• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
 
MULTIPLE INTELLIGENCE
OLEH : jamri dafrizal,S.Ag.S.S,M.HumUrang awak 
Sebuah ilustrasi
Ketika saya
 
berumur 10 tahun saya menyadari banyakorang yang pintar di kelas, tapi dia angkuh dan seringkaliterlibat dalam dunia perkelahian.Saat saya memasuki SMP  juga menjumpai banyak teman-teman saya yang cerdasdalam matematika tapi dia tak berdaya pada mata pelajaran lain, namun nilainya tetap tinggi karena sudahdianggap pintar dan akhirnya juara, Hal serupa saya temui waktu memasuki SMA banyakmereka yang hebat dan menonjol waktu SMP tapi di SMA mereka tak memiliki prestasi yangmengagumkan dan malah terlibat dalam banyak kasuh perkelahian, merokok ( yang waktu itudialarang untuk pelajar) dan larut dalam urusan percintaan karena tak mampu mengendalikanhasrat. Di penghujung SMA mereka tak dapat memasuki universitas yang favourite. Setelahtamat kuliah mereka tak dapat pekerjaan, karena waktu kuliah mereka tidak sungguh-sungguh.
Pada tahun 1904 Tahun 1950, Alfred Binet dan Theodore Simon, mengembangkan ujikecerdasan formal pertama. 1904 atau 1905 Binet diminta oleh komisi sekolah warga Kota Parisuntuk menciptakan cara mengelompokkan anak-anak berdasarkan kemampuan mereka. Tujuansebenarnya agak kurang baik, yaitu untuk menyaring anak-anak yang “lemah pikiran”, yang
tidakakan diberi tunjangan sosial.
Binet yakin benar bahwa kecerdasan adalah sebuah proses terpaduyang melibatkan pertimbangan, pemecahan masalah, dan penalaran. Keduanya merampungkan danmenerbitkan uji IQ sehingga dia bisa memperoleh standar kinerja uji tersebut untuk kelompokumur berbeda.ini membentuk landasan yang kemudian dikenal dengan üsia mental”Hasil uji inimenunjukkan usia mental seseorang yang terkait dengan tingkat rata-rata pertumbungan danperkembangan intelektualTahun 1910 uji Binet-Simon dibawa ke AS, di Sana ada seorang pendidik dan pakar psikologi ,Hendry Goddard, yang mendirikan sekolah swasta untuk anak “lemah pikiran”di New Jersey.Kemudian uji ini dimodifikasi oleh Lewis Terman dari Universitas Standfor dan dibakukan untukmasyarakat Amerika yang lebih luas. Tes ini diujikan bukan hanya pada anak-anak, melainkan padaorang dewasa dan kemudian dikenal dengan sebutan uji Standafor-BinetPada masa ini Secara umum IQ disepakati sebagai faktor utama, bukan hanya sajadisekolah, melainkan juga ditempat kerja dan dalam hubungan pribadi,tetapi dalam waktu singkatmulai tampak kelemahannya, dan IQ dipermasalahkan. Mula-mula muncul sejumlah debat panjangyang berfokus pada pengaruh genetik dan lingkungan,
nature
( sifat sejak lahir) lawan
Nurture
( karena pengaruh pengasuh). Perdebatan sengit muncul sekitar
 perbedaan budaya dan ras
.Menurut pendebat IQ bahwa manusia secara tidak adil dan sewenang-wenang telah dikelompok-kelompokkan, ini merupakan langkah mundur. Tahun 1960-an semakin banyak penelitian. Namunkarena tidak adanya kerangka alternatif yang andal, dalam perjalan waktu, IQ mampu bertahansebagai santadar ( model), meskipun konsep awalnya diperdebatkanHampir delapan puluh tahun setelah dikembangkan tes kecerdasan yang pertama tersebut,psikolog Harvard,Howard Gardner mempersoalkan pengertian kecerdasan yang diyakini masyarakatitu. Howard Gardner telah mengembangkan model kecerdasan ini selama lebih dari dua puluhtahun. Dalam mengembangkan model kecerdasan ini, Gardner menjelajahi berbagai disiplin ilmuseperti neurobiologi, antropologi, psikologi, filsafat, dan sejarah.Gardner mengembangkan
Multiple Intelligence
dengan menggunakan dasar dari hasil kerjapara pakar, salah satunya adalah Jean Piaget. Gardner akhirnya sampai pada salah satu pandanganbahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap. Kecerdasan akan lebih tepat kalaudigambarkan sebagai suatu kumpulan kemampuan atau keterampilan yang dapat ditumbuhkan dandikembangkan. Kecerdasan bersifat laten, ada pada setiap manusia tetapi dengan kadarpengembangan yang berbeda. Dalam menjelaskan mengenai kecerdasan, Gardner menggunakan
1
 
