Sheward, (2005) dalam Achir Yani (2007) mengatakan bahwa perawat yangbekerja lembur terus menerus atau bekerja tanpa dukungan yang memadaicenderung untuk banyak tidak masuk kerja dan kondisi kesehatan yangburuk. Hasil penelitian Puskesmas terpencil di 10 Propinsi, 20 Kabupaten dan60 Puskesmas, oleh Depkes. RI dan Universitas Indonesia tahun 2005menunjukkan bahwa : (1) 69% menyatakan Puskesmas tidak mempunyaisistem penghargaan bagi perawat; (2) 78,8% melaksanakan tugas petugaskebersihan; (3) 63,6% melakukan tugas administrasi; (4) lebih dari 90%perawat melakukan tugas non keperawatan (menetapkan diagnosis penyakit,membuat resep obat, melakukan tindakan pengobatan), sementara hanyasekitar 50% melakukan asuhan keperawatan yang sesuai dengan peran danfungsinya.Kinerja rumah sakit sebagai suatu unit pelayanan kesehatansebagaimana institusi lainnya dapat dinilai dengan membandingkan kinerjaaktual para pegawainya dengan standar yang ditetapkan (Dessler, 1997).Rumah sakit sangatlah penting untuk memiliki instrumen penilaian kinerjayang efektif bagi tenaga kerja profesional seperti perawat. Proses evaluasikinerja bagi profesional menjadi bagian terpenting dalam upaya manajemenuntuk meningkatkan kinerja organisasi yang efektif. Penilaian kinerja adalahproses menilai hasil karya personel dalam suatu organisasi melalui instrumenpenilaian kinerja (Yaslis Ilyas, 2002). Penilaian kinerja perlu dilakukan untukberbagai hal seperti perbaikan kerja, penyesuaian kompensasi, keputusanpenempatan, kebutuhan penelitian, pengembangan dan lain sebagainya yangberhubungan dengan pelaksanaan kerja personel (Handoko, 2001).3