Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
APEC_ Pintu Eksploitasi Dan Kontrol (Bagian 1)

APEC_ Pintu Eksploitasi Dan Kontrol (Bagian 1)

Ratings: (0)|Views: 81|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Oct 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

pdf

text

original

 
07/10/13Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » APEC: Pintu Eksploitasi dan Kontrol (Bagian 1)m.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/06/apec-pintu-eksploitasi-dan-kontrol/1/6
HOME BERITA TERBARU TENTANG KAMI FAQ DEKSTOP
APEC: Pintu Eksploitasi dan Kontrol (Bagian 1)
October 6th, 2013 by kafi
Keikutsertaan dalam APEC: Capaian Makro Yang Semu
 Pertemuan APEC tahun ini diselenggarakan di Bali 1-8 Oktober. Gelaran ini merupakan puncak dari rangkaianpertemuan APEC selama setahun ini yang dimulai sejak Desember tahun lalu.KTT APEC ini mengusung tema “
Resilient Asia Pacific, Engine of Global Growth –
 Asia Pasifik yang Tangguh sebagaiMesin Pertumbuhan Global” dengan tiga prioritas: Pertama,
attaining the Bogor Goals
(pencapaian target Bogor) yaituperluasan perdagangan dan investasi, serta reformasi struktural. Kedua,
sustainable Growth with Equity 
(pertumbuhanberkelanjutan disertai pemerataan) dengan fokus pada pada daya saing global sektor UKM, inklusi finansial, ketahananpangan dan kesehatan. Ketiga,
 promoting connectivity 
(mendorong konektifitas) dengan fokus pada isu konektifitasfisik termasuk pengembangan dan investasi infrastruktur dan konektifitas kelautan, konektifitas institusional dankonektifitas antar orang.Ini untuk kali kedua, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan KTT APEC. Yang pertama pada tahun 1994diselenggarakan di istana Bogor yang menghasilkan deklarasi Bogor yang berisi Bogor Goals. Bogor Goals itumeliputi:1. Menciptakan sistem perdagangan dan investasiyang bebas, terbuka dan adil di kawasan tahun 2010 untuk ekonomimaju dan 2020 ekonomi bekembang. 2. Memimpin dalam memperkuat sistem perdagangan multirateral yang terbuka, meningkatkan liberalisasiperdagangan dan jasa, mengintensifkan kerjasama ekonomi di Asia-Pasifik.3. Mempercepat proses leberalisasi melalui penurunan hambatan perdagangan dan investasi yang lebih jauh,meningkatkan arus barang, jasa, modal secara bebas dan konsisten dengan GATT (sekarang WTO).Di situs APEC ketiga prioritas itu dijelaskan lebih detil.
 Attaining the Bogor Goals
(pencapaian target-target Bogor).Para ahli ekonomi APEC akan melanjutkan usaha untuk menjaga momentum untuk liberalisasi dan fasilitasiperdagangan dan investasi, yang merefleksikan komitmen para pemimpin APEC pada 1994, dengan kerangka kerjadari deklarasai Para Pemipin APEC Bogor dan Statement par apemimpin ekonomi APEC pada 2010 di Yokohama.Para ekonom akan lebih jauh menerjemahkan komitmen itu menjadi kerja yang solid untuk mencapai integrasi ekonomiregional yang lebih tipis di kawasan Asia Pasifik.Usaha untuk mencapai target-target Bogor itu akan dilakukan melalui usaha guna menciptakan integrasi ekonomiregional yang lebih dalam, seperti 1. Penguatan sistem perdagangan multilateral; 2. Liberalisasi dan fasilitasiperdagangan dan investasi; 3. Pembangunan kapasitas operasi pada LAISR/ANSSR.
VIDEO FOTO KEGIATAN
 
