Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
22Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Multiple Intelligence

Multiple Intelligence

Ratings: (0)|Views: 3,565|Likes:
Published by JAMRIDAFRIZAL
Gardner mengembangkan Multiple Intelligence dengan menggunakan dasar dari hasil kerja para pakar, salah satunya adalah Jean Piaget. Gardner akhirnya sampai pada salah satu pandangan bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap. Kecerdasan akan lebih tepat kalau digambarkan sebagai suatu kumpulan kemampuan atau keterampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan. Kecerdasan bersifat laten, ada pada setiap manusia tetapi dengan kadar pengembangan yang berbeda. Dalam menjelaskan mengenai kecerdasan, Gardner menggunakan kata bakat atau telenta. Dia mengatakan bahwa penafasiran kecerdasan di kebudayaan kita terlalu sempit. Sebagai gantinya, dalam bukunya frame of mind ( Gardner 1983) Gardner mengemukakan sekurang-kurangnya ada tujuh kecerdasan dasar. Belum lama berselang dia menambah kecerdasan yang kedelapan dan membahas kemungkinan adanya kecerdasan yang kesembilan ( Gardner 1996b). Dengan teori Mamuk, Gardner berusaha memperluas lingkup potensi manusia melampaui batas nilai IQ. Dengan serius dia mempertanyakan keabsahan penilaian kecerdasan individu melalui tes-tes yang dilakukan diluar lingkungan belajar alamiah dan yang dilakukan dengan meminta seseorang melakukan tindakan terisolasi yang belum pernah ia lakukan sebelumnya, tidak akan pernah ia lakukan lagi. Sebagai gantinya, Gardner menyatakan bahwa kecerdasan lebih berkaitan dengan kapasitas (1) memecahkan masalah dan (2) menciptakan produk di lingkungan yang kondisif dan alamaiah.Gardner berpendapat bahwa kecerdasan terbentuk melalui keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan yang bernilai budaya dan bahwa perkembangan seseorang dalam kegiatan tersebut mengikuti pola perkembangan tertentu. Setiap kegiatan berbasis kecerdasan memiliki lintasan perkembangan masing-masing; yakni, setiap kegiatan memiliki waktu tertentu untuk muncul pada masa anak-anak atau mencapai puncaknya dalam kehidupan seseorang, serta memilki pola yang khas- apakah itu akan menurun dengan cepat atau bertahap seiring dengan pertumbuhan usia
Gardner mengembangkan Multiple Intelligence dengan menggunakan dasar dari hasil kerja para pakar, salah satunya adalah Jean Piaget. Gardner akhirnya sampai pada salah satu pandangan bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap. Kecerdasan akan lebih tepat kalau digambarkan sebagai suatu kumpulan kemampuan atau keterampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan. Kecerdasan bersifat laten, ada pada setiap manusia tetapi dengan kadar pengembangan yang berbeda. Dalam menjelaskan mengenai kecerdasan, Gardner menggunakan kata bakat atau telenta. Dia mengatakan bahwa penafasiran kecerdasan di kebudayaan kita terlalu sempit. Sebagai gantinya, dalam bukunya frame of mind ( Gardner 1983) Gardner mengemukakan sekurang-kurangnya ada tujuh kecerdasan dasar. Belum lama berselang dia menambah kecerdasan yang kedelapan dan membahas kemungkinan adanya kecerdasan yang kesembilan ( Gardner 1996b). Dengan teori Mamuk, Gardner berusaha memperluas lingkup potensi manusia melampaui batas nilai IQ. Dengan serius dia mempertanyakan keabsahan penilaian kecerdasan individu melalui tes-tes yang dilakukan diluar lingkungan belajar alamiah dan yang dilakukan dengan meminta seseorang melakukan tindakan terisolasi yang belum pernah ia lakukan sebelumnya, tidak akan pernah ia lakukan lagi. Sebagai gantinya, Gardner menyatakan bahwa kecerdasan lebih berkaitan dengan kapasitas (1) memecahkan masalah dan (2) menciptakan produk di lingkungan yang kondisif dan alamaiah.Gardner berpendapat bahwa kecerdasan terbentuk melalui keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan yang bernilai budaya dan bahwa perkembangan seseorang dalam kegiatan tersebut mengikuti pola perkembangan tertentu. Setiap kegiatan berbasis kecerdasan memiliki lintasan perkembangan masing-masing; yakni, setiap kegiatan memiliki waktu tertentu untuk muncul pada masa anak-anak atau mencapai puncaknya dalam kehidupan seseorang, serta memilki pola yang khas- apakah itu akan menurun dengan cepat atau bertahap seiring dengan pertumbuhan usia

More info:

Published by: JAMRIDAFRIZAL on Jul 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/10/2013

pdf

text

original

You're Reading a Free Preview
Pages 2 to 7 are not shown in this preview.

Activity (22)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wand Dira liked this
Elis Yun Yun liked this
Anzya Andy Syah liked this
Adi Saputra liked this
suherdi priuk liked this
afidatunikmah liked this
xiao_fen liked this
utidayat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->