Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kekerasan, Bumerang Bagi Islam - By Wafa Sultan

Kekerasan, Bumerang Bagi Islam - By Wafa Sultan

Ratings: (0)|Views: 5|Likes:
Published by Gilbert Hanz
Dalam debat interview tersebut, Dr Sultan mengkritisi dengan sengit para ulama Muslim, pejuang perang suci dan pemimpin politik yang dianggap telah melencengkan ajaran Nabi Muhammad dan Al-Quran selama 14 abad. Ia berkata bahwa dunia Muslim – yang dibandingkannya terhadap Yahudi – telah jatuh dalam pusaran kasihan diri dan kekerasan.
Dalam debat interview tersebut, Dr Sultan mengkritisi dengan sengit para ulama Muslim, pejuang perang suci dan pemimpin politik yang dianggap telah melencengkan ajaran Nabi Muhammad dan Al-Quran selama 14 abad. Ia berkata bahwa dunia Muslim – yang dibandingkannya terhadap Yahudi – telah jatuh dalam pusaran kasihan diri dan kekerasan.

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Oct 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial Share Alike

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2014

pdf

text

original

 
KEKERASAN, BUMERANG BAGI ISLAM?
Oleh: Wafa Sultan
TV Al-Jazeera tanggal 21 Februari 2006 menayangkan sebuah debat-interview dari MEMRI TV Clip yang menggemparkan dunia Islam. Seorang psikiaterwanita Arab-Amerika, Dr. Wafa Sultan berdebat dengan Sheik Dr. Ibrahim Al-Khouli. Hasilnya begitu menghebohkan sehingga 3 minggu sesudahnya, Cliptersebut telah dikunjungi lebih dari 3 juta pemirsa pada website MEMRI TV. Intisaridari debat-interview tersebut juga dipetikkan dan diberitakan dalam halaman depanNew York Times, tanggal 11 Maret 2006. Anda dapat menyaksikan Clip ini sertatranskrip New York Times yang lengkap dengan mengunjungiwww.memritv.org/search.asp?ACT=S 9&P1=1050 danhttp://memri.org/bin/opener latest.cgi?ID=SD111306Dalam debat interview tersebut, Dr Sultan mengkritisi dengan sengit paraulama Muslim, pejuang perang suci dan pemimpin politik yang dianggap telahmelencengkan ajaran Nabi Muhammad dan Al-Quran selama 14 abad. Ia berkatabahwa dunia Muslim – yang dibandingkannya terhadap Yahudi – telah jatuh dalampusaran kasihan diri dan kekerasan.Dr Sultan berkata bahwa dunia tidak menyaksikan adanya bentrokan antaragama atau budaya, melainkan pertarungan antara modernitas dan barbanisme,suatu pertarungan dimana kekuatan kekerasan dan reaksioner Islam dipastikanakan dikalahkan.(Inilah yang dikatakannya):
Wafa Sultan
: “Bentrokan yang kita saksikan di seluruh dunia ini bukanlahbentrokan antar agama-agama atau antar budaya, melainkan bentrokan antara duakubu yang saling bertentangan, antara dua era. Ini sebuah bentrokan antaramentalitas milik abad pertengahan terhadap mentalitas milik abad ke-21. Inisebuah bentrokan antara peradaban dan keterbelakangan, antara yang beradab
 
dan yang primitive, antara barbaritas dan rasionalitas. Inilah bentrokan antarakebebasan dan opresi, antara demokrasi dan dictator. Ini juga bentrokan antaraHAM di satu pihak dengan pelanggaran HAM di pihak lain. Ini bentrokan antaramereka yang memperlakukan perempuan seperti hewan dan mereka yangmemperlakukannya sebagai sesama manusia. Jadi yang kita saksikan sekarangbukanlah bentrokan peradaban. Sebab peradaban tidak saling berbentrokan,melainkan saling bersaing.” 
Pertanyaan Host
: “Siapa yang memulai dengan konsep bentrokan peradaban?Bukankah Samuel Huntington? Jelas itu tidak diprakarsai oleh Osama Bin Laden.Bolehkah kita membahas isu itu?
Wafa Sultan
: “Pihak Muslimlah yang pertama-tama menggunakan pernyataan ini.Muslimlah yang memulai bentrokan peradaban ini. Nabi Islam berkata: “Sayadiperintahkan untuk memerangi mereka sampai mereka percaya kepada Allah danRasulNya.” Ketika Muslim membagi dunia menjadi Muslim dan Non-Muslim, danmenyatakan perang kepada Non-Muslim sampai mereka tunduk pada Allah danRasulNya, maka merekalah yang memulai bentrokan ini, dan memulai perang ini.Untuk memulai perang ini, mereka mendapat dasar hukumnya dari dari buku-bukuIslam yang penuh dengan seruan untuk
takfir 
(penuduhan terhadap bida’h) danpermusuhan terhadap kafir.Ada teman Muslim saya yang mengatakan Ia tidak pernah menghinakepercayaan orang lain. Namun peradaban manakah di dunia ini yang memanggilNon-Muslim dengan kata-kata yang mereka sendiri tidak suka kalau diarahkan padamereka? Sekali ia memanggil Non-Muslim itu Ahl Al-Dhimma, tetapi diwaktu yanglain Muslim memanggil mereka “Ahli Kitab,” dan pada kesempatan yang lainnya lagiMuslim menyebut mereka sebagai monyet dan babi (bahkan, binatang yangsejahat-jahatnya, Surah 8:55). Atau ia memanggil orang Kristen “mereka yangdimurkai Allah.”  “Siapa bilang mereka ‘Ahli Kitab’? Mereka bukan Ahli Kitab, mereka hanyalahorang dengan banyak kitab-kitab! Semua buku-buku ilmiah yang berguna bagidunia saat ini adalah milik mereka, buah hasil pemikiran bebas dan kreatif mereka.Apa hak anda menyebut mereka sebagai “Orang-orang yang dimurkai Allah” atau “Orang-orang yang telah sesat”, dan lalu datang ke sini untuk berkata manis bahwaagamamu melarangmu menghina kepercayaan orang lain?” 
 
Dr. Ibrahim Al-Khouli
: Anda seorang heretic, penganut agama bidat?
Wafa Sultan
: Anda boleh bilang apa saja. Saya seorang sekuler yang tidakmempercayai hal-hal supranatural…
Dr. Ibrahim Al-Khouli
: Jikalau anda heretic, tidak ada gunanya saya menantanganda, karena anda pada dasarnya telah menghina Islam, Nabi dan Quran…
Wafa Sultan
: Apa yang saya percaya adalah urusan saya, bukan urusan anda.
Wafa Sultan:
Saudara, silahkan anda percaya pada batu, selama anda tidakmelemparkan batu itu kepada saya. Anda bebas menyembah apa saja, namunkepercayaan orang lain bukanlah urusan anda. Apa urusan anda sesungguhnyakalau ada orang mempercayai bahwa Sang Mesias (Al-Masih) adalah Tuhan, puteraMaryam? Atau bahwa Setan adalah Tuhan, putera Maryam? Biarlah orangmempercayai apa yang mereka mau percayai.
Wafa Sultan:
Bangsa Yahudi telah mengalami tragedi Holocaust (pembantaian jutaan orang Yahudi) dan dunia terpaksa menghormati mereka karena sumbanganpengetahuan mereka, bukan sumbangan teror. Mereka bisa sukses lewat kerjakeras, bukan lewat menjerit-jerit dan berteriak-teriak. Dunia patut berterimakasihatas penemuan dan kemajuan sains yang dicapai oleh para ilmuwan Yahudi padaabad ke-19 dan 20 ini. Ada 15 juta orang Yahudi tersebar di seluruh dunia, bersatudan memenangkan hak mereka lewat banting tulang dan peras otak mereka. Kamibelum pernah satu orang Yahudi pun yang meledakkan diri di sebuah restoranJerman (bangsa yang pernah membantai Yahudi). Kami belum pernah melihat satuorang Yahudi pun yang membakari gereja. Belum pernah ada satu Yahudi yangmemprotes dengan cara membunuhi orang lain.Walau Muslim Taliban telah menghancurkan-leburkan 3 patung suci Budha,belum pernah kami melihat satu orang Budhis pun membalas menghancurkanmesjid, membunuhi Muslim atau membakari kedutaannya. Hanya Muslim yangmembela agama mereka dengan cara membakar gereja, menghancurkan kedutaanbesar, dan membunuh orang. Tindakan demikian tidak akan membuahkan hasil.Muslim seharusnya bertanya pada diri sendiri, sumbangan apa yang dapat merekabagikan kepada kemanusiaan, sebelum mereka berani-beraninya menuntut dunia

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->