Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peran Pater Beek, Freemason Dan CIA Terhadap G-30-S_PKI (Bag.iii - Habis)

Peran Pater Beek, Freemason Dan CIA Terhadap G-30-S_PKI (Bag.iii - Habis)

Ratings: (0)|Views: 30|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Oct 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2013

pdf

text

original

 
05/10/13 Konspirasihttps://m.facebook.com/photo.php?fbid=574031955967629&set=a.465936693443823.94924.455842827786543&type=1&relevant_count=1 1/4
Mainstream Media Indonesia
Peran Pater Beek, Freemason dan CIA Terhadap G-30-S/PKI (Bag.III - Habis)Peran Penting Pater Beek dalam Gerakan 30 September Dalam menjankan misi-misinya di Indonesia, Pater Beek tidak sendirian. Sedikitnya ada dua pastur yang membantunya, yaitu Pastur Melchers dan Djikstra. Hal ini diungkap peneliti asal AustraliaRichard Tanter. Dalam salah satu tulisannya yang dikutip Sembodo dalam buku "Pater Beek,Freemason dan CIA", Tanter menyatakan begini;“(Pater) Beek mengawali proyeknya di tahun 1950-an, bersama dengan sejumlah kecil (anggotaOrdo) Jesuit lainnya, termasuk Pastur Melchers dan Djikstra; kesemuanya ini memiliki pengaruhcukup besar dalam percaturan politik di Indonesia. Di mana masing-masing menata jaringan yangserupa dengan ‘kerajaan’ personal, tetapi dalam wilayah yang berbeda dan tetap salingberkoordinasi”.Tentang adanya Pastur Djikstra di Indonesia, dibenarkan Mujiburrahman dalam desertasinya. Tapi,menurut dia, cara kerja Pater Beek dan Pastur Djikstra berbeda. Meski mengemban misi dan tujuanyang sama. Jika Pater Beek lebih mengedepankan aspek politik, dimana Katolik harus dapatmengontrol Indonesia agar kristenisasi dapat berjalan dengan lancar. Sedang Pastur Djikstra lebihmengedepankan aspek ekonomi, sehingga Katolik dapat menjadi penguasa, sekaligus pengendali jalannya perekonomian negara dan hasil-hasilnya.Meski dibantu pastur-pastur dari Ordo Jesuit, Beek tetap menggunakan banyak orang untukmembentuk sebuah jaringan yang amat kuat. Jaringan itu adalah orang-orang yang berada disekitarnya, yang note bene or ang Indonesia, dandi antaranya bahkan beragama Islam. Orang- orang ini ia atur dan ia kendalikan sedemikian rupa, sehingga bekerja sesuai dengan apa yang ia inginkan.Cara yang tepat untuk hal ini tentu saja cara yang biasa digunakan intelijen. Maka, CIA pun diberikepercayaan untuk menyusun rencana penggulingan ini, dan CIA melibatkan semua agennya,
 
05/10/13 Konspirasihttps://m.facebook.com/photo.php?fbid=574031955967629&set=a.465936693443823.94924.455842827786543&type=1&relevant_count=1 2/4
terutama Pater Beek.Semula, keterlibatan Beek dalam penggulingan Soekarno hanya dianggap sebagai fiksi belaka,namun setelah Aad van den Heuval, mantan presenter radio dan televise KRO, merilis laporanberjudul ‘Dit was Bradpunt, Goedenavond' (Demikianlah, Fokus Kali Ini, Selamat Malam) pada 2005,publik Eropa sekalipun langsung percaya kalau Beek memang terlibat dalam G-30-S/PKI yangberujung pada penggulingan Soekarno.Dalam laporan yang didasari hasil penelitian itu, Heuvel dengan yakin memaparkan bahwapenggulingan terhadap Soekarno merupakan hasil kerja sama Beek dengan Soeharto dan duaorang terdekatnya; Ali Murtopo dan Soedjono Hoemardani. Tulisan Heuval ini layak diyakinikeakuratannya karena juga didasari hasil wawancara dengan Beek.Selama kurun waktu antara 1965-1973, Aad van den Heuvel kerap wara-wiri ke Indonesia untukmeliput gejolak politik di Indonesia. Dalam kurun waktu inilah Heuvel bertemu Pater Beek danmewawancarainya.Soal pertemuannya dengan Beek, Heuvel memaparkan begini;“Pada perjalanan saya yang pertama ke Indonesia, saya berkenalan dengan dia (Pater Beek),bersama-sama rekan Ed van Westerloo. Kami melakukan kontak dengan dia melalui seorangmisionaris-Pater Wolbertus Daniels, yang telah menyelesaikan masa magangnya di KRO dan akanmendirikan radio di Indonesia. Pater Wolbertus meminta kepada kami untuk langsung bertanyakepada pastur yang mengetahui, bila ingin mengetahui kondisi politik, yang bertempat tinggal diGunung Sahari, Jakarta. Di sana kami mendengar cerita dalam kejutan yang terus bertambah.Selanjutnya, setiap tahun kami mengunjunginya. Bisa dikatakan dia sudah menjadi informan kamiyang terpenting. Pada kenyataannya, dia adalah wakil pihak ketiga”.Bagi wartawan KRO itu, bertemu Pater Beek bagaikan sebuah berkah karena darinya, diamendapatkan informasi-informasi maha penting dan eksklusif. Ini diakui sendiri oleh Heuvel denganpernyataannya sebagai berikut : “Bagi para wartawan KRO, sang pastur (Beek) benar-benar merupakan berkah yang jatuh dari langit. Ia dapat menyingkapkan masalah-masalah tidak hanyasekedarnya saja. Sepanjang pertemuan-pertemuan tersebut, kami menandai bahwa dia adalah otakdari pembalikan itu. Misalnya, apabila kami ingin bicara dengan Opsus-sejenis dinas rahasia- makadia dapat membuatnya menjadi mungkin”.Maka, sejak laporan-laporan Heuvel mengudara di Belanda, dan kemudian dituangkan dalm buku,kekejian dan kelicikan Pater Beek dalam tragedi G-30S/PKI, tragedi paling mengenaskan dalamsejarah Indonesia, serta kejadian-kejadian yang mengikutinya, mulai terkuak. Tak ayal, buku Heuvelmenjadi pergunjingan di Belanda. Sayang, pemerintah Indonesia hingga kini sama sekali tidakmeneliti secara lebih mendalam isi buku itu agar sejarah bangsa ini menjadi terang benderang.Entah, apakah karena setelah era Orde Baru tumbang pada 1998, pemerintah memutuskan untuktetap menyembunyikan identitas orang itu, atau ada alasan lainnya. Bahkan buku-buku tentang G-30S/PKI yang telah diterbitkanpun semuanya tidak ada yang menyinggung secara detil dankomprehensif soal peranan Beek dalam tragedi yang menewaskan ribuan orang itu, termasuksejumlah jenderal yang mayatnya dibenamkan dalam sebuah sumur di Lubang Buaya, Jakarta
 
05/10/13 Konspirasihttps://m.facebook.com/photo.php?fbid=574031955967629&set=a.465936693443823.94924.455842827786543&type=1&relevant_count=1 3/4
Timur.Saat diwawancarai Heuvel, Beek mengaku kalau ia sangat prihatin terhadap Komunisme dan Islamdi Indonesia yang menurutnya sudah membahayakan. Oleh karena itu, ia berniat “menyelamatkan”minoritas Katolik di Indonesia.Dari pernyataan ini saja sulit membantah bahwa Beek tidak memiliki peranan apa-apa dalam tragediG-30S/PKI yang berujung pada penggulingan Soekarno dan naiknya Soeharto menjadi presidenkedua RI. Apalagi karena dalam buku berjudul ‘Tionghoa dalam Pusaran Politik’, Benny G. Setionoantara lain menulis begini;"Pater Beek, menurut pengakuannya sendiri kepada Oei Tjoe Tat, menjadi otak dan konseptor pendongkelan Presiden Soekarno karena ia sangat membenci Komunisme …”Tak perlu meragukan kelicikan, kecerdasan dan kehebatan Pater Beek dalam menyusun sebuahstrategi. Serpak terjang Partai Komunis Indonesia (PKI) yang begitu intens untuk menjadikanIndonesia sebagai ‘saudara’ China dan Uni Soviet, membuat semua agen CIA, termasuk Beek,mencari momentum untuk memukul balik partai yang keberadaannya didukung Presiden Soekarnoitu. Terlebih karena pada awal 1965, para buruh yang telah direkrut PKI menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik Amerika Serikat.Lalu beredar beragam isu yang membuat politik Indonesia makin membara. Yang signifikan adalahisu pembentukan Dewan Jendral, isu tentang ketidakpuasan beberapa petinggi Angkatan Daratterhadap Soekarno, dan berniat untuk menggulingkannya. Soekarno disebut-sebut sempatmemerintahkan pasukan Cakrabirawa untuk menangkap dan mengadili para jenderal itu. Namunsiapa sangka, isu inilah yang menjadi pemantik peristiwa dahsyat dalam sejarah Indonesia; G-30/SPKI pada 30 September 1965 malam hingga 1 Oktober 1965 dinihari.Dalam kejadian ini, enam jenderal dibunuh dan mayatnya dicemplungkan ke dalam sumur tua diLobang Buaya, Jakarta Timur. Dalam buku-buku sejarah yang diterbitkan saat era Orde Baru,disebutkan bahwa PKI lah pelaku utama peristiwa itu dalam rangka mengambil alih kekuasaan. Apalagi karena menjelang kasus itu meledak, semua anggota PKI, termasuk yang di daerah-daerah,telah mengetahui akan adanya kejadian itu.Namun, jika merujuk pada artikel Jos Hagers yang diterbitkan De Telegraaf, jelas sekali kalau kasusini bisa jadi akibat ulah Beek. Apalagi karena selain Beek telah memiliki pion di Angkatan Darat, isuDewan Jenderal juga menyebut-nyebut kesatuan itu.Soeharto, Ali Murtopo, dan Soedjono Hoemardani, menurut Sembodo, hanyalah pion-pion yangdimainkan Pater Beek untuk menyukseskan misi yang diembannya, karena kebetulan kala ituSoeharto memang berambisi menggantikan Soekarno, sehingga dimana kini Surat Perintah SebelasMaret (Supersemar) yang diberikan Soekarno kepada Soeharto, juga menjadi misteri.TNI AD yang kala itu terlibat pun sebenarnya pada posisi yang sama karena pada era 1960-an, TNI AD merupakan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sangat anti-Komunis, namun jugatidak mendukung Islam. Ini terlihat dari kiprah politik pasukan ini yang menumpas gerakan Negara

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->