Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Monografi Alumni Afghan

Monografi Alumni Afghan

Ratings: (0)|Views: 1,246 |Likes:
Published by alchaidar

More info:

Published by: alchaidar on Jul 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/07/2013

pdf

text

original

 
MONOGRAFIA
LUMNI
A
FGHAN
 
DI
I
 NDONESIA
:S
TUDI
I
 NTERKONEKSI
G
LOBAL
 
KAUM
M
UJAHIDIN
 
1.Latar belakang
“Alumni Afghanadalah sebutan khusus untuk menggambarkansejumlah orang yang telah berperang dan atau mendapatkan pelatihan diAfghanistan —sebuah negara Islam di Asia Tengah— pada kurun waktu1980-an hingga pertengahan 1990-an. Pada kurun waktu tersebut berlangsung Perang Soviet-Afghan (1983-1989) yang berakhir denganterusirnya pasukan adidaya Soviet dari tanah Afghanistan. Perang tujuhtahun yang memakan banyak korban dari kedua belah pihak ini berakhir dengan kemerdekaan bagi Afghanistan di bawah rezim Taliban. IstilahAlumni Afghan sudah lazim juga dipakai oleh kalangan akademik.Misalnya, Yoram Schweitzer, menyebutkan bahwa: “The ‘Afghan alumni’,led by Bin Laden and functioning under the auspices of Al Qaeda.According to the Afghan alumni's increasingly extremist religiousmessianic worldview, the indiscriminate killing of large numbers of peopleis permitted, and even desirable, when it is done "in the path of god" (
 fi sabil Allah
).
1
 Definisi Alumni Afghan pernah diberikan oleh Fauzan Al-Anshari,dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI): “Mereka adalah para aktivisMuslim dari berbagai elemen gerakan Islam di Indonesia yang denganinisiatif sendiri maupun kolektif turut membantu perjuangan MuslimAfghanistan ketika mengusir penjajah tentara Uni Soviet antara 1980-1990.Mereka masuk wilayah perbatasan Afghan-Pakistan, tepatnya di Peshawar dari berbagai jalur darat-laut-udara. Sebelum mereka terjun ke medantempur (
 jihad 
) terlebih dahulu mereka mengikuti pelatihan militer di berbagai kamp pelatihan dalam berbagai paket diklat. Sebagian langsungmenjadi mahasiswa Universitas Jihad pimpinan
 Asy-Syahid 
AbdullahAzzam, selebihnya mengikuti pelatihan singkat antara 3-6 bulan. Setelah jihad Afghan usai dengan kemenangan berada di tangan Mujahidin Taliban —yang diikuti dengan hancurnya negara Uni Sovyet— para aktivis Muslimyang pernah belajar di Afghan tersebut kembali ke tanah air. Mereka itulahkemudian dikenal dengan sebutan 'alumni Afghan' atau 'veteran afghan'.”
2 
1
Yoram Scweitzer, “The Age of Conventional Terrorism”, dalam
Strategic Assessment 
, JCSS(Jaffee Center for Strategic Studies, Tel Aviv University), Tel Aviv, Vol. 6, No. 1, May 2003.
2
Fauzan Al-Anshari, “ ‘Alumni Afghan’: Fakta dan Opini”,
 Republika,
16 September 2003.
 
Alumni inilah satu-satunya yang tak memiliki ikatan alumni.
3
 Saat Uni Soviet menganeksasi Afghanistan, banyak kaum Musliminyang tergerak datang ke Afghanistan untuk membantu perjuangan rakyatnegeri itu melepaskan diri dari penjajahan Uni Soviet yang komunis danuntuk “melawan penindasan Barat atas Islam”. Sebagaimana ditulis olehImam Samudra sendiri dalam bukunya: “Intifadhah Palestina dan jihadAfghanistan membuat diriku benar-benar geram dan gundah. Aku inginsegera selesai sekolah dan mencari kerja untuk mendapatkan ongkos keAfghanistan.”
4
Mereka yang berjihad di Afghanistan yang berasal dariIndonesia umumnya berasal dari kalangan Jama’ah Darul Islam atau NII(Negara Islam Indonesia) dari faksi-faksi fi-sabilillah.
5
Dengan berbekal seadanya, banyak kaum Muslimin datang keAfghanistan untuk berperang, menguji nyali jihad di kancah perangmelawan sebuah “kekuatan kafir.” Komunis atau komunisme padaumumnya adalah sebuah paham yang dipandang secara simplistis olehkaum Muslimin sebagai paham “tak bertuhan”, dan penganutnya disebutsebagai
kuffar 
(kaum anti-Tuhan atau mengingkari adanya Tuhan atau bertuhankan selain Allah SWT). Sementara kaum yang tergerak untuk  berperang mengusir tentara penjajah Soviet lazimnya disebut “Mujahidin”.Sebutan “Mujahidin” ini terbentuk dari keyakinan bahwa mereka berperangdi jalan Allah atau
 jihad 
, pelaku jihad disebut
mujahid 
(jamaknyaMujahidin).Setelah perang usai, atau program pelatihan Setelah perang melawanUni Soviet usai, beberapa di antaranya pergi ke Asia. Ada yang masuk keFilipina bekerja sama dengan kelompok Abu Sayyaf 
6
 —yang juga dikenalsebagai alumni Afghan. Lainnya melanjutkan berjuang sementara yang lainmengambil bagian di daerah konflik lain tempat di mana di dalamnya yangmelibatkan kaum Muslimin, seperti peperangan di Bosnia, melawan Rusiadi Tajikistan dan Chechnya. Di antara mereka ada yang ke Algeria danmembentuk tulang punggung kelompok Islam yang radikal, melanjutkan perjuangan rakyat Algeria yang telah 9 tahun terlibat perang saudara.
7
Pada tanggal 7 Oktober 2001, Afghanistan diserang oleh AmerikaSerikat (AS)
8
yang mengakibatkan para alumni Afghan kembali lagi keAfghanistan. Serangan ini bukan hanya balasan atas serangan Al Qaeda
3
 
