Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal Thesis Hukum

Proposal Thesis Hukum

Ratings: (0)|Views: 27 |Likes:
Published by IwanHariyanto

More info:

Published by: IwanHariyanto on Oct 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2013

pdf

text

original

 
KONSISTENSI DAN SINKRONISASI KETENTUAN HUKUM TENTANGPENGHASILAN TETAP KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA(Studi Terhadap Peraturan dan Perundang-Undangan MenyangkutPemberian Bantuan Penghasilan Tetap Kepala Desa danPerangkat Desa di Kabupaten Madiun, Jawa Timur)A.Latar Belakang Masalah
Suatu peraturan dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, yang berupa undang-undang, peraturan pemerintah,keputusan presiden, keputusan menteri, hingga peraturan daerah (Perda),dikeluarkan dan ditetapkan berdasarkan berbagai pertimbangan, perhitungan,dan kajian luas yang sangat signifikan. Jika suatu peraturan perundangan telahditetapkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini bisa berupa Undang-Undang,Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri, dansebagainya, sudah pada tempatnya jika secara struktural, pemerintahan di bawahnya, misalnya pemerintahan provinsi (pemprop), pemerintahankabupaten (pemkab), hingga dinas-dinas yang ada di daerah, untuk mematuhisegala peraturan dari pemerintah pusat tersebut. Hal ini tidak terlepas dariadanya ciri atau karakter dari hukum sebagai hukum normatif.Peraturan perundang-undangan sebagai produk hukum, bersifatmengatur dan mengikat setiap bagian yang ada dalam peraturan perundangantersebut. Kata perundang-undangan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), diartikan sebagai yang bertalian dengan undang-undang atau seluk  beluk undang-undang. Sedang kata undang-undang diartikan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan negara yang dibuat oleh pemerintah(menteri, badan eksekutif, dan sebagainya) disahkan oleh parlemen (dewan perwakilan rakyat, badan legislatif, dan sebagainya) ditandatangani olehkepala negara (Presiden, Kepala Pemerintah, Raja) dan mempunyai kekuatanyang mengikat.
1
 
1
W.J.S. Poerwodarminto. 2005.
 Kamus Umum Bahasa Indonesia
. Jakarta: PT. BalaiPustaka. hal. 215
1
 
Dalam dunia hukum, kata/istilah peraturan perundang-undanganmempunyai pengertian sendiri, apabila kata/istilah merupakan terjemahan darikata
wetgeving 
atau
wettelijke regelingen
, maka menurut A. Hamid, SA yangmengutip dari Kamus Hukum Fockema Andreae kata
wetgeving 
diartikan:1.Perbuatan membentuk peraturan-peraturan negara tingkat pusat atautingkat daerah menurut tata cara yang ditentukan;2.Keseluruhan peraturan-peraturan negara tingkat pusat dan tingkat daerah.Sedangkan kata
wettelijke regeling 
diartikan sebagai peraturan-peraturan yang bersifat perundang-undangan.
2
Berdasarkan kutipan di atas, peraturan perundang-undangan adalahkeseluruhan aturan tertulis yang dibuat olehpejabat/lembaga negara Pusat danDaerah yang berwenang untuk itu, yang isinya mengikat secara umum.Pengertian aturan tertulis adalah sebagai lawan dari aturan tidak tertulis yanglebih terkenal dengan istilah hukum adat atau hukum kebiasaan. Sedangkan pejabat/lembaga yang berwenang untuk membuat aturan tertulis adalah pejabat/lembaga yang diberikan kewenangan atribusi atau delegasi oleh UUDatau UU atau peraturan perundang-undangan lainnya, untuk membentuk aturan tertulis yang disebut peraturan perundang-undangan. Kewenanganatribusi
(atributiewetgevende bevoegdheid)
 biasanya diberikan oleh suatuUndang-Undang Dasar (UUD) atau suatu undang-undang (UU) kepada pejabat/lembaga negara tertentu untuk membentuk peraturan perundang-undangan. Kewenangan ini bersifat original (asli). Artinya sebelum ditentukanoleh suatu UUD atau UU kewenangan ini belum ada. Misalnya kewenanganDPR dan Presiden untuk membentuk undang-undang (UU) ditentukan olehPasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 UUD 1945. Contoh lain adalah Peraturan Daerah(Perda). Berdasarkan UU No. 22/1999 Pemerintah Daerah bersama denganDPRD diberikan kewenangan atribusi untuk membuat Perda. Sedangkankewenangan membuat aturan delegasi
(delegatie wetgevende bevoegdheid)
adalah kewenangan yang bersifat derivatif. Artinya kewenangan untu
2
A. Hamid, SA.
 Materi Muatan Peraturan Perundang-undangan
, dalam HimpunanBahan Penataran, Latihan Tenaga Teknis Perancang Peraturan Perundang-undangan. Jakarta:Badan Pembinaan Hukum Nasional, Departemen Kehakiman. 1982. hal. 59-60.
 
membentuk peraturan tersebut berasal dari kewenangan atributif dari pejabat/lembaga atasannya atau peraturan perundang-undangan yang lebihtinggi tingkatannya. Misalnya, suatu UU memerintahkan pembuatan PeraturanPemerintah (PP) sebagai peraturan pelaksanaan UU tersebut kepadaPemerintah (Presiden). Artinya, Presiden/pemerintah mendapatkankewenangan delegatif dari UU tersebut untuk membuat suatu peraturan pemerintah. Demikian pula kewenangan seorang menteri membuat suatuKeputusan Menteri (
regeling 
) dapat berasal dari suatu UU, suatu PP, atausuatu Keppres. Sedangkan pejabat daerah yang diberikan kewenangandelegatif ini misalnya gubernur dapat membuat suatu Keputusan Gubernur yang bersifat
regeling 
 berdasarkan perintah suatu Perda Propinsi atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi lainnya.Berbagai peraturan perundang-undangan yang dibuat untuk pengaturankehidupan bernegara tersebut dapat didefinisikan sebagai hukum atau produk hukum. Hukum adalah tata aturan (
order 
) sebagai suatu sistem aturan-aturan(
rules
) tentang perilaku manusia. Dengan demikian hukum tidak menunjuk  pada suatu aturan tunggal (
rule
), tetapi seperangkat aturan (
rules
) yangmemiliki suatu kesatuan sehingga dapat dipahami sebagai suatu sistem.Konsekuensinya adalah tidak mungkin memahami hukum jika hanyamemperhatikan satu sistem saja.
3
Berkaitan dengan adanya peraturan perundang-undangan sebagai produk hukum yang bersifat mengikat setiap entitas atau pihak yang diatur didalamnya, perlu dilakukan kajian tentang beberapa peraturan perundang-undangan yang pada pelaksanaannya masih menimbulkan polemik dan permasalahan, hingga membuat entitas atau pihak-pihak yang diatur didalamnya belum melaksanakan peraturan tersebut secara signifikan. Salah satu peraturan perundang-undangan yang penerapan dan pelaksanaannya belumkonsisten dan belum memenuhi aspek sinkronisasi adalah peraturan perundang-undangan tentang pemberian penghasilan tetap bagi kepala desadan perangkat desa.
3
Hans Kelsen.
General Theory of Law and State
. Translated by Anders Welberg. NewYork: Russel & Russell. 1961. hal. 30-31.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->