• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
ANAK-ANAK YANG TIDAK BIASA
EXCEPTIONAL STUDENTS
OLEH : jamri dafrizal,S.Ag.S.S,M.Hum
LATAR BELAKANG
Pada dasarnya setiap anak berpotensi mengalami problema dalam belajar, hanya saja problematersebut ada yang ringan dan tidak memerlukan perhatian khusus dari orang lain karena dapat diatasi sendirioleh anak yang bersangkutan dan ada juga yang problem belajarnya cukup berat sehingga perlu mendapatka perhatian dan banuan dari orang lain.Santrock (2008,219) menyebut siswa yang anak-anak yang tidak biasa dengan istilah “exceptionalstudents” adalah anak-anak yang memiliki gangguan atau ketidak mampuan dan anak-anak yang tergolong berbakat.
Tujuan Pembahasan
Dengan mempelajari bab ini, pembaca diharapkan dapat memiliki gambaran, pengetahuan, danwawasan yang cukup tentang jenis-jenis dan karakterisitk anak yang tidak biasa ini sehingga pada gilirannyamemiliki sikap dan perilaku yang positif dan mampu memberikan perlakuan secara tepat untuk membantumengembangkan potensi yang dimiliki.KATEGORI SISWA YANG TERCAKUP DALAM EXCEPTIONAL STUDENTSA.ANAK BERKESULITAN BELAJAR (LEARNING DISABILITY)Anak berkesulitan belajar dapat dikelompokan menjadi empat jenis : (1). Anak yang sebenarnya IQnya rata-rata atau di atas rata-rata tetapi hasil belajarnya rendah karena factor eksternal. Disebut sebagai anak yang mengalami hambatan belajar, (2) anak yang sebenarnya IQ nya rata-rata atau di atas rata-rata tetapimengalami kesulitan dalam bidang akademik tertentu (mislanya membaca, menulis, berhitung) tidak seluruhmata pelajaran, diduga karena factor neurologis, disebut sebagai anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik atau
 spesific learning disability
, (3) anak yang prestasi belajarnya rendah tetapi IQ nya sedikit di bawah rata-rata disebut anak yang lamban belajar atua
 slow learner 
, dan (4) anak yang prestasi belajarnyarendah disertai adanya hambatan-hambatan kmunikasi dan social, sedangkan IQ nya jauh di bawah rata-ratadisebut sebagai retardasi mental atau tunagrahita.Pengelompokan ini penting karena pada umumnya secara pendidikan kadang-kadang merekamemiliki gejala yang sama, ialah sama-sama mengalami kesulitan belajar atau problema dalam belajar. Jikakita dapat menganalisis dan mencari sumber penyebab seta dapat mengelompokkan secara tepat, maka kitadapat memberikan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan khusus mereka..Di Indonesia belum ada definisi yang baku mengenai berkesulitan belajar dan klasifikasi sepertiyang dijelaskan di atas. Meskipn demikian dala penerapan di lapangan Balitbang Dikbud (1997)merumuskan anak berkesulitan belajar dapat didefinisikan sebagai berikut:
“Anak berkesulitan belajar adalah anak yang secara nyata mengalami kesulitan dalam tugas-tugasakademik khusus maupun umum baik disebabkan oleh adanya disfungsi neurologis, proses psikologis dasar maupun sebab-sebab lian sehingga prestasi belajanya rendah dan anak-anak tersebut berisiko tinggi tinggal kelas”
Anak berkesulitan belajar memungkinkan juga mengalami gangguan fisik, social dan mental yangringan sehingga cukup mengganggu mereka dalam menangka[ pelajaran jika dibandingkan dengan yangtidak mengalami kelainan. Tetapi anak berkesulitan belajra sumber utama penyebabnya dalah bukan karenaIQ yang rendah atau keterbelakangan intelektual, kecatatan fisik yang lain, ekonomi dan social, melainkansemata-mata karena terkait dengan disfungsi neurologis.Anak yang mengalai ganggung penglihatan jauh akan mengalami kesulitan jika ditempatkan ditempat duduk palign belakang, demikian juga dengan anak yang mengalami ganggunan pendengaran. Anak yang memiliki intelegensi sedikit di bawah rata-rata (
 slow learner 
) memerlukan penjelasan denganmenggunakan berbagai metode dan berulang-ulang agar mereka dapat memahami pelajaran denga baik.Anak yang mengalami gangguan tingkah laku perlu cukup perhatian terhadap persoalan social yangdihadapinya agar dapat mengkonsentrasikan diri pada pelajaran.
