• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
KONSEP DASAR PENGELOLAAN KELAS
Jamridafrizal,S.Ag.S.S.,M.Hum
A. Pengertian Pengelolaan Kelas
Istilah pengelolaan dapat merupakan terjemahan dari kata
“management”
yang berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapaisasaran. Sejalan dengan pengertian tersebut, Depdikbud (1989) mengartikan pengelolaan sebagai “proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yangterlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan”. Kemudian,kelas dalam arti umum menunjuk kepada pengertian sekelompok murid yang ada pada waktu yang sama guna menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Dengan demikian, pengelolaan kelas dapat diartikan sebagai suatu upayamenciptakan suasana atau kondisi kelas yang memunginkan murid dalam kelastersebut dapat belajar dengan efektif.Terdapat suatu kecenderungan bahwa pembicaraan mengenai pengelolaankelas lebih difokuskan kepada pengendalian prilaku murid sehingga prilaku yangmenyimpang tidak ditampilkan oleh anak. Penekanan pandangan inimengakibatkan suasana kelas menjadi tegang dan kaku sehingga mengakibatkananak tidak merasa senang untuk melakukan aktivitas belajar. Ini berarti bahwa pengelolaan kelas yang baik tidak hanya memfokuskan pada pengendalian perilaku anak dalam kelas, melainkan lebih luas dari itu. Hal ini diperkuat olehapa yang dikemukakan Jones dan Jones (1998) bahwa manajemen kelas yang baik tidak hanya dapat menghasilkan kerjasama murid-murid dalam mengurangi perilaku yang salah tetapi juga terjadinya aktivitas akademik secara terus menerusdan system manajemen kelas secara keseluruhan telah dirancang untumemaksimalkan prestasi belajar murid bukan hanya untuk meminimalkan perilaku yang salah.Di samping itu, menurut Kellough (1996) esensi dari manajemen kelasyang efektif berkaitan dengan kegiatan: (a) mengawasi perilaku anak dalam kelas,(b) mengawasi aspek mengajar yang dilakukan guru dan (c) mengawasi pengadministrasian, pengorganisasian aktivitas serta materialdengan baik.Pendapat ini menunjukan bahwa di samping mengawasi perilaku anak, kegiatan pengelolaan kelas juga mesti mencermati kegiatan mengajar yang dilakukan guru.Hal ini berarti bahwa suasana kelas yang baik juga dipengaruhi oleh perilakumengajar yang ditampilkan guru. Selanjutnya, dalam pengelolaan kelas, pengaturan aktivitas serta material yang mendukung aktivitas belajar anamenjadi amat penting.Beberapa ahli mengemukakan pengertian pengelolaan kelas menurut sudut pandang yang berbeda. Namun jika dicermati terdapat unsur-unsur pokok yang bersamaan dalam definisi yang dimaksud. Untuk lebih mem--perjelas pemahamanmengenai pengelolaan kelas yang dapat dipakai sebagai dasar pemahaman uraian-uraian selanjutnya.Husin (1985) mengemukakan lima definisi yaitu:Dilihat dari pendekatan otoriter, pengelolaan kelas diartikan sebagai prosesmengendalikan tingkah laku murid.1
 
Dilihat dari pendekatan permisif, pengelolaan kelas merupakan sepe-rangkatkegiatan yang digunakan guru untuk memaksimalkan kebe-basan murid.Pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan yang digunakan oleh guruuntuk mengembangkan tingkah laku murid yang tepat dan menghilangkan tingkahlaku siswa yang tidak tepat. pengelolaan kelas ialah seperangkat kegiatan guru yang digunakan untumengembangkan hubungan-hubungan antar pribadi yang baik dan membinaiklim sosioemosional kelas yang positif. pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan yang dilakukan guru untuk mengembangkan dan memelihara organisasi kelas yang efektif.Definisi yang dikemukakan di atas memandang pengelolaan kelas denganlebih menekankan aspek pengendalian perilaku murid dengan segala aspek interaksi dan hubungan yang dibangun oleh guru dan murid dalam konteks pembelajaran di kelas. Hal ini terlihat dari peran yang dijalankan gurudalam pengelolaan kelas yang digambarkan Husin, yaitu; me-ngem--bangkan perilakumurid yang tepat dan menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan,mengembangkan hubungan antar pribadi yang harmonis dan iklim emosionalyang positif, serta mengembangkan dan memelihara organisasi kelas secaraefektif.Rachman (1998/1999) menggunakan istilah manajemen kelas untuk  pengelolaan kelas. Dalam hal ini Rachman mengemukakan beberapa definisimanajemen kelas sebagai berikut:Menurut konsep lama, manajemen kelas diartikan sebagai upaya mempertahankanketertiban kelas. Menurut konsep modern, manajemen kelas diartikan sebagai proses seleksi yang menggunakan alat yang tepat terhadap problem dan situasimanajemen kelas.Berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu, Weber (1986)mengemukakan manajemen kelas sebagai:Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertibansuasana kelas melalui penggunaan disiplin.Seperangkat kegitan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertibansuasana kelas melalui intimidasi.Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasan kelas dengan mengikuti petunjuk yang telah disajikan.Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasan kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik.Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan, danSeperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasikelas yang efektif.Dengan mereviu definisi-definsi tersebut, akhirnya Rachman (1998/1999)mendefinisikan manajemen kelas sebagai semua usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta2
 
dapat memotivasi murid untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan.Dengan demikian manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatukegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, perwujudan situasi/kondisi proses belajar mengajar dan pengaturan waktusehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat dicapai.Konsep yang dikemukakan rachman berkenaan dengan pengelolaan kelastampaknya lebih komprehensif dibandingkan dengan apa yang telah dikemukakanoleh Husin. Hal ini dapat dilihat dari luasnya cakupan konsep peneglolaan kelasyang ia kemukakan, yaitu tidak hanya menyangkut pengen-dalian prilakumelainkan juga berhubungan dengan kegiatan yang secara sistematis dimulai dari penyiapan bahan, sarana, pengaturan waktu, penataan kelas dan penciptaan iklimkelas yang kondusif untuk kegiatan pembelajaran.Dengan mempedomani beberapa definisi yang dikemukakan terdahuludapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas merupakan suatu usaha yangdilakukan guru secara sistematis yang dimulai dari merencanakan aktivitas pembelarajan, menyiapkan sarana pendukung, mengatur waktu ak-tifitas anak,menata ruang kelas, serta membangun iklim kelas yang kondusif bagi pembelajaran anak secara efektif.
B.Pentingnya Pengelolaan Kelas
Pembelajaran yang efektif merupkan kegiatan yang hendak dicapai oleh para pendidik. Persoalan yang muncul adalah bagaimana men-capai tujuan inisehingga diperoleh hasil yang optimal bagi perkembangnan anak. Untuk mencapaitujuan pembelajaran secara efektif, salah satu upaya yang dilakukan adalahdengan menciptakan dan mengelolan kelas yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai aktivitas pem-belajaran. Dengan kata lain, pengelolaan kelasmerupakan salah satu pra-syarat untuk mewujudkan proses pembelajaran yangdapat merangsang anak beraktivitas dengan suasana yang menyenangkan. Ini berarti pengelolaan kelas yang tidak efektif akan dapat memunculkan bebagai permasalahan dalam pembelajaran seiring dengan muncul dan mening-katnya prilaku anak yang tidak diinginkan. Ini menunjukkan bahwa terdapat hubunganantara pengelolaan yang dilkukan guru dengan perilaku anak dan suasana yangterjadi dalam kelas. Oleh karena itu, agar suasana kelas menjadi kondusif, prilaku positif yang diharapkan dari anak meningkat dan prilaku yang tidak diinginkandapat diperkecil, maka guru perlu mengelola kelas secara professional.Bagaimana keterkaitan antara prilaku anak dan iklim kelas dengan kegiatan pengelolaan kelas yang dilakukan guru, digambarkan oleh Levin dan Nolan(1996) sebagai berikut:Apabila kondisi lingkungan mendukung untuk belajar, kemungkinan pe-rilakuyang tidak diharapkan dapat diminimalisir.Murid-murid lebih mengkin untuk mengikuti pedoman kegiatan kalas bila-managuru dapat mencontohkan perilaku yang men-dukung dan men-jelaskan pedoman3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...