a.
Di Rumah
1.
Anak selalu bergerak. Ibaratnya dari bangun tidur sampai tidu kembali, tidak ada waktu untuk “diam”.
2.
Tingkah laku anak sulit diduga, khususnya emosinya: lebih seperti rewel tanpa sebab, mudah“meledak” hanya oleh sedikit masalah, ngambek.3.Bila bermain, anak cepat sekali bosan.
4.
Keinginan anak harus segera dipenuhi, karena toleransinya rendah terhadap perasaan frustasi.5.Anak sulit berkonsentrasi sewaktu menyelesaikan tugas,
6.
Sering bertingkah laku seperti digerakan oleh motor.7.Sering kesulitan melewati waktu luang dengan tengang.
b.Di Sekolah
1.Anak tidak mampu berkonsentrasi, perhatiannya mudah beralih.2.Gagal menyelesaikat tugas3.Suka berjalan-jalan dalam kelas, lari berputar dan gerak berlebihan pada situasi yang tidak tepat,seklaipun bukan waut istirahat.4.Sulit duduk manis atau duduk dengan konsentrasi terhadap sesuatu. Reaksi yang sering dilaukanadlah suka menoleh kesana kemari, badan, tangan, atau kaki yang selalu gerak 5.Mengganggu kelas karena sering interupsi : berteriak memanggil pendidik, teman-temannyatanpa ada tujuan yang jelas.6.Bila anak merasa lelah, maka terkadang sering melamun pada saat mengiktui program kegiatan belajar, sehingga apa yang dijelaskan oleh pendidik tidak mengerti.7.Sering gugup atau gelisah, menggerakan tangan atau kaki atau ribut ketika disuruh duduk dalamkelas.
8.
tidak mengikuti atau mengabaikan intruksi pendidik. Anak berperilaku semaunya.
9.
Sulit untuk disiplin, kesulitan menunggu giliran seperti barisa saat masuk kelas.
4.Pengaruh Hiperaktivitas Terhadap Perkembangan Anak
Pengaruh yang konkrit pada anak hiperaktif adalah kurangnya perhatian terhadap pelajaran, anak sering gagal pada tugas-tugas yang diberikan. Selain itu, dalam kelas anak hiperaktif mengganggu proses belajar mengajar karena ia sering berteriak, berjalan, berlari. Pengaruhnya pada anak lainadalah merasa terganggu atau bahkan menjadi pemicu anak yang lain ikut berperilaku hiperaktif.Beberapa contoh yang sering terjadi di sekolah :a.Di sekolah ia tidak dapat duduk diam, berlari, berjalan, berputar kesana-kemari, berceloteh atau berbicara berlebihan. b.Ketika kegiatan senam, beris berbaris atau kegiatan kelompok lainnya, ia seolah muncul sendiridengan gerak tubuh yang berbeda dengan yang lain dan bicara terus.
c.
Saat kegiatan belajar berlangsung sering memotong pembicaraan atau menyela, menginterupsiatau memaksa orang lain.
d.
ketika absen atau menunggu giliran salaman dengan pendidik ia amat sulit bersabar dan menunggu
5.Intervretasi
a.Hiperaktivitas sebagaian besar disebabkan oleh gangguan fisik, maka dalam sekolah diharuskan punya kelas khusus, karena memerlukan pengganan yang multidisipliner yaitu pendidik, orang tuadan ahli seperti dokter atau psikolog anak.
b.
Tetapi bila ada anak yang mengalami hiperaktivitas, pihak sekolah menyediakan neurolog, psikolog anak, dokter anak pembimbing khusus bagi anak yang hiperaktif, pendidik bersikap sabar dan program kegiatan yang dilakukan harus bersifat khusus.
c.
Pada saat pelaksaan proses belajar, pendidik hendaknya menggunakan teknik penguatan, yaitumenghargai setiap usaha dan keberhasilan yang dicapai oleh anak. Pendidik harus menciptakansituasi dan kondisi yang menyebabkan anak merasa berhasil, misanya memberikan tugas-tugasyang mungkin dapat dislesaikan anak dengan mudah. Dengan cara demikian anak akan merasasenang mengerjakan tugas sehingga anak tidak cepat mengalihkan kegiatan dengan kegiatan yanglain
2
Leave a Comment
lucie.permana@yahoo.co.id