahal penguasaan terhadap model-model pembelajaransangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru, dan sangat sesuaidengan kurikulum berbasis kompetensi.Kurikulum berbasis kompetensi yang mulai diberlakukan di sekolah dasarbertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan cerdas sehingga dapatmelanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini hanya dapat tercapai apabilaproses pembelajaran yang berlangsung mampu mengembangkan seluruh potensi yangdimiliki siswa, dan siswa terlibat langsung dalam pembelajaran IPA. Disamping itukurikulum berbasis kompetensi memberi kemudahan kepada guru dalam menyajikanpengalaman belajar, sesuai dengan prinsip belajar sepanjang hidup yang mengacu padaempat pilar pendidikan universal, yaitu belajar untuk mengetahui (learning to know),belajar dengan melakukan
(learning to do)
, belajar untuk hidup dalam kebersamaan
(learning to live together),
dan belajar menjadi diri sendiri
(learning to be).
 Untuk itu guru perlu meningkatkan mutu pembelajarannya, dimulai dengan rancanganpembelajaran yang baik dengan memperhatikan tujuan, karakteristik siswa, materi yangdiajarkan, dan sumber belajar yang tersedia. Kenyataannya masih banyak ditemui prosespembelajaran yang kurang berkualitas, tidak efisien dan kurang mempunyai daya tarik,bahkan cenderung membosankan, sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal. Halini dapat dilihat dari hasil belajar IPA siswa kelas 5 di SDN Jakarta Timur yangdipaparkan pada tabel berikut.
Tabel 1
Nilai rapor untuk mata pelajaran IPA Tahun Ajaran 1998/1999 sampaidengan 2003/2004 SDN Pagi Jakarta TimurTahun Ajaran Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Rata-Rata
 
31998/1999 6,34 3,78 5,061999/2000 7,26 4,26 5,762000/2001 6,82 3,96 5,392001/2002 7,12 4,12 5,622002/2003 7,36 3,42 5,392003/2004 6,92 4,08 5,00Rendahnya perolehan hasil belajar mata pelajaran IPA di SDN Jakarta Timurmunjukkan adanya indikasi terhadap rendahnya kinerja belajar siswa dan kemampuanguru dalam mengelola pembelajaran yang berkualitas. Untuk mengetahui mengapaprestasi siswa tidak seperti yang diharapkan, tentu guru perlu merefleksi diri untuk dapatmengetahui faktor-faktor penyebab ketidakberhasilan siswa dalam pelajaran IPA.Sebagai guru yang baik dan profesional, permasalahan ini tentu perlu ditanggulangidengan segera.Berdasarkan hal tersebut diatas, penerapan model pembelajaran interaktif menjadialternatif untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA.Penelitian ini dilakukan peneliti yang bertugas sebagai tenaga dosen FKIP-UTdengan berkolaborasi dengan guru-guru SD di SDN Jakarta Timur. Denganberlolaborasi ini, diharapkan kemampuan profesional guru dalam merancang modelpembelajaran akan lebih baik lagi dan dapat menerapkan model pembelajaran yang lebihbervariatif. Disamping itu kolaborasi ini dapat meningkatkan kemampuan guru dalammerefleksi diri terhadap kinerja yang telah dilakukannya, sehingga dapat melakukanperubahan dan perbaikan kualitas pembelajaran dan mengelola proses pembelajaran yanglebih terpusat pada siswa.Model pembelajaran interaktif sering dikenal dengan nama pendekatan pertanyaan anak.Model ini dirancang agar siswa akan bertanya dan kemudian menemukan jawabanpertanyaan mereka sendiri (Faire & Cosgrove dalam Harlen, 1992). Meskipun anak-anak mengajukan pertanyaan dalam kegiatan bebas, pertanyaan-pertanyaan tersebut akanterlalu melebar dan seringkali kabur sehingga kurang terfokus. Guru perlu mengambillangkah khusus untuk mengumpulkan, memilah, dan mengubah pertanyaan-pertanyaantersebut ke dalam kegiatan khusus. Pembelajaran interaktif merinci langkah-langkah ini

Activity (32)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sha' Rin liked this
Amna Ana liked this
Teguh Pribadi liked this
Goes Zamizar liked this
Sentuul Pirsifly liked this
Tokan Xaviesta liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->