 
kata bakat atau telenta.
1
Dia mengatakan bahwa penafasiran kecerdasan dikebudayaan kita terlalu sempit. Sebagai gantinya, dalambukunya
 frame of mind ( Gardner 1983)
Gardnermengemukakan sekurang-kurangnya ada tujuh kecerdasandasar. Belum lama berselang dia menambah kecerdasan yangkedelapan dan membahas kemungkinan adanya kecerdasanyang kesembilan ( Gardner 1996b). Dengan teori Mamuk,Gardner berusaha memperluas lingkup potensi manusiamelampaui batas nilai IQ. Dengan serius dia mempertanyakankeabsahan penilaian kecerdasan individu melalui tes-tes yangdilakukan diluar lingkungan belajar alamiah dan yang dilakukandengan meminta seseorang melakukan tindakan terisolasi yangbelum pernah ia lakukan sebelumnya, tidak akan pernah ia lakukan lagi. Sebagai gantinya, Gardnermenyatakan bahwa kecerdasan lebih berkaitan dengan kapasitas (1) memecahkan masalah dan (2)menciptakan produk di lingkungan yang kondisif dan alamaiah.Gardner berpendapat bahwa
kecerdasan terbentuk
melalui keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan yang bernilai budaya danbahwa perkembangan seseorang dalam kegiatan tersebut mengikuti pola perkembangan tertentu.Setiap kegiatan berbasis kecerdasan memiliki lintasan perkembangan masing-masing; yakni, setiapkegiatan memiliki waktu tertentu untuk muncul pada masa anak-anak atau mencapai puncaknyadalam kehidupan seseorang, serta memilki pola yang khas- apakah itu akan menurun dengan cepatatau bertahap seiring dengan pertumbuhan usiaApabila perspektif yang lebih luas dan lebih pragmatis ini diterima , konsep kecerdasantidak lagi menjadi sekedar mitos, tetapi menjadi konsep funsional yang dapat diterimui dalamkehidupan sehari-hari dengan cara yang beragam. Gardner memetakan lingkup kemampuan manusiayang luas menjadi delapan kategori yang konprehensif atau delapan kecerdasan dasar (
ThomasAmstrong,2002:1-2 )
Adapun kedelapan kecerdasan itu adalah sbb;
1.
Verbal skill: kemampuan dalam bidang bahasa.
2.
Mathemathical skills: suatu ketepatan dan menyukai berpikir abstrak danterstruktur.
3.
Spatial skills : berpikir dengan menggunakan gambar, termasuk gambaranmental, capak bekerja dengan peta, grafik dan diagram, menggunakangerakan untuk membantu pembelajaran.
4.
Musical skills : sensitif terhadap
mood 
dan emosi, menyukai dan mengertimusik.
5.
Interpesonal skills : mudah bergail, mediator, pintar berkomunikasi.
6.
Intrapersonl skills : mengerti perasaan sendiri, dapat memotivasi dirisendiri, mengerti siapa dirinya, mengerti dan sangat memperhatikan nilaidan etika hidup.
7.
Bodily-kinestetic skills: kemampuan pengendalian fisik yang sangat baik,ahli dalam pekerjaan tangan, suka menyentuh dan memanipulasi obyek.
8.
Naturalist skills: mencintai lingkungan/alam, mampu menggolongkan obyek,mengenali, berinteraksi dengan hewan dan tanaman
2
.Hasil penelitian oleh para pakar
accelerated learning
dan metode pembelajaranmenunjukkan bila semua kecerdasan ini ditumbuhkan, dikembangkan dan dilibatkan dalam prosespembelajaran, maka akan sangat meningkatkan efektivitas dan hasil pembelajaran.
Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan lingiustik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secaralisan maupun tulisan.
1 Gunawan,Genius Learning Strategi, Gramedia,20052 John W. Santrock,
A Topical approach to Life Span Development.
, New York:Mc.Grow Hill, 2002, h. 253
2
 
