karena kegagalan dalam konsep visiokonstruktif.d)
Dispraksia oral
: sering ditemukan padaanak yang mengalami disfasia perkembangan (gangguan perkembangan bahasa). Anak mempunyai ganggaun dalam bicarakarena adanya gangguan dalam konsepgerakan motorik di dalam mulut.Berbicara dipandang sebagai bentuk gerakan halus dan terampil dalamrongga mulut sehinggga anak kurangmampu kalau diminta menirukan gerak,misalnya menjulurka atau menggerakanlidah, mengembangkan pipi,mencucurkan bibir dan sebagianya.2)Kesulitan belajar kognitif Pengertian kognitif mencakup berbagai aspek structural intelek yang diprgunakan untuk mengetahui sesuatu. Dengan demikian kognitif merupakan fungsi mental yang mencakup persepsi, pikiran, simbolisasi, penalaran dan pemcahan masalah, perwujudan fungsi kognitif dapat dilihat darikemampuan anak dalama penggunaan bahasa dan penyelesaian soal-soal matematika. Mengingat besarnya peran fungsi kognitif dalam penyelesaian ditangani sejak anak masih berda pada usia prasekolah.3)Gangguan perkembangan bahasaDisfasia adalah ketidakmampuan atau keterbatasan kemmpuan anak untuk menggunakansimbol linguistik dalam rangka berkomunikasi sear vrbal. Gangguan pada anak yang terjadi padafase perkembangan ktika anak belajar bebicara disebut sebagai disfasia perkembangan(
develompment dysphasia
).Bicara adalah bahasa verbal yang memiliki komponen artikulasi, suara dan kelanaran,ekspresi bahasa bicara (ujaran) mencakup enam komponen, yaitu : fonem, morfem, sintaksis,semantic, prosodi (itosasi) dan pragmatik. Kesulitan belajar bicara seyogyanya telah diketahui dandiperbaiki sejak anak berada pada usia prasekolah karena berpengaruh terhadap prestasi akademik sekolah.
Defisia
ada dua jenis : yaitu
defisia reseptif
dan
defisia eksprsif
. Pada
defisia reseptif
anak mengalami gangguan pemahaman dalam penerimaan bahasa. Anak dapat mendengar kata-kata yangdiucapkan, tetapi tidak mengerti apa yang diengar karena menglami gangguan dalam memprosesstimulus yang masuk. Pada
defisia eksprsi
anak tidak mengalami didapat gangguan pemahaman bahasa, tetapi ia sulit mengekspresikan kata secara verbal. Anak dengan gangguan perkembangan bahasa akan berdampak pada kemampuan membaca dan menulis.4)Kesulitan dalam penyesuaian perilaku socialPada anak yang periakunya tidak diterima oleh lingkungan sosialnya, baik oleh seama anak,guru, maupun orang tua. Ia ditolak oleh lingkungan sosialnya karena sering mengganggu, tidak sopan, tidak tahu aturan atau berbagai perilaku neatif lainnya. Jika kesulitan penyesuaian perilakusocial ini tidak secepatnya ditaangani maka tidak hanya menimbulkan kerugian bagi anak itusendiri, tetapi juga bagi lingkungan.
2.Kesulitan Belajar Akademik
Meskipun sekolah mengajarkan berbagai mata pelajaran atau bidang studi, klaisfikasi kesulitan beljar akademik tidak dikaitkan dengan semua mata pelajaran atau bidang studi tersbut. Berbagailiterature yang mengkaji kesulitan belajar hanya menyebutkan tiga jenis kesulitan belajar akademik sebagai berikut :
1)Kesulitan belajar membaca (Disleksia)
Kesulitan belajar sering disebut
Disleksia
. Kesulitan belajar membaca yang berat dinamakan
aleksia.
Kemampuan membaca tidak hanya merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidangakademik, tetapi juga unutk meningkatkan keterampilan kerja dan memungkinkan orang untuk
3
Leave a Comment
dijual alat bantu untuk berkuda, untuk anak berkebutuhan khusus hub 0816 136 7425