1
 
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Balitbang Dikbud (1996/1997) diketahui bahwakesulitan belajar yang dialami anak pada umumnya tidak hanya satu jenis saja. Hal in dapat dijelaskankarena jika anak mengalami kesulitan belajar pada salah satu dari kemampuan akademik utama, yaitmembaca, menulis atau berhitung dan kesulitan tersebut tidak segera diatasi, maka anak tersebut akanmengalami kesulitan dalam bidang yang lain karena ketiga kemampuan tersebtu merupakan kemampuanutama untuk dapat mempelajari pengetahuan yang lain.Baik anak berkesulitan belajar, lamban belajar, hambatan-hambatan maupun tunagrahita, semuanyamengalami masalah belajar. Umumnya prestasi belaja anak tersebut rendah. Anak yang mempunyai prestasi belajar rendah utuk semua atau hampir semua mata pelajaran disebut sebagai berkesulitan belajar umum.Jadi anak berkesulitan belajar umum ditandai dengan prestasi belajar yang rendah untuk semua/hampir semua mata pelajaran.Mengenai anak berkesulitan belajar spesifik (
 spesific learning disability
), juga dapat dibagi menjadidua jenis, ialah kesulitan belajar praakademik dan kesulitan belajar akademik.
1.Kesulitan Belajar Praakademik 
Kesulitan belajar praakademik sering disebut juga sebagai kesulitan belajar developmental. Adatiga jenis anak dengan kesulitan belajar developmental:1)Gangguan Motorik dan persepsiGangguan motorik disebut
dispraksia
, mencakup gangguan pada motorik kasar, penghayatantubuh, dan motorik halus. Gangguan persepsi mencakup persepsi penglihatan atau persepsi visual.Persepsi pendengaran atau persepsi auditorik, presepsi heptik (raba dan gerak atau taktil dankinestik), dan intelegensi system persepsual. Jenis gangguan ini perlu penanganan secara sistematiskarena pengaruhnya terhadap perkembangan kognitif yang pada gilirannya juga dapat berpengaruhterhadap prestasi belajar akademik. Dispraksia atau sering disebut
clumsy
adalah keadaan sebagaiakibat adanya gangguan dalam intelegensi auditor-motor. Anak tida mampu melaksanakan gerakan bagian dari tubuh dengan benar walaupun tidak ada kelumpuhan anggota tubuh, manifestasinyadapat berupa disfasia verbal (bicara) da non verbal (menulis, bahasa isyarat dan panomim).Ada beberapa jenis dispraksia, yaitu :1.Dispraksia ideomotoris2.Dispraksia ideosional3.Dispraksia konstruksinal dan4.Dispraksia orala)
 Dispraksia ideomotoris
ditandaikurangnya kemampuan dalammelakukan gerakan praktis sederhana,seperti menggunting, menggosok gigiatau menggunakan sendok makan.Gerakannya terkesan canggung dankurang luwes. Dispraksia ini seringmerupakan kendala bagi perkembagan bicara. b)
 Dispraksia ideosional 
: anak dapatmelakukan gerakan kompleks tetapitidak mampu menyelesaikan secarakeseluruhan terutama dalam kondisilingkungan yang tidak tenang.Kesulitannya erletak pada urutangerakan, anak sering bingungmengawali suatu aktivitas, misalnamengikuti irama musik.c)
 Dispraksia konstruksina
: anamengalami kesulitan dalam melakukangerakan-gerakan kompleks yag berkaitan dengan bentuk, sepertimenyusun balok dan menggambar.Kondisi ini dapat mempengaruhigangguan menulis (disgrafia). Hal inidisebabkan dengna kebutuhan khususan
2
 
karena kegagalan dalam konsep visiokonstruktif.d)
 Dispraksia oral 
