segala sesuatu yang baru. Umumnya para remaja juga mulai "menarik diri" daribanyak nilai yang selama ini sudah didapatkan dari lingkungan sekitarnya. Padatahun-tahun "rawan" ini para remaja malah mengambil nilai-nilai dari kelompokmainnya (peer group) dan budaya pop yang ada disekitar hidupnya. Ia mulai engganuntuk bergabung dengan acara-acara keluarga dan malah lebih sering bergabungdengan teman-temannya. Mereka jadi lebih senang membangkang orang tuanya, tetapikompak sekali dengan temen se-gank. Kalau orang tua tidak bisa menempatkan diripada posisi sebagai teman terpercaya yang siap berbagi empati dengan sang remaja,namun sekedar mengambil posisi sebagai ’polisi’ yang siap menginterogasi atau’hakim’ yang siap memvonis, maka bersiaplah untuk menjadi orang tua yang bakalditinggalkan oleh anak remaja kita.Dalam hal seksualitas, remaja sedang mengalami perkembangan baik dari sisibiologis, fisik, maupun mental. Dari sisi biologis, remaja sedang mengalamiperkembangan kemampuan reproduksi yang dari sisi fisiknya terlihat dengan adanyapertumbuhan tanda-tanda seks sekunder, seperti badan menjadi ‘macho’, suaramembesar, mulai tumbuh kumis, dll,kalau pada remaja lelaki, atau mulaiterbentuknya body yang bak gitar spanyol, kulit yang lebih halus, dll, kalau padaremaja perempuan. Yang ini juga memicu perkembangan mental yaitu meningkatnyalibidonya alias hasrat seksual. Remaja tersebut akan mudah sekali tertarik denganlawan jenisnya, yang biasanya lebih ke arah bentuk fisik daripada kepribadiannya.Ketika perubahan –dari masa anak-anak sebelumnya- ini tidak difahami oleh orangtua dengan tetap bersikap menafikan keberadaan naluri seksual yang mulai disadarikeberadaannya oleh sang remaja tersebut, dengan mengacuhkannya atau malahmenghindar untuk membicarakannya daripada berusaha memberikan pengarahan tentangpengaturan pemenuhan naluri seksual tersebut, maka bisa jadi langkah yang diambilorang tua tersebut hanya akan menjadi langkah yang kontra produktif bagi prosespendidikan berikutnya.2.Pahamkan remaja kita pada siapa jati dirinyaDi atas identitas apapun yang sekarang sedang diemban oleh anak remaja kita,apakah itu sebagai seorang siswa, mahasiswa, anak, kakak, adik ataupun identitaslain, orang tua haruslah selalu menyadari bahwa anaknya adalah seorang hamba bagipenciptanya, yang telah memberikan kesempatan hidup berikut seluruh fasilitasuntuk menjalani hidupnya tersebut. Kehidupan anak remaja kita tersebut adalahhidup yang harus dia pertanggungjawabkan kelak kepada Sang Pemilik Hidup, sehinggamisi yang harus senantiasa dia emban dalam hidupnya adalah bagaimana bisamenjalani setiap episode hidupnya dengan ’benar’ sesuai dengan tujuan diadihidupkan dan sesuai dengan aturan main yang sudah ditentukan oleh Tuhannya.Sehingga kesadaran inilah yang harus senantiasa ditanamkan oleh orang tua kepadaremajanya , termasuk ketika hendak memenuhi kebutuhan naluri seksualnya, haruslahdilakukan dengan ’benar’ dan sesuai dengan aturan main yang diberikan olehTuhannya sehingga kelak bisa dia (remaja) pertanggungjawabkan kepada Tuhannya.Allah berfirman:”Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”(QS. Adz-Dzariyaat 56)3.Jelaskan tentang perkembangan organ reproduksi yang akan/sedang dialaminya,tanda-tanda sekundernya dan bagaimana menyikapinyaBarangkali selama perjalanan perkembangan masa remaja, tidak ada fenomena yangsedramatis dan memiliki pengaruh besar sebagaimana perwujudan dari perkembanganperilaku seksual pada remaja. Pada periode perkembangan seksual, remaja mengalamidua jenis perkembangan utama, yaitu perkembangan seks primer yang mengarah padamatangnya organ seksual (ditandai oleh "mimpi basah" atau menstruasi); danperkembangan seks sekunder yang mengarah pada perubahan ciri-ciri fisik. (misalnyatimbulnya rambut-rambut pubis, perubahan kulit, otot, dada, suara, dan pinggul).Kedua perubahan ini menuntut adanya proses penyesuaian/adaptasi, baik bagi remajaitu sendiri, maupun bagi orang lain di sekitar remaja tersebut. Menjadikan orang
Leave a Comment