• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
HIPERAKTIVITAS DAN SULIT KONSENTRASIHIPERAKTIVITAS
Jamridafrizal,S.Ag.S.S.,M.Hum
1.Pengertian Hiperaktivitas
Hiperaktivitas merupakan aktivitas motorik yang tinggi dengan ciri-ciri aktivitas selalu berganti,tidak mempunyai tujuan tertentu, berulang dan tidak bermanfaat (Hallahan & Kauffman, 1994). Anak hiperaktif lebih banyak mengalami gerakan mata diluar tugasnya, sehingga gerakan menoleh lebih banyak dibandingkan anak yang lain. Gejala tersebut akan berkurang sesuai denagn bertambahnyausia dan sebagian akan menghilang pada waktu masa remaja.
2.Penyebab Hiperaktivitas
Beriktu ini adalah faktor-faktor penyebab hiperaktif pada anak :
a.Faktor neurologik 
1.Perilaku hiperaktif yang lebih tinggi didapatkan pada bayi yang lahir dengan masalah-masalah prenatal seperti lamanya proses persalinan, persalinan dengan menggunakan alat bantu,dibandingkan dengan kehamilan dan persalinan normal. Di samping itu faktor-faktor seperti bayiyang lahir dengna berat bdan rendah, ibu yang terlalu muda, ibu yang merokok dan minumalkohol.
2.
Terjadinya perkembangan otak yang lambat. Faktor etiologi dalam bidang neurologi yang samapikini banyak dianut adalah terjadinya disfungsi minimal otak (DMO) dan minimalnya dopamin.Dopamin merupakan zat aktif yang berguna untuk mmemelihara proses konsentrasi.
3.
Beberapa studi menunjukan terjadinya gangguan fungsi darah di daerah tertentu pada anak hiperaktif, yaitu di daerah striatum, daerah orbital-prefrontal, daerah obrital-limbik otak,khususnya sisi otak sebelah kanan
b.Faktor toksik 
Beberapa zat makanan seperti salisilat dan bahan-bahan pengawet memiliki potensi untuk membentuk perilaku hiperaktif pada anak. Di samping itu, kadar timah dalam serum darah anak yangmeningkat. Ibu yang merokok dan mengkonsumsi alkohol, terkena sinar rontgen pad saat hamil jugadapat melahirkan calon hiperaktif.
c.Faktor geneti
Didapatkan hbungna yang tinggi dari hiperaktif yang terjadi pad akeluarga dengan anak hiperaktif.Kurang lebih sekitar 25-35 % dari orang tua dan saudara yang masia kecilnya hiperaktif akanmenurun pada anak. Hal ini juga terlihat pada anak kembar.
d.Faktor psikososial dan lingkungan
Pada anak hiperaktif sering ditemukan hubungan yang dianggap keliru antara orang tua dengananaknya, misalnya anak kurang diarahkan. Kurang mengontrol diri, menurut kehendak sendiri, seringgagal dalam pekerjaan, materi yang disampakan kurang menarik, diterangkan tidak mengerti, ingin bebas, kurang perhatian, anak kurang diarahkan dari di rumah, kelainan syaraf, fisik, perilakukonsultasi.
3.Gejala-gejala yang tampa
Gejala hoperaktif dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengna tenangmerupakan suatu yang sulit dilakukan. Ia akan bangkit dan berlari-lari, berjalan ke sana kemari, bahkan memanjat-manjat. Disamping itu, ia cenderang banyak bicara dan menimbulkan suara berisik,kurang dapat mengontrol diri, kurang perhatian atau konsentrasi, keinginan untuk bebas yan kuat, atau berbuat menurut kehendak sendiri.Berikut ini gejala yang tampak pada anak hiperaktif yang dapat dilihat dari pola tingkahnya baik di rumah yang diamati oleh orang tua dan di sekolah yang diamati oleh para pendidik.
1
 
a.
Di Rumah
1.
Anak selalu bergerak. Ibaratnya dari bangun tidur sampai tidu kembali, tidak ada waktu untuk “diam”.
2.
Tingkah laku anak sulit diduga, khususnya emosinya: lebih seperti rewel tanpa sebab, mudah“meledak” hanya oleh sedikit masalah, ngambek.3.Bila bermain, anak cepat sekali bosan.
4.
Keinginan anak harus segera dipenuhi, karena toleransinya rendah terhadap perasaan frustasi.5.Anak sulit berkonsentrasi sewaktu menyelesaikan tugas,
6.