07/10/13Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » APEC: Pintu Eksploitasi dan Kontrol (Bagian 1)m.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/06/apec-pintu-eksploitasi-dan-kontrol/2/6
Prioritas kedua,
 Achieving Sustainable Growth with Equity 
(mencapai pertumbuhan berkelanjutan disertaipemerataan). APEC bekerja dibawah progres Strategi Pertumbuhan Para Pemimpin 2010 yang dideklarasikan diYokohama. Para ekonom APEC akan terus menjaga pertumbuhan bagian dari keberlanjutan pertumbuhan itu danmenjamin pertumbuhan itu bersifat inklusif.Dengan beragamnya tingkat negara anggota APEC dalam hal kemampuan dan daya tahan menghadapi krisisekonomi global, penyelarasan upaya akan difokuskan pada pemberdayaan ekonomi, keterlibatan stakeholders danpemanfaatan potensi yang belum dimanfaatkan.Penyelarasan upaya ini penting untuk mengatasi dan mengurangi berbagai kerentanan dari dalam dan luar kawasan,dan yang semua stakeholder akan berbagi buah dari pertumbuhan. APEC 2013 akan lebih memfokuskan usahanya pada respon komprehensif terhadap tantangan ekonomi dankeuangan dunia yang muncul.Ini akan dilakukan dengan meningkatkan daya saing global UKM melalui inovasi dan menekankan produktivitasperempuan dalam perekonomian, sebagaimana juga bekerja untuk memastikan inklusi keuangan, penguatanketahanan pangan dan meningkatkan akses ke pelayanan kesehatan.Prioritas ketiga,
Promoting Connectivity 
(mempromosikan konektifitas). Komitmen untuk meningkitkan konektifitasrantai pasokan seperti yang sudah dideklarasikan ole para pemipian APEC di Singapura tahun 2009 merupakankerangka pengetahuan pada pentingnya penguatan konektiftas di kawasan. Prioritas ini akan bersesuaian denganusaha konkret untuk menautkan pusat pertumbuhan dan pengembangan pusat pertumbuhan bau di kawasansedemikian untuk meningkatkan output dan produktifitas kawasan. APEC dapat memberikan nilai tambah yang potensia dengan mempromosikan konektifitas dan semua dimensinyauntuk kerja ini. Usaha pada koektifitas akan fokus pada konektiftas fisik, konektifitas institusional dan konektifitas antar orang. Usaha APEC untuk memperkuat konektifitas akan dilakukan melalui pengembangan infrastruktur,mempromosikan dan memfasilitasi investasi infrastruktur, termasuk infrastruktur utuk konektifitas di samudera Pasifiksebagai jalur utama diantara ekonomi di kawasan. Perdagangan dan investasi telah lebih jauh diliberalisasi,sementara orang telah diberdayakan, maka konektiftas akan menjadi hal yang lebih pentig untuk mengintegrasikanekonomi kawasan.Staf Ahli Menlu RI Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Wahid Supriyadi, menjelaskan bahwa Indonesia memberikanproposal impelemntasi ketiga konektifitas itu (5/4/2013). Menurutnya, ketiga konsep tersebut dapat menjadi acuanuntuk mengakomodasi arus dan pergerakan barang-jasa serta individu di wilayah lintas Pasifik, termasuk Asia dan Amerika Selatan. Konektivitas fisik merupakan pembangunan infrastruktur perdagangan, perjalanan, energi, dantelekomunikasi yang dapat memudahkan arus ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Konektivitas institusional melingkupiisu-isu perdagangan dan investasi yang besifat tidak langsung atau
behind the border issues
. Dalam konteksinstitusional juga dibahas mengenai koordinasi antarinstitusi, mekanisme, dan proses ekonomi di APEC, sepertireformasi regulasi. Adapun konektivitas perorangan melingkupi pegerakan antarpenduduk dan kalangan profesional di APEC yang didorong dengan pariwisata, pendidikan, dan mobilitas tenaga kerja.Jadi inti dari misi APEC adalah mewujudkan secara penuh liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi dikawasan Asia Pasifik, termasuk di dalamnya pergerakan bebas barang dan jasa, orang dan juga modal. Misi itu sudahdiusung selama 24 tahun sejak dibentuk pada tahun 1989. Selama itu ternyata negeri ini lebih banyak buntungdaripada untung. 
Capaian Makro
Perekonomian kawasan APEC tumbuh lebih tinggi dari rata-rata dunia. Kawasan APEC periode 2003-2012 rata-rata
 
07/10/13Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » APEC: Pintu Eksploitasi dan Kontrol (Bagian 1)m.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/06/apec-pintu-eksploitasi-dan-kontrol/3/6
tumbuh 7,39 persen dan nilai perdagangan internasional APEC tumbuh rata-rata 11,69 persen lebih tinggi dari rata-ratapertumbuhan dunia 11,44 persen. Sementara nilai aliran investasi asing langsung ke APEC juga naik rata-rata 19,83persen pertahun.Selama ikut APEC ekonomi Indonesia juga tumbuh cukup tinggi. Ketika menyampaikan RAPBN 2014 (16/8/2013)presiden SBY mengklaim sejumlah capaian ekonomi 2004 – 2013 (republika.co.id, 16/8/2013). Ekonomi Indonesiaperiode 2004-2009 rata-rata tumbuh 5,5 persen per tahun. Pada periode 2009 – Juni 2013, ekonomi tumbuh rata-rata5,9 persen per tahun.PDB Indonesia meningkat dari US$ 1.177 per kapita pada tajun 2004 menjadi US$ 2.299 per kapita pada 2009, dannaik lagi menjadi US$ 3.592 per kapita pada 2012. Pada periode yang sama angka pengangguran terbuka turun dari9,86 persen pada 2004 menjadi 5,92 persen pada Maret 2013. Dan berikutnya angka kemiskinan pun turun dari 16,66persen atau 37,2 juta orang pada 2004 menjadi 11,37 persen atau 28,07 juta orang pada Maret 2013.Data BPS, pendapatan nasional tiga tahun terakhir meningkat tajam, dari Rp 5.718,35 triliun tahun 2010, lalu Rp6.660,23 triliun tahun 2011 dan berikutnya Rp 7.544,15 triliun tahun 2012. Pendapatan perkapita 2000 – 2012 naikdrastis, yakni Rp 6,12 juta tahun 2000, Rp 9,16 juta tahun 2004, Rp 18,77 juta tahun 2008, Rp 23,76 juta tahun 2010 dannaik menjadi 30,52 juta tahun 2012. Artinya, tahun 2012 tiap orang penduduk berpenghasilan Rp 2,5 juta perbulan.Semua angka itu mengindikasikan rakyat Indonesia makin makmur, benarkah?
Hanya Capaian Semu
Nyatanya, angka-angka di atas sekedar capaian makro yang lebih bersifat semu. Fakta dan data pada tataran riil justrumenunjukkan negeri ini lebih banyak buntungnya.Faktanya masih ada 28,07 juta lebih orang yang miskin, dengan kriteria pengeluaran kurang dari Rp 259.520 per orang perbulan. Bahkan data lain leih tinggi. Menurut data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan(TNP2K) di bawah koordinasi Wapres angka jumlah orang miskin di Indonesia tahun 2012 – 2013 mencapai angka 96 juta jiwa. Angka ini naik signifikan dari angka 76,4 juta jiwa di tahun sebelumnya (lihat, nasional.kontan.co.id,17/01/2013). Sementara itu jumlah keluarga miskin yang mendapat jatah raskin sebanyak 15,5 juta rumah tangga atau62 juta orang (asumsi, satu rumah tangga terdiri dari empat orang).Produk Domestik Bruto Indonesia memang terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Namun kenaikan nilai riilPDB itu tidak sefantastik kenaikan angkanya. Hal itu bisa dilihat dengan membandingkan kenaikan PDB atas dasar harga berlaku dengan kenaikan PDB atas dasar harga konstan tahun 2000, seperti dalam tabel berikut:Tabel Perbandingan PDB Atas Dasar Harga Berlaku dengan PDB Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Rp triliun)PDB20042005200620072008200920102011*2012**PDB atas dasar harga berlaku2.295,832.774,283.339,223.950,894.948,695.606,206.446,857.422,788.241,86PDB atas dasar harga konstan 20001.656,521.750,821.847,131.964,332.082,462.178,852.314,462.464,682.618,14Ket: * Angka sementara; ** Angka sangat sementara; Diolah dari data BPS dengan pembulatan Data ini menunjukkan pada periode 2004 – 2012bahwa PDB atas dasar harga berlaku mengalami kenaikan hampir empat kali lipat tepatnya 3,59 kali. Namun jika dihitung atas dasar harga konstan tahun 2000, pada periode yang samakenaikan PDB tidak sampai dua kali lipat, hanya 1,58 kali. Kenaikan atas dasar harga konstan 2000 mencerminkankenaikan riil nilai dari PDB. Itu artinya, pada periode 2004-2012 secara nominal PDB naik empat kali lipat tepatnya3,59 kali. Namun secara nilai sebenarnya hanya naik tidak sampai dua kalinya yaitu hanya 1,58 kali. Jadi pada

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->