dapat memotivasi murid untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan.Dengan demikian manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, perwujudan situasi/kondisi proses belajar mengajar dan pengaturan waktusehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat dicapai.Konsep yang dikemukakan rachman berkenaan dengan pengelolaan kelastampaknya lebih komprehensif dibandingkan dengan apa yang telah dikemukakanoleh Husin. Hal ini dapat dilihat dari luasnya cakupan konsep peneglolaan kelasyang ia kemukakan, yaitu tidak hanya menyangkut pengen-dalian prilakumelainkan juga berhubungan dengan kegiatan yang secara sistematis dimulai dari penyiapan bahan, sarana, pengaturan waktu, penataan kelas dan penciptaan iklimkelas yang kondusif untuk kegiatan pembelajaran.Dengan mempedomani beberapa definisi yang dikemukakan terdahuludapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas merupakan suatu usaha yangdilakukan guru secara sistematis yang dimulai dari merencanakan aktivitas pembelarajan, menyiapkan sarana pendukung, mengatur waktu ak-tifitas anak,menata ruang kelas, serta membangun iklim kelas yang kondusif bagi pembelajaran anak secara efektif.
B.Pentingnya Pengelolaan Kelas
Pembelajaran yang efektif merupkan kegiatan yang hendak dicapai oleh para pendidik. Persoalan yang muncul adalah bagaimana men-capai tujuan inisehingga diperoleh hasil yang optimal bagi perkembangnan anak. Untuk mencapaitujuan pembelajaran secara efektif, salah satu upaya yang dilakukan adalahdengan menciptakan dan mengelolan kelas yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai aktivitas pem-belajaran. Dengan kata lain, pengelolaan kelasmerupakan salah satu pra-syarat untuk mewujudkan proses pembelajaran yangdapat merangsang anak beraktivitas dengan suasana yang menyenangkan. Ini berarti pengelolaan kelas yang tidak efektif akan dapat memunculkan bebagai permasalahan dalam pembelajaran seiring dengan muncul dan mening-katnya prilaku anak yang tidak diinginkan. Ini menunjukkan bahwa terdapat hubunganantara pengelolaan yang dilkukan guru dengan perilaku anak dan suasana yangterjadi dalam kelas. Oleh karena itu, agar suasana kelas menjadi kondusif, prilaku positif yang diharapkan dari anak meningkat dan prilaku yang tidak diinginkandapat diperkecil, maka guru perlu mengelola kelas secara professional.Bagaimana keterkaitan antara prilaku anak dan iklim kelas dengan kegiatan pengelolaan kelas yang dilakukan guru, digambarkan oleh Levin dan Nolan(1996) sebagai berikut:Apabila kondisi lingkungan mendukung untuk belajar, kemungkinan pe-rilakuyang tidak diharapkan dapat diminimalisir.Murid-murid lebih mengkin untuk mengikuti pedoman kegiatan kalas bila-managuru dapat mencontohkan perilaku yang men-dukung dan men-jelaskan pedoman3
Leave a Comment