Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KRISTALISASI Makalah

KRISTALISASI Makalah

Ratings: (0)|Views: 794|Likes:
Kristalisasi PIP 2
Kristalisasi PIP 2

More info:

Categories:Presentations
Published by: Muhammad Dery Adhatul Akbar on Oct 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/25/2013

pdf

text

original

 
KRISTALISASI
Kristalisasi merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padat-cair, di manaterjadi perpindahan massa(
mass transfer 
) dari suatzat terlarut(
 solute
) dari cairan larutan kefase kristal padat. Pemisahan secara kristalisasi dilakukan untuk memisahkan zat padat darilarutannya dengan jalan menguapkan pelarutnya. Zat padat tersebut dalam keadaan lewat jenuh akan bentuk kristal. Kristal kristal dapat terbentuk bila uap dari partikel yang sedangmengalami sublimasi menjadi dingin. Selama proses kristalisasi, hanya partikel murni yangakan mengkristal.Pemisahan dengan teknik kristalisasi ini, didasari atas pelepasan pelarut dari zatterlarutnya dalam sebuah campuran homogeen atau larutan, sehingga terbentuk kristal darizat terlarutnya. Proses ini adalah salah satu teknik pemisahan padat-cair yang sangat pentingdalam industri, karena dapat menghasilkan kemurnian produk hingga 100%.Kristalisasi empat macam, yaitu :
Kristalisasi penguapanKristalisasi penguapan dilakukan jika zat yang akan dipisahkan tahan terhadap panas dantitik bekunya lebih tinggi daripada titik didih pelarut.
Kristalisasi pendinginan.Kristalisasi pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan larutan. Pada saat suhularutan turun, komponen zat yang memiliki titik beku lebih tinggi akan membeku terlebihdahulu, sementara zat lain masih larut sehingga keduanya dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Zat lain akan turun bersama pelarut sebagai filtrat, sedangkan zat padat tetaptinggal di atas saringan sebagai residu.
Pemanasan dan PendinginanMetode ini merupakan gabungan dari dua metode diatas. Larutan panas yang Jenuhdialirkan kedalam sebuah ruangan yang divakumkan. Sebagian pelarut menguap, panas penguapan diambil dari larutan itu sendiri, sehingga larutan menjadi dingin dan lewat jenuh.Metode ini disebut kristalisasi vakum.
Penambahan bahan (zat) lain.Untuk pemisahan bahan organic dari larutan seringkali ditambahkan suatu garam. Garamini larut lebih baik daripada bahan padat yang dinginkan sehinga terjadi desakan danmembuat bahan padat menjadi terkristalisasi.Pembentukan kristal dapat juga terjadi bila suatu larutan telah melampaui titik  jenuhnya. Titik jenuh larutan adalah suatu titik ketika penambahan partikel terlarut sudahtidak dapat menyebabkan partikel tersebut melarut, sehingga terbentuk larutan jenuh. Larutan jenuh adalah larutan yang mengandung jumlah maksimum partikel terlarut pada suatu larutan pada suhu tertentu. Contohnya adalah NaCl ketika mencapai titik jenuh maka akan terbentuk kristal. Berkurangnya air karena penguapan, menyebabkan larutan melewati titik jenuh danmempercepat terbentuknya kristal.
 
Mekanisme Pembentukan Kristal
1.
 
Pembentukan IntiInti kristal adalah partikel-partikel kecil bahkan sangat kecil yang dapat terbentuk secara cara memperkecil kristal-kristal yang ada dalam alat kristalisasi atau denganmenambahkan benih kristal ke dalam larutan lewat jenuh.2.
 
Pertumbuhan KristalPertumbuhan kristal merupakan gabungan dari dua proses yaitu :
Transportasi molekul-molekul atau (ion-ion dari bahan yang akan di kristalisasikan)dalam larutan kepermukaan kristal dengan cara difusi. Proses ini berlangsungsemakin cepat jika derajat lewat jenuh dalam larutan semakin besar.
Penempatan molekul-molekul atau ion-ion pada kisi kristal. Semakin luas total permukaan kristal, semakin banyak bahan yang di tempatkan pada kisi kristal persatuan waktu.Syarat-Syarat Kristalisasi1.Larutan harus jenuhLarutan yang mengandung jumlah zat berlarut berlebihan pada suhu tertentu, sehinggakelebihan itu tidak melarut lagi. Jenuh berarti pelarut telah seimbang zat terlarut atau jikalarutan tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut, artinya konsentrasinya telah maksimal jikalarutan jenuh suatu zat padat didinginkan perlahan-lahan, sebagian zat terlarut akanmengkristal, dalam arti diperoleh larutan super jenuh atau lewat jenuh2.Larutan harus homogenPartikel-partikel yang sangat kecil tetap tersebar merata biarpun didiamkan dalam waktulama.3.
 
Adanya perubahan suhuPenurunan suhu secara drastis atau kenaikan suhu secara dratis tergantung dari bentuk kristal yang didinginkan.
 
Jenis-Jenis Crystallizer (Kristallisator)
Alat-alat kristalisasi disebut juga Crystallizer atau Kristallisator. Alat-alat ini digunakandalam proses kristalisasi terutama dalam skala industri, alat-alat yang digunakan dalam proseskristalisasi sangat beragam. Hal ini disebabkan oleh sifat-sifat bahan dan kondisi pertumbuhan kristalyang sangat bervariasi. Disamping itu juga karena kristallisasi dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda-beda (pemisahan bahan, pemurnian bahan, pemberian bentuk).
A. Jenis
Crystallizer 
dengan
Circulating Magma1.Forced Circulating Liquid Evaporator Crystallizer 
Kristaliser jenis ini mengkombinasikan antara pendinginan dan evaporasi untuk mencapai kondisi supersaturasi (larutan lewat jenuh).Pada gambar diatas terlihat bahwa umpan berupa larutan induk terlebih dahuludilewatkan melalui sebuah
 Heat Exchangers
untuk dipanaskan. Heat exchangers tersebut berada didalam evaporator. Didalam evaporator terjadi flash evaporation yaitu: terjadi pengurangan jumlah atau kandungan pelarut dan terjadi peningkatan kosentrasi zat terlarut.Dimana pada saat itu juga, keadaan zat terlarut sudah lewat jenuh atau supersaturasi. Larutanyang sudah berada pada keadaan lewat jenuh tersebut dialirkan menuju badan crystallizer untuk diperoleh padatan berupa kristal. Dimana pada badan crystallizer terdapat mekanismekristalisasi yaitu nukleasi dan pertumbuhan kristal. Produk kristal dapat diambil sebagai hasil pada bagian bawah crystallizer, namun tidak semua proses berjalan sempurna atau dengankata lain tidak semua cairan induk berubah menjadi padatan kristal. Karena itu ada proses pengembalian kembali hasil pipa sirkulasi (
circulating pipe
) atau proses
recycle
hasilkristaliasi. Terlihat bahwa umpan dan campuran umpan dengan hasil yang masih belum padatan, dialirkan dengan paksa atau
 forced circulation
, serta adanya
 Heat Exchangers
dapat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->