Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
16Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (Perspektif Islam)- panduan untuk ortu dan pendidik

PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (Perspektif Islam)- panduan untuk ortu dan pendidik

Ratings:

4.0

(2)
|Views: 5,064|Likes:
Published by faizatul rosyidah
Sebuah buku saku yang memberikan pendidikan dan panduan bagi orang tua dan guru/pendidik dalam melakukan pendidikan sekual atau pendidikan kesehatan reproduksi remaja dengan perspektif Islam
Sebuah buku saku yang memberikan pendidikan dan panduan bagi orang tua dan guru/pendidik dalam melakukan pendidikan sekual atau pendidikan kesehatan reproduksi remaja dengan perspektif Islam

More info:

Published by: faizatul rosyidah on Jul 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/28/2013

pdf

text

original

 
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA(Perspektif Islam)Latar BelakangPerilaku seksual yang dilakukan oleh para remaja kita saat ini sudah sampai padabatas yang sangat mengkhawatirkan. Peningkatan yang terjadi tidak hanya dalam halangka kejadiannya, melainkan juga pada kualitas penyimpangannya. Berbagai analisadilakukan, mengapa perilaku seksual remaja yang menyimpang tersebut semakin harisemakin meningkat. Salah satu pendapat yang kemudian cukup mengemuka adalah bahwahal tersebut terjadi karena kurangnya informasi yang dimiliki oleh remaja tentangkesehatan reproduksi ataupun perilaku seksual yang benar.Sebenarnya, faktor kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang dimilikioleh remaja adalah satu dari sekian banyak faktor yang berpengaruh pada perilakuseksual remaja. Faktor lemahnya kualitas keimanan dan ketakwaan remaja, bangunankepribadian yang rapuh, hubungan dan komunikasi dengan orang tua/pendidik yangkurang lancar serta harmonis, gaya hidup yang hedonis, individualis dan materialisyang marak di masyarakat, hingga peran negara sebagai pihak penerap sistem dimasyarakat yang justru memungkinkan hal-hal yang mendukung terjadinya free sexterjadi (seperti maraknya pornografi-aksi, semakin banyaknya lokalisasi ataupuntempat-tempat mesum yang ’legal’, dsb) adalah beberapa faktor lain yang juga harusdibenahi kalau kita menginginkan persoalan perilaku seksual remaja ini bisa kitatuntaskan. Komitmen dan kerja sama lintas sektoral, yang melibatkan semua pihakterkait (remaja sendiri, orang tua, guru/sekolah, masyarakat dan negara) harusdibangun secara sinergis.Sementara itu, konsep pendidikan kespro remaja yang berbasis pada (1) asassekulerisme (yang justru berusaha meninggalkan pengaturan agama –Islam- dalampengaturan pemenuhan naluri seksual), (2) liberalisme (yang menjadikan kebebasanindividu termasuk kebebasan mengatur kehidupan reproduksi) sebagai hal yangdiagung-agungkan bahkan diatas pengaturan Allah SWT – Sang pencipta manusiaberikut naluri seksualnya-, (3) individualisme (yang menjadikan problematikaperilaku seksual remaja ini menjadi permasalahan individu remaja itu sendiri, danakan dianggap selesai begitu sang remaja tersebut mau menanggung akibat/resikoperilaku seks bebasnya), adalah pendidikan yang harus kita jauhkan. Karenahakikatnya konsep pendidikan seperti itu adalah BUKAN pendidikan, akan tetapijustru PENYESATAN.Penyesatan itu adalah apa yang disampaikan dalam upaya pendidikan kesehatanreproduksi remaja yang hanya berprinsip1.’sehat’: dalam arti tidak tertular penyakit menular seksual /IMS,2.’aman’: dalam arti tidak sampai mengalami kehamilan yang tidak diinginkan,3. ’bertanggung jawab’: dalam arti asalkan remaja tahu resiko free sex yangmereka lakukan dan mereka siap menanggungnya (misal KTD, aborsi, menjadi ODHA)maka masalah dianggap selesai; sembari membiarkan perilaku seksual mereka yangjelas-jelas telah melanggar nilai-nilai dan norma agama (halal-haram). Sayangnyakonten pendidikan kespro remaja seperti inilah yang saat ini banyak diberikankepada remaja-remaja kita. Alhasil, bukannya semakin berkurang, perilaku seksualbebas remaja kita semakin menjadi-jadi. Terlebih, sistem hidup bernuansakapitalistik yang mengagung-agungkan hedonisme menjadi kondisi yang sangatkondusif bagi hal tersebut.Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud memberikan gambaran bagaimana seharusnyaorang tua dan para pendidik memberikan pendidikan tentang kesehatan reproduksiremaja yang benar, agar bisa mewujudkan perilaku seksual remaja yang tidak hanyasehat dan aman dalam arti yang sesungguhnya, namun juga benar yakni sesuai denganpengaturan yang diberikan Allah SWT, dan dapat dipertanggungjawabkan oleh sangremaja kelak kepada Tuhan yang telah memberinya kenikmatan hidup berikut segalafasilitasnya termasuk naluri seksual yang dimilikinya.Inilah konsep pendidikankesehatan reproduksi yang berbasis pada ajaran Islam.
 