Sering bertingkah laku seperti digerakan oleh motor.7.Sering kesulitan melewati waktu luang dengan tengang.
b.Di Sekolah
1.Anak tidak mampu berkonsentrasi, perhatiannya mudah beralih.2.Gagal menyelesaikat tugas3.Suka berjalan-jalan dalam kelas, lari berputar dan gerak berlebihan pada situasi yang tidak tepat,seklaipun bukan waut istirahat.4.Sulit duduk manis atau duduk dengan konsentrasi terhadap sesuatu. Reaksi yang sering dilaukanadlah suka menoleh kesana kemari, badan, tangan, atau kaki yang selalu gerak 5.Mengganggu kelas karena sering interupsi : berteriak memanggil pendidik, teman-temannyatanpa ada tujuan yang jelas.6.Bila anak merasa lelah, maka terkadang sering melamun pada saat mengiktui program kegiatan belajar, sehingga apa yang dijelaskan oleh pendidik tidak mengerti.7.Sering gugup atau gelisah, menggerakan tangan atau kaki atau ribut ketika disuruh duduk dalamkelas.
8.
tidak mengikuti atau mengabaikan intruksi pendidik. Anak berperilaku semaunya.
9.
Sulit untuk disiplin, kesulitan menunggu giliran seperti barisa saat masuk kelas.
4.Pengaruh Hiperaktivitas Terhadap Perkembangan Anak 
Pengaruh yang konkrit pada anak hiperaktif adalah kurangnya perhatian terhadap pelajaran, anak sering gagal pada tugas-tugas yang diberikan. Selain itu, dalam kelas anak hiperaktif mengganggu proses belajar mengajar karena ia sering berteriak, berjalan, berlari. Pengaruhnya pada anak lainadalah merasa terganggu atau bahkan menjadi pemicu anak yang lain ikut berperilaku hiperaktif.Beberapa contoh yang sering terjadi di sekolah :a.Di sekolah ia tidak dapat duduk diam, berlari, berjalan, berputar kesana-kemari, berceloteh atau berbicara berlebihan. b.Ketika kegiatan senam, beris berbaris atau kegiatan kelompok lainnya, ia seolah muncul sendiridengan gerak tubuh yang berbeda dengan yang lain dan bicara terus.
c.
Saat kegiatan belajar berlangsung sering memotong pembicaraan atau menyela, menginterupsiatau memaksa orang lain.
d.
ketika absen atau menunggu giliran salaman dengan pendidik ia amat sulit bersabar dan menunggu
5.Intervretasi
a.Hiperaktivitas sebagaian besar disebabkan oleh gangguan fisik, maka dalam sekolah diharuskan punya kelas khusus, karena memerlukan pengganan yang multidisipliner yaitu pendidik, orang tuadan ahli seperti dokter atau psikolog anak.
 b.
Tetapi bila ada anak yang mengalami hiperaktivitas, pihak sekolah menyediakan neurolog, psikolog anak, dokter anak pembimbing khusus bagi anak yang hiperaktif, pendidik bersikap sabar dan program kegiatan yang dilakukan harus bersifat khusus.
c.
Pada saat pelaksaan proses belajar, pendidik hendaknya menggunakan teknik penguatan, yaitumenghargai setiap usaha dan keberhasilan yang dicapai oleh anak. Pendidik harus menciptakansituasi dan kondisi yang menyebabkan anak merasa berhasil, misanya memberikan tugas-tugasyang mungkin dapat dislesaikan anak dengan mudah. Dengan cara demikian anak akan merasasenang mengerjakan tugas sehingga anak tidak cepat mengalihkan kegiatan dengan kegiatan yanglain
2
 
BAB VIIISULIT KONSENTRASI1.Pengertian Sulit Konsentrasi
Seringkali kita mendengan ada orang tua yang dipanggil oleh pendidik diakibatkan perestasi belajar anaknya tidak mengalami pengingkatan atau perilakunya di sekolah yang membuat tergangguteman-temannya, anak yang demikian sering dianggap sebagai pembuat maslah di sekolah. Merekadianggap nakal, bodoh, dan tidak dapat bergaul dengan baik. Salah satu penyebab perilaku anak seperti itu adalah anak memiliki masalah gangguan pemusatan perhatian.Gangguan sulit berkonsentrasi atau gangguan pemusatan perhatian (GPP) adalah suatu gangguan pada otak yang mengakibatkan kesulitan konsentrasi dan pemusatan perhatian. Delapan puluh persenanak yang mengalami GPP memperlihatkan kesulitan belajar dan kelainan perilaku.Untuk dipertimbangkan sebagai anak yang memiliki ganggaun dalam pemusatan perhatian ataukesuitan berkonsentrasi, maka gajalanya harus tampak sebelum usia 7 tahun, dan bertahan selama paling sedikit 6 bulan dan jadi tidak konsisten dalam pertumbuhan seorang anak. Gejala tersebut jugaharus bisa diobservasi paling sedikit dua tempat, misalnya di rumah dan di sekolah, dengan buktikelemahan yang mencolik atau nyata dalam fungsi pekerjaan, atau soal. Lebih lanjut, gejala tersebuttidak disebabkan oleh ganguan mental, seprti gangggaun suasana hati atau kecemasan.Ada tiga (3) tipe gangguan pemusatan perhatian, yaitu :
a.