 Ibid.
4
Imam Samudra,
 Aku Melawan Teroris
, (Solo: Al-Jazera, 2004), hlm. 42.
5
Tentang faksi-faksi dalam gerakan Darul Islam atau NII (Negara Islam Indonesia), lihat AlChaidar,
Sepak Terjang Syekh AS Panji Gumilang Menyelewengkan Negara Islam Indonesia Pasca SM  Kartosoewirjo,
(Jakarta: Madani Press, 2000).
6
Shaul Shay and Yoram Schweitzer, “The ‘Afghan Alumni’ Terrorism: Islamic Militants againstthe Rest of the World”,
 ICT Journal,
6 November, 2000.
7
 
 
8
Juwono Sudarsono, “Pernyataan dan Dampak Aksi Militer 7 Oktober”,
 Kompas
,
 
9 Oktober 2001.
2
 
terhadap gedung kembar WTC (World Trade Center) di kota New York  pada 11 September 2001, melainkan juga balasan terhadap serangkaianserangan teror Al Qaeda terhadap kepentingan-kepentingan AS. Taliban di bawah kepemimpinan Mullah Muhammad Umar, melawan serangan AS inisecara habis-habisan. Meskipun pada akhirnya kalah, para MujahidinAlumni Afghan ini berhasil melarikan diri atau bersembunyi di gua-gua disekitar pegunungan di Utara Afghanistan dan bahkan mereka memasukiIrak dan juga Iran. Para Mujahidin dari Indonesia banyak yang syahid(martir) di Afghanistan dan ada yang melanjutkan perjalanan jihadglobalnya di Irak atau di Dagestan dan negara-negara Balkan atau keKashmir, ke Filipina, Indonesia atau ke Palestina dan lain-lain tempat jihaddi seluruh dunia.
9
Mereka adalah kalangan pergerakan yang berkomunikasidan melakukan interkoneksi secara global. Ketika mereka kembali keIndonesia, mereka mendapatkan sebutan dengan status yang unik: AlumniAfghan. Sebutan alumni dialamatkan kepada mereka tidaklah terlalu salah,karena di Afghanistan mereka memang mendapatkan pendidikan, dengankurikulum khusus plus praktek lapangan yang terspesialisasi, yaitu pelatihan militer serta sejumlah pelatihan non-militer lainnya sepertikomputer, penguasaan media, dan terjun langsung ke kancah perang.
2. Rute Perjalanan Yang Ditempuh.
Perjalanan ke Afghanistan adalah
 street of no joy
. Dari mana pun paramujahidin berdatangan, harus melewati rute yang rumit dan sulit.Memasuki daerah perang bukanlah jalan yang mudah, meski pada zamanyang masih tenang dan tanpa pergolakan politik di tempat asal paramujahid. Sebagaimana dikisahkan sendiri oleh Imam Samudra pada tahun1990, rute perjalanannya ke Afghanistan adalah melalui jalur Jakarta-Dumai-Malaka-Subang Jaya-Selangor Darul Ehsan-Kuala Lumpur-Bombay-Karachi-Peshawar dan Kandahar.
 Imam Samudra adalah penduduk dari Serang, Banten. Mengapa iaharus melalui Dumai segala? Ini artinya, rute ekonomis yang harus disiasatioleh para mujahidin yang rata-rata adalah para
back-packers
, para budget-travellers yang mempunyai ongkos pas-pasan. Melalui Dumai, ia bisamenyeberang ke Malaka hanya membayar biaya
exit fiscal tax
separuhnyasaja di pelabuhan laut Dumai yang ramai dengan para TKI (Tenaga KerjaIndonesia) yang rata-rata adalah para TKW (Tenaga Kerja Wanita) yanghendak mencari nafkah di negeri jiran, Malaysia atau Singapura. DariMalaka, ia harus melanjutkan perjalanannya ke Darul Ehsan. Di DarulEhsan Selangor inilah para mujadin berkumpul di suatu tempat yang
9
Wawancara dengan Usep Fathoni, Cibinong, Maret 2006.
10
Imam Samudra,
 Aku Melawan Teroris
, (Solo: Al-Jazera, 2004), hlm. 43-46.
11
 
 Exit Fiscal Tax
yang lazim berlaku pada pelabuhan-pelabuhan laut Indonesia adalah Rp.500.000,- separuh dari harga di Pelabuhan Udara (Rp. 1.000.000,-).
3

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nabila34 liked this
Nabila34 liked this
Nera Il Kobah liked this
Gilang Aripta liked this
suratno77 liked this
suratno77 liked this
Arif Al-Aqsha liked this
flyingstone100 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->