 
Kecerdasan ini mencakup kemampuan untuk menanganistruktur bahasa (sintaksis), suara (fonologi) dan arti(semantik).Kecerdasan linguistik bersifat universal. DaerahBroca di otak kita bertanggungjawab terhadap kemampuanberkomunikasi, menghasilkan kalimat dengan struktur tatabahasa yang benar. Sedangkan daerah yang menanganipengertian terhadap informasi verbal yang kita dengar adalahdaerah Wernick, pada lobus temporal.Kemampuan mempeljari bahasa ada dalam diri setiap anak.Tidak peduli anak itu lahir di mana dan dari suku bangsa ataunegara apa, apabila ia mendapat rangsangan auditori, anakakan mampu berbicara dengan bahasa yang digunakan dikomunitasnya. Rangsangan auditori ini tentunya adalah bahasayang digunakan orangtuanya.Untuk bisa berhasil dalam mempelajari suatu bahasa. Mutlak dibutuhkan suatu lingkunganyang penuh dukungan. Yang memperbolehkan terjadinya kesalahan dalam proses pembelajaran,lingkungan yang menyenangkan dan menantang. Lingkungan seperti ini sangat menentukankecepatan dan keberhasilan penguasaan suatu bahasa, pada masa-masa puncak daya serap dankemampuan anak mempelajari bahasa ibunya. Dr. Georgi Lozanov sangat memahami persyaratan itudan ia berhasil menciptakan kembali, melalui teknik
suggestopedic
3
yang dikembangkan, suasanayang sangat kondusif ini. Tidak heran bila orang yang belajar bahasa asing dengan menggunakanteknik ini mempunyai tingkat keberhasilan yang sangat tinggi dengan kecepatan yang luar biasa.Kecerdasan linguistik mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara, ritme danintonasi dari kata yang diucapkan. Termasuk kemampuan untuk mengerti kekuatan kata dalammengubah kondisi pikiran dan menyampaikan informasi.Anak dengan kecerdasan linguistik yang terasah dengan baik akan menunjukkan kesukaandalam bermain dan manipulasi kata. Mereka biasanya mempunyai perbendaharaan kata yang luas.Mereka menyukai puisi, rima, permaina kata, dan pintar mengeskpresikan diri mereka melaluibahasa tulisan maupun lisan.
Kecerdasan Matematis-Logis
Kemampuan menggunakan angka dengan baik ( misalnya, ahli matematika, akuntan pajak,ahli statistik) dan melakukan penalaran dengan benar ( misalnya, sebagai ilmuwan, pemogramankomputer, atau ahli logika).Orang dengan kecerdasan matematika dan logika yang berkembangadalah orang yang mampu memecahkan masalah, mampu memikirkan dan menyusun solusi denganurutan yang logis. Mereka suka angka, urutan, logika danketeraturan. Meerka dapat mengerti poladan hubungan serta mampu melakukan proses berpikir deduktif dan induktif.Menurut gardner, model perkembangan kognitif yang dicetuskan oleh Jean Piaget secaragaris besar sebenarnya merupakan gambaran dari pertumbuhan dan perkembangan kecerdasanmatematika dan logika. Jadi, mulai dari interaksi anak dengan obyek dalam ruangan dan waktu,melalui pengenalan angka-angka dan perkembangan pemahaman akan simbol abstrak dankemampuan untuk memanipulasi simbol tersebut dan implikasi dari hipotesis. Sebenarnya di sinikita dapat melihat suatu evolusi dari kecerdasan matematika dan logika.Anak dengan kecerdasan matematik dan logika yang terasah dengan baik akan suka sekalidalam mencari penyelesaian suatu masalah, menunjukkan minat yang besar terhadap analogi dansilogisme. Mereka suka aktivitas yang melibatkan angka, urutan, pengukuran dan perkiraan.
Kecerdasan Visual dan Spasial
Kecerdasan visual dan spasial adalah kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual-spasialsecara akurat, dan kemudian bertindak atas persepti tersebut. Kecerdasan ini melibatkan kesadaranakan warna, garis, bentuk, ruang, ukuran, dan juga hubungan akan warna, garis, bentuk, ruang,ukuran, dan juga hubungan di antara elemen-elemen tersebut.Jenis kecerdasan ini sangat menonjol dalam diri pemain catur, navigator, arsitek maupun desainer.
3 Teknik yang sama juga digunakan dan telah berhasil dikembangkan dan diterapkan oleh ALI (The Accelerated LearningInstitute and Training Center) di Las Vegas, Amerika, kedalam porgram pengajaran bahasa asing. Salah satu program yangsangat berhasil adalah program pengajaran bahasa spanyol. Dengan program ini, orang yang sama sekali tidak bisa berbahasaSpanyol, seetlah melalui pendidikan intensif selama 5 hari penuh, mampu berbicara bahasa Spanyol cukup lancar. Programyang sama saat ini sedang dikerjakan untuk pengajaran bahasa Inggris-Indonesia. Pihak ALI telah mempercayakan ALLindosebagai perusahaan yang mendapatkan hak ekslusif untuk membawa progarm ini ke Indonesia. Dihadapkan dalam waktudekat program ini sudah bisa selesai dan sduah bisa hadir di Indonesia.
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

boleh tak saya mendapatkan maklumat mengenai peranan guru, sekolah dan ibu bapa dalam menentukan pelajar pintar cerdas mencapai potensinya..apakah buku yang boleh dirujuk?

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...