Tipe kombinasi. Ini mudah dilihat, sehubungan mereka kurang mampu memperhatikan aktivitas permainan atau tugas, perhatiannya mudah pecah dan cenderung mudah kehilangan bukan hanyamiliknya yang disukai melainkan bukan atau pekerjaan (Pr)nya pun kerap hilang atau tidak lagidiketahui dimana ia menempatkannya. Selain itu, juga mudah berubah pendirian, impulsif danselalku aktir, mereka juga tidak mampu asik dalam kegatan yang menghabiskan wkatu, sepertimembaca dan main puzzle
 b.
Tipe predominan kurang mampu memberhatikan, dianggap sebagai “kadet luar angkasa” di kelasmaupun di tempat lain seperti laangan sepak bola, mereka kerap kali tidak mendapatkan perhatianoleh pendidik karena pendiam dan “kecil hati”, tetapi bukan berarti mereka “tidak ada”. Di kelasmereka tidak memperhatikan pendidik tetapi melihat langit-langit ke atas, mereka justru mengamatirerumputan bukan bola atau terlihat terlibat bermain dengan berbagai arena permainan dan seringtampak melamunl. Mereka tidak mendengarkan bila diajak bicara, dan kelihatannya tidak dapatmengikuti instruksi atau suatu kegiatan. Banya yang mengeluh mereka anak yang pelupa dankacau.
c.
Tipe predominan hiperaktif-impulsif, cenderung terlalu energik, lari kesna kemari, tidak bisa diamdan melompat seenaknya. Meskipun demikian mereka kadangmembuat heran setiap orang karenamereka sering menaruh perhatian di kelas dan kelihatannya memang belajar, bahkan ketika merekaseakan sedang tidak mendengankan.Membicarakan anak mengalami gangguan pemusatan perhatian atau sulit berkonsentrasi berkaitandengan lemah belajar, harus diberi adanya perbedaan besar antara keduanya. Apa yang cenderung bisadilakukan anak-anak tersebut adalah efek masalah mereka terhadap diri mereka sendiri dan keluargamereka . meskipun titik bera adanya perbedaan belajar anak yang mengalami gangguan perhatian biasanya di sekolah, namun konsentrasinya jarang hanya terbatas di ruang kelas semata.Banyak area kehidupan anak yang berpengaruh, termasuk perannya dalam keluarga, hubungandengan teman, kemampuannya untuk berprestasi dan tentunya citra diri dan percaya dirinya dalamkemampuan menguasai situasi.Menurut Osman (1997) ada tiga bidang umum yang meliputi beberapa gejala dari pa yangmenandai adanya suatu perbedaan belajar dari anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatianatau kesulitan dalam berkonsentrasi, yaitu :
a.Perkembangan Konsep dan Bahasa
Masalah dalam bidang konsep dan bahasa oleh para profesional disebut “inteligensia linguistik”atau keterampilan bahasa adalah indikator awal dari seoranganak beresiko, kalau bahasa tampak jelastertunda atau tetap tidak matang samapai waktu yang berkepanjangan, mungkin ini suatu tanda anak menglami kurang mampu memahami, memproses, atau bahasa yang tidak memadai belum tentumenunjukkan adanya perbedaan belajar, hal ini masih memiliki arti yang banyak, mulai dari sekedar tidak matang sampai gangguan emosional. Namun penelitan menunjukan bahwa menanggapikebutuhan anak sejak dini, khusunya dibidang bahasa dapat mencegah atau paling sedikit mengurangimaslah sekoalh. Sebagai instrumen pola asuh orangtua, hendaknya para pendidik sebagai pengajar 
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...