: sering ditemukan padaanak yang mengalami disfasia perkembangan (gangguan perkembangan bahasa). Anamempunyai ganggaun dalam bicarakarena adanya gangguan dalam konsepgerakan motorik di dalam mulut.Berbicara dipandang sebagai bentuk gerakan halus dan terampil dalamrongga mulut sehinggga anak kurangmampu kalau diminta menirukan gerak,misalnya menjulurka atau menggerakanlidah, mengembangkan pipi,mencucurkan bibir dan sebagianya.2)Kesulitan belajar kognitiPengertian kognitif mencakup berbagai aspek structural intelek yang diprgunakan untuk mengetahui sesuatu. Dengan demikian kognitif merupakan fungsi mental yang mencakup persepsi, pikiran, simbolisasi, penalaran dan pemcahan masalah, perwujudan fungsi kognitif dapat dilihat darikemampuan anak dalama penggunaan bahasa dan penyelesaian soal-soal matematika. Mengingat besarnya peran fungsi kognitif dalam penyelesaian ditangani sejak anak masih berda pada usia prasekolah.3)Gangguan perkembangan bahasaDisfasia adalah ketidakmampuan atau keterbatasan kemmpuan anak untuk menggunakansimbol linguistik dalam rangka berkomunikasi sear vrbal. Gangguan pada anak yang terjadi padafase perkembangan ktika anak belajar bebicara disebut sebagai disfasia perkembangan(
develompment dysphasia
).Bicara adalah bahasa verbal yang memiliki komponen artikulasi, suara dan kelanaran,ekspresi bahasa bicara (ujaran) mencakup enam komponen, yaitu : fonem, morfem, sintaksis,semantic, prosodi (itosasi) dan pragmatik. Kesulitan belajar bicara seyogyanya telah diketahui dandiperbaiki sejak anak berada pada usia prasekolah karena berpengaruh terhadap prestasi akademik sekolah.
 Defisia
ada dua jenis : yaitu
defisia reseptif 
dan
defisia eksprsif 
. Pada
defisia reseptif 
anak mengalami gangguan pemahaman dalam penerimaan bahasa. Anak dapat mendengar kata-kata yangdiucapkan, tetapi tidak mengerti apa yang diengar karena menglami gangguan dalam memprosesstimulus yang masuk. Pada
defisia eksprsi
anak tidak mengalami didapat gangguan pemahaman bahasa, tetapi ia sulit mengekspresikan kata secara verbal. Anak dengan gangguan perkembangan bahasa akan berdampak pada kemampuan membaca dan menulis.4)Kesulitan dalam penyesuaian perilaku socialPada anak yang periakunya tidak diterima oleh lingkungan sosialnya, baik oleh seama anak,guru, maupun orang tua. Ia ditolak oleh lingkungan sosialnya karena sering mengganggu, tidak sopan, tidak tahu aturan atau berbagai perilaku neatif lainnya. Jika kesulitan penyesuaian perilakusocial ini tidak secepatnya ditaangani maka tidak hanya menimbulkan kerugian bagi anak itusendiri, tetapi juga bagi lingkungan.
2.Kesulitan Belajar Akademik 
Meskipun sekolah mengajarkan berbagai mata pelajaran atau bidang studi, klaisfikasi kesulitan beljar akademik tidak dikaitkan dengan semua mata pelajaran atau bidang studi tersbut. Berbagailiterature yang mengkaji kesulitan belajar hanya menyebutkan tiga jenis kesulitan belajar akademik sebagai berikut :
1)Kesulitan belajar membaca (Disleksia)
Kesulitan belajar sering disebut
 Disleksia
. Kesulitan belajar membaca yang berat dinamakan
aleksia.
Kemampuan membaca tidak hanya merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidangakademik, tetapi juga unutk meningkatkan keterampilan kerja dan memungkinkan orang untuk 
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

dijual alat bantu untuk berkuda, untuk anak berkebutuhan khusus hub 0816 136 7425

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...