Membaca Perilaku Seksual Remaja dan ResikonyaBerbagai penelitian menunjukkan bahwa banyak remaja saat ini, pada usia dini sudahterjebak dalam perilaku reproduksi tidak sehat, diantaranya adalah seks pra nikah.Dari data-data yang ada menunjukkan:1.Antara 10 -31% (N=300 di setiap kota) remaja yang belum menikah di 12 kotabesar di Indonesia menyatakan pernah melakukan hubungan seks (YKB,1993).2.27% remaja laki-laki dan 9% remaja perempuan di Medan (15-24 tahun)mengatakan sudah pernah melakukan hubungan seksual (Situmorang, 2001)3.75 dari 100 remaja yang belum menikah di Lampung dilaporkan sudah pernahmelakukan hubungan seks (studi PKBI, tahun 1997)4.Di Denpasar Bali, dari 633 pelajar SLTA kelas II, sebanyak 23,4% (155remaja) mempunyai pengalaman hubungan seks, 27% putra dan 18% putri (Pangkahila,Wempie, Kompas, 19/09/1996)Bisa dilihat bahwa aktivitas seksual pra nikah (free sex) ini terjadi tidak hanyadi perkotaan, tetapi juga di daerah-daerah. Bisa dilihat juga adanya pergeserannilai mengenai hubungan seksual sebelum nikah. Hal ini utamanya terjadi pada kaumperempuan. Bila sebelumnya ada anggapan bahwa hubungan seksual hanya dilakukanjika ada hubungan emosional yang dalam dengan lawan jenis, namun saat kini kondisitersebut telah berubah. Yang perlu dicatat juga, bahwa perilaku seksual remaja initidak hanya terbatas pada jenis hubungan seksual sebelum nikah, tetapi perilakuseksual yang lain, misalnya petting (90% remaja terlibat pada "light" petting, 80%remaja terlibat pada "heavy" petting); dan masturbasi, menunjukkan frekuensi yangtinggi pula. Tidak termasuk di dalamnya aktivitas seksual yang menjadi ‘mukadimah’atau pengantar terjadinya, yakni kissing, necking dan touching yang saat iniseolah menjadi menu ‘wajib’ kencan para remaja kita.Itu kalau bagi mereka yang punya ‘pasangan’. Bagi remaja yang ‘jomblo’ alias tidakpunya pasangan, melakukan masturbasi dan onani menjadi pilihannya. Bahkan diSurabaya hasil polling tim Deteksi Jawa Pos membuktikan kalo’ 62% remaja surabayapernah melakukan masturbasi dan onani, bahkan ada yang mengaku melakukannya duakali sehari.Tidak hanya itu, banyak diantara remaja kita yang memiliki jadwal khusus dengankomunitasnya untuk nonton bareng VCD porno, kemudian pesta seks, menggunakan jasaPSK (Pekerja Seks Komersial). Alhasil, banyak juga akhirnya diantara mereka yangharus duduk sebagai ‘pasien’ di klinik-klinik aborsi illegal karena KTD (kehamilantak diinginkan), yang harus kehilangan masa remajanya karena harus menjadi orangtua dini –ketika mereka belum siap-, dan banyak juga yang akhirnya harus berakhirsebagai orang yang divonis terinfeksi penyakit menular seksual (AIDS, Sifilis,dsb). Sangat menyedihkan.Berbagai analisa dilakukan, mengapa perilaku seksual remaja yang menyimpangtersebut semakin hari semakin meningkat. Salah satu pendapat yang kemudian cukupmengemuka adalah bahwa hal tersebut terjadi karena kurangnya informasi yangdimiliki oleh remaja tentang kesehatan reproduksi ataupun perilaku seksual yangbenar.Pendidikan Kespro Remaja Perspektif IslamSebagai ringkasan, berikut adalah paparan singkat tentang apa yang harus disiapkandan disampaikan kepada remaja kita agar bisa menjalani kehidupan reproduksinya –tidak sekedar- dengan sehat, namun juga benar dan dapat dipertanggungjawabkankepada-Nya (pendidikan kespro remaja perspektif Islam)::1.Orang tua harus memahami karakter remaja dulu sebelum menjadi pihak yangingin memberikan pendidikan kespro/seksual ini pada remaja.Kalau kita amati ternyata ada dua permasalahan utama yang mendominasi kehidupanremaja berkaitan dengan perkembangan dan pertumbuhannya ini, yaitu dari masalahyang berkaitan dengan sisi individunya dan dari sisi seksualitasnya.Dari sisi individunya remaja sedang mengalami krisis identitas atau lebih mudahnyasedang bingung mencari jati diri, sehingga tidak heran kalau remaja senang mencoba
 
segala sesuatu yang baru. Umumnya para remaja juga mulai "menarik diri" daribanyak nilai yang selama ini sudah didapatkan dari lingkungan sekitarnya. Padatahun-tahun "rawan" ini para remaja malah mengambil nilai-nilai dari kelompokmainnya (peer group) dan budaya pop yang ada disekitar hidupnya. Ia mulai engganuntuk bergabung dengan acara-acara keluarga dan malah lebih sering bergabungdengan teman-temannya. Mereka jadi lebih senang membangkang orang tuanya, tetapikompak sekali dengan temen se-gank. Kalau orang tua tidak bisa menempatkan diripada posisi sebagai teman terpercaya yang siap berbagi empati dengan sang remaja,namun sekedar mengambil posisi sebagai ’polisi’ yang siap menginterogasi atau’hakim’ yang siap memvonis, maka bersiaplah untuk menjadi orang tua yang bakalditinggalkan oleh anak remaja kita.Dalam hal seksualitas, remaja sedang mengalami perkembangan baik dari sisibiologis, fisik, maupun mental. Dari sisi biologis, remaja sedang mengalamiperkembangan kemampuan reproduksi yang dari sisi fisiknya terlihat dengan adanyapertumbuhan tanda-tanda seks sekunder, seperti badan menjadi ‘macho’, suaramembesar, mulai tumbuh kumis, dll,kalau pada remaja lelaki, atau mulaiterbentuknya body yang bak gitar spanyol, kulit yang lebih halus, dll, kalau padaremaja perempuan. Yang ini juga memicu perkembangan mental yaitu meningkatnyalibidonya alias hasrat seksual. Remaja tersebut akan mudah sekali tertarik denganlawan jenisnya, yang biasanya lebih ke arah bentuk fisik daripada kepribadiannya.Ketika perubahan –dari masa anak-anak sebelumnya- ini tidak difahami oleh orangtua dengan tetap bersikap menafikan keberadaan naluri seksual yang mulai disadarikeberadaannya oleh sang remaja tersebut, dengan mengacuhkannya atau malahmenghindar untuk membicarakannya daripada berusaha memberikan pengarahan tentangpengaturan pemenuhan naluri seksual tersebut, maka bisa jadi langkah yang diambilorang tua tersebut hanya akan menjadi langkah yang kontra produktif bagi prosespendidikan berikutnya.2.Pahamkan remaja kita pada siapa jati dirinyaDi atas identitas apapun yang sekarang sedang diemban oleh anak remaja kita,apakah itu sebagai seorang siswa, mahasiswa, anak, kakak, adik ataupun identitaslain, orang tua haruslah selalu menyadari bahwa anaknya adalah seorang hamba bagipenciptanya, yang telah memberikan kesempatan hidup berikut seluruh fasilitasuntuk menjalani hidupnya tersebut. Kehidupan anak remaja kita tersebut adalahhidup yang harus dia pertanggungjawabkan kelak kepada Sang Pemilik Hidup, sehinggamisi yang harus senantiasa dia emban dalam hidupnya adalah bagaimana bisamenjalani setiap episode hidupnya dengan ’benar’ sesuai dengan tujuan diadihidupkan dan sesuai dengan aturan main yang sudah ditentukan oleh Tuhannya.Sehingga kesadaran inilah yang harus senantiasa ditanamkan oleh orang tua kepadaremajanya , termasuk ketika hendak memenuhi kebutuhan naluri seksualnya, haruslahdilakukan dengan ’benar’ dan sesuai dengan aturan main yang diberikan olehTuhannya sehingga kelak bisa dia (remaja) pertanggungjawabkan kepada Tuhannya.Allah berfirman:”Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”(QS. Adz-Dzariyaat 56)3.Jelaskan tentang perkembangan organ reproduksi yang akan/sedang dialaminya,tanda-tanda sekundernya dan bagaimana menyikapinyaBarangkali selama perjalanan perkembangan masa remaja, tidak ada fenomena yangsedramatis dan memiliki pengaruh besar sebagaimana perwujudan dari perkembanganperilaku seksual pada remaja. Pada periode perkembangan seksual, remaja mengalamidua jenis perkembangan utama, yaitu perkembangan seks primer yang mengarah padamatangnya organ seksual (ditandai oleh "mimpi basah" atau menstruasi); danperkembangan seks sekunder yang mengarah pada perubahan ciri-ciri fisik. (misalnyatimbulnya rambut-rambut pubis, perubahan kulit, otot, dada, suara, dan pinggul).Kedua perubahan ini menuntut adanya proses penyesuaian/adaptasi, baik bagi remajaitu sendiri, maupun bagi orang lain di sekitar remaja tersebut. Menjadikan orang

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
aldiandri liked this
Anita Pratama liked this
Adityo Dity liked this
Wahyu Praja liked this
Mahrina Hayati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->