Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kaidah Dasar Moral & Bingkai Teori Etika-dr.agus p

Kaidah Dasar Moral & Bingkai Teori Etika-dr.agus p

Ratings: (0)|Views: 2 |Likes:
teori etika
teori etika

More info:

Published by: Mellyani Prasa Sitio on Oct 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

 
 Kaidah Dasar Moral – Agus Purwadianto
KAIDAH DASAR MORAL DAN TEORI ETIKA DALAMMEMBINGKAI TANGGUNGJAWAB PROFESIKEDOKTERAN
Agus PurwadiantoPendahuluan
Etika merupakan bagian filsafat yang meliputi hidup baik,menjadi orang yang baik, berbuat baik dan menginginkan hal baikdalam hidup.
1
Etika, sebagaimana metoda filsafat, mengandungpermusyawaratan dan argumen eksplisit untuk membenarkantindakan tertentu (etika praktis). Juga membahas asas-asas yangmengatur karakter manusia ideal atau kode etik profesi tertentu (etikanormatif).
2
Etika adalah pedoman berbuat sesuatu dengan alasantertentu. Alasan tersebut sesuai dengan nilai tertentu danpembenarannya. Etika penting karena masyarakat selalu berubah,sehingga kita harus dapat memilih dan menyadari kemajemukan(norma) yang ada (filsafat praksiologik). Jadi etika juga adalah alasanuntuk memilih nilai yang benar ditengah belantara norma (filsafatmoral).
3
Perbedaan etika dengan moralitas, bahwa moralitas adalahpandangan tentang kebaikan/kebenaran dalam masyarakat. Suatuhukum dasar dari masyarakat yang paling hakiki dan amat kuat.
4
Jugasuatu perbuatan benar atas dasar suatu prinsip (maxim). Ia merujukpada perilaku yang sesuai dengan "kebiasaan atau perjanjian rakyatyang telah diterima", sesuai nilai dan pandangan hidup sejak masakanak-kanak, tanpa permusyawaratan.
5
Ciri khusus moralitas :
1.Norma sangat penting (prinsipiil, kekuatannya "lebih bernilai"mengatasi segala pertimbangan). Esensiil bagi kebahagiaanmasyarakat. Esensiil bagi tradisi budaya.
 Makalah Penyegaran Etika Kedokteran, FKUI dalam rangka Modul EPC II, Jakarta, 18 Februari 2003. Penulis adalah Ketua PDFI Pusat, Sekretaris MKEK Pusat IDI, Ketua Bagian
1
Robert C. Solomon. Etika, Suatu Pengantar. Erlangga. Jakarta, 1984. hal 2
2
Webster's New Dictionary of Synonyms. Springfield, MA : Merriam-Webster, 1984, p. 547.
3
Bandingkan batasan etika (Ki Hajar Dewantoro, 1962) :
 
“ilmu yang mempelajari segala soal kebaikan(dan keburukan) di dalam hidup manusia semuanya, teristimewa yang mengenai gerak-gerik pikiran danrasa yang dapat merupakan pertimbangan dan perasaan, sampai mengenai tujuannya yang dapat merupakan perbuatan”.
4
Robert C. Solomon, loc.cit. hal 7.
5
Webster's New Dictionary, loc.cit.
 Bahan ajar tutor/pengajar etika kedokteran FKUI 2003
1
 
 Kaidah Dasar Moral – Agus Purwadianto
 Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal FKUI/RSCM, Sekjen Jaringan Bioetika & Humaniora Kedokteran Indonesia.
2.
Hukum universal (berlaku prinsip "dimana saja, kapan saja, siapasaja”). Tatabahasa perintahnya universal.
6
Mengikat (ada kata-kata : "harus"). Terjadi, harus terjadi dan dapat diaplikasikan secarauniversal.3.Normal rasional (ada alasan masuk akal) dan obyekti(kebenarannya melingkupi seluruh masyarakat). Dasarnya adalahpenalaran, tidak memihak, merupakan kebijakan akhir, prinsipnyabenar, oleh pelaku otonom, dapat dibenarkan.
4.
Menyangkut (kebahagiaan) orang lain (misal : Golden Rule
7
).Memberi perhatian pada orang lain (altruisme), kasih/simpati,harapan timbal balik, perhatian berdasar maksud baik terhadaporang lain dan tindakan penghasil kebaikan orang lain.Karena tanpa permusyawaratan, maka semua orang mempunyaimoralitas. Contoh moralitas :a.norma agama non-samawi. Norma yang ada pada "kepercayaan"dan atau "agama kuno" seperti Hindu, Buddha, Kong Hu Cu,Kejawen. Isinya antara lain ajaran agar manusia menjadi bijaksanaatau mengerti (etika kebijaksanaan). Itu sama dengan etis. Disinibelum ada "kewajiban".b.Norma yang ada pada agama samawi. Orang harus berbuat baikdan adil, bukan buruk atau zalim, sesuai perintah Allah (etikateonom). Disini sudah ada unsur kewajiban (menuruti perintahtersebut).Etika merupakan pemikiran atau refleksi atas moralitas. Dengandemikian tidak semua orang beretika. Ia adalah refleksi
8
filosofis yangsesungguhnya. Ia dimunculkan oleh para filsuf dan berlaku universalkarena tak memandang masyarakat tertentu saja. Dokter melanggar janji datang tepat waktu, ia tidak etis. Bila meracuni pasiennya, iatidak bermoral.Dalam etika isinya adalah alasan yang deskriptif ("is") bercampurpreskriptif ("ought"). Isi etika juga merupakan pengecualian yang baikterhadap prinsip-prinsip yang baik. Juga merupakan penentuanpemenang nilai-nilai yang saling bersaing, penentu hirarki nilai yangtepat dan terpertanggungjawabkan.
6
Misalnya jangan membunuh.
7
Hukum Talmud orang Ibrani.
“Do unto others as you would have them do unto you
” atau "Apa yangmenyakitkan bagi kamu, jangan lakukan terhadap sesamamu". Robert M. Veatch. Medical Ethics, Jones &Bartlett Publ. Boston, 1989. hal. 34, selanjutnya disingkat ME.
8
Termasuk disini adalah didebat dan didukung sehingga terjadi pengurangan, penambahn atau repetisi.
 Bahan ajar tutor/pengajar etika kedokteran FKUI 2003
2
 
 Kaidah Dasar Moral – Agus Purwadianto
Bioetika.
Bioetika (F. Abel) adalah studi interdisipliner tentang problemyang ditimbulkan oleh perkembangan di bidang biologi dan ilmukedokteran, pada skala mikro maupun makro, termasuk dampaknyaterhadap masyarakat luas serta sistem nilainya, kini dan masamendatang.Bioetika merupakan pandangan lebih luas dari etika kedokteran karenabegitu saling mempengaruhi antara manusia dan lingkungan hidup.Bioetika merupakan ”genus”, sedangkan etika kedokteran merupakan”spesies”.
Unsur etika
1.Nilai :
Pra-moral : tidak/belum merujuk pada suatu norma konkritperilaku manusia; misal : kesehatan, kehidupan, integritas fisik,seksualitas.
Moral : mengharuskan manusia melakukan/merujuk sesuatutindakan konkrit pada suatu norma konkrit; misal : kesetiaanyakni utk menepati janji, keadilan yakni kesediaan menghargaihak orang lain.2.Norma = prinsip dasar :
Proposisi (“dalil”) pemindah nilai ke tingkat kehidupan konkrit,baik fungsi positif atau negatif.
Ungkapan teknis pengalaman etis manusia
Generalisasi relevan tentang apa yang secara normal relevan.
Pembagian teori etika.
Ditinjau dari segi inti :1.Etika kebijaksanaan :a.Dasar agama/kepercayaan : moralitas agama non-samawi.b.Dasar filsafat : etika kebahagian (Yunani).2.Etika kewajiban :a.Dasar agama : moralitas agama samawi (etika teonom)b.Dasar filsafat : Immanuel Kant (etika otonom).Ditinjau dari segi metodologisnya :1.Etika Substantif Dasarnya etika kebijaksanaan atau etika kewajiban.2.Etika Prosedural :a.Dasar Keadilan : contoh John Rawlsb.Dasar Komunikasional : contoh Juergen HabermasDitinjau dari segi subyek pelaksananya :
 Bahan ajar tutor/pengajar etika kedokteran FKUI 2003
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->