kata bakat atau telenta.
Dia mengatakan bahwa penafasiran kecerdasan dikebudayaan kita terlalu sempit. Sebagai gantinya, dalambukunya
frame of mind ( Gardner 1983)
Gardnermengemukakan sekurang-kurangnya ada tujuh kecerdasandasar. Belum lama berselang dia menambah kecerdasan yangkedelapan dan membahas kemungkinan adanya kecerdasanyang kesembilan ( Gardner 1996b). Dengan teori Mamuk,Gardner berusaha memperluas lingkup potensi manusiamelampaui batas nilai IQ. Dengan serius dia mempertanyakankeabsahan penilaian kecerdasan individu melalui tes-tes yangdilakukan diluar lingkungan belajar alamiah dan yang dilakukandengan meminta seseorang melakukan tindakan terisolasi yangbelum pernah ia lakukan sebelumnya, tidak akan pernah ia lakukan lagi. Sebagai gantinya, Gardnermenyatakan bahwa kecerdasan lebih berkaitan dengan kapasitas (1) memecahkan masalah dan (2)menciptakan produk di lingkungan yang kondisif dan alamaiah.Gardner berpendapat bahwa
kecerdasan terbentuk
melalui keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan yang bernilai budaya danbahwa perkembangan seseorang dalam kegiatan tersebut mengikuti pola perkembangan tertentu.Setiap kegiatan berbasis kecerdasan memiliki lintasan perkembangan masing-masing; yakni, setiapkegiatan memiliki waktu tertentu untuk muncul pada masa anak-anak atau mencapai puncaknyadalam kehidupan seseorang, serta memilki pola yang khas- apakah itu akan menurun dengan cepatatau bertahap seiring dengan pertumbuhan usiaApabila perspektif yang lebih luas dan lebih pragmatis ini diterima , konsep kecerdasantidak lagi menjadi sekedar mitos, tetapi menjadi konsep funsional yang dapat diterimui dalamkehidupan sehari-hari dengan cara yang beragam. Gardner memetakan lingkup kemampuan manusiayang luas menjadi delapan kategori yang konprehensif atau delapan kecerdasan dasar (
ThomasAmstrong,2002:1-2 )
Adapun kedelapan kecerdasan itu adalah sbb;
1.
Verbal skill: kemampuan dalam bidang bahasa.
2.
Mathemathical skills: suatu ketepatan dan menyukai berpikir abstrak danterstruktur.
3.
Spatial skills : berpikir dengan menggunakan gambar, termasuk gambaranmental, capak bekerja dengan peta, grafik dan diagram, menggunakangerakan untuk membantu pembelajaran.
4.
Musical skills : sensitif terhadap
mood
dan emosi, menyukai dan mengertimusik.
5.
Interpesonal skills : mudah bergail, mediator, pintar berkomunikasi.
6.
Intrapersonl skills : mengerti perasaan sendiri, dapat memotivasi dirisendiri, mengerti siapa dirinya, mengerti dan sangat memperhatikan nilaidan etika hidup.
7.
Bodily-kinestetic skills: kemampuan pengendalian fisik yang sangat baik,ahli dalam pekerjaan tangan, suka menyentuh dan memanipulasi obyek.
8.
Naturalist skills: mencintai lingkungan/alam, mampu menggolongkan obyek,mengenali, berinteraksi dengan hewan dan tanaman
.Hasil penelitian oleh para pakar
accelerated learning
dan metode pembelajaranmenunjukkan bila semua kecerdasan ini ditumbuhkan, dikembangkan dan dilibatkan dalam prosespembelajaran, maka akan sangat meningkatkan efektivitas dan hasil pembelajaran.
Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan lingiustik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secaralisan maupun tulisan.
1 Gunawan,Genius Learning Strategi, Gramedia,20052 John W. Santrock,
A Topical approach to Life Span Development.
, New York:Mc.Grow Hill, 2002, h. 253
2
Leave a Comment
boleh tak saya mendapatkan maklumat mengenai peranan guru, sekolah dan ibu bapa dalam menentukan pelajar pintar cerdas mencapai potensinya..apakah buku yang boleh dirujuk?