Alumni inilah satu-satunya yang tak memiliki ikatan alumni.
Saat Uni Soviet menganeksasi Afghanistan, banyak kaum Musliminyang tergerak datang ke Afghanistan untuk membantu perjuangan rakyatnegeri itu melepaskan diri dari penjajahan Uni Soviet yang komunis danuntuk “melawan penindasan Barat atas Islam”. Sebagaimana ditulis olehImam Samudra sendiri dalam bukunya: “Intifadhah Palestina dan jihadAfghanistan membuat diriku benar-benar geram dan gundah. Aku inginsegera selesai sekolah dan mencari kerja untuk mendapatkan ongkos keAfghanistan.”
Mereka yang berjihad di Afghanistan yang berasal dariIndonesia umumnya berasal dari kalangan Jama’ah Darul Islam atau NII(Negara Islam Indonesia) dari faksi-faksi fi-sabilillah.
Dengan berbekal seadanya, banyak kaum Muslimin datang keAfghanistan untuk berperang, menguji nyali jihad di kancah perangmelawan sebuah “kekuatan kafir.” Komunis atau komunisme padaumumnya adalah sebuah paham yang dipandang secara simplistis olehkaum Muslimin sebagai paham “tak bertuhan”, dan penganutnya disebutsebagai
kuffar
(kaum anti-Tuhan atau mengingkari adanya Tuhan atau bertuhankan selain Allah SWT). Sementara kaum yang tergerak untuk berperang mengusir tentara penjajah Soviet lazimnya disebut “Mujahidin”.Sebutan “Mujahidin” ini terbentuk dari keyakinan bahwa mereka berperangdi jalan Allah atau
jihad
, pelaku jihad disebut
mujahid
(jamaknyaMujahidin).Setelah perang usai, atau program pelatihan Setelah perang melawanUni Soviet usai, beberapa di antaranya pergi ke Asia. Ada yang masuk keFilipina bekerja sama dengan kelompok Abu Sayyaf
—yang juga dikenalsebagai alumni Afghan. Lainnya melanjutkan berjuang sementara yang lainmengambil bagian di daerah konflik lain tempat di mana di dalamnya yangmelibatkan kaum Muslimin, seperti peperangan di Bosnia, melawan Rusiadi Tajikistan dan Chechnya. Di antara mereka ada yang ke Algeria danmembentuk tulang punggung kelompok Islam yang radikal, melanjutkan perjuangan rakyat Algeria yang telah 9 tahun terlibat perang saudara.
Pada tanggal 7 Oktober 2001, Afghanistan diserang oleh AmerikaSerikat (AS)
yang mengakibatkan para alumni Afghan kembali lagi keAfghanistan. Serangan ini bukan hanya balasan atas serangan Al Qaeda
3
Ibid.
4
Imam Samudra,
Aku Melawan Teroris
, (Solo: Al-Jazera, 2004), hlm. 42.
5
Tentang faksi-faksi dalam gerakan Darul Islam atau NII (Negara Islam Indonesia), lihat AlChaidar,
Sepak Terjang Syekh AS Panji Gumilang Menyelewengkan Negara Islam Indonesia Pasca SM Kartosoewirjo,
(Jakarta: Madani Press, 2000).
6
Shaul Shay and Yoram Schweitzer, “The ‘Afghan Alumni’ Terrorism: Islamic Militants againstthe Rest of the World”,
ICT Journal,
6 November, 2000.
7
8
Juwono Sudarsono, “Pernyataan dan Dampak Aksi Militer 7 Oktober”,
Kompas
,
9 Oktober